Efektifkah Pelatihan Yang Dilakukan dalam Organisasi Kerja Anda?

Efektifkah Pelatihan Yang Dilakukan dalam Organisasi Kerja Anda
Efektifkah Pelatihan Yang Dilakukan dalam Organisasi Kerja Anda

Banyak perusahaan yang telah menghabiskan uang untuk mengadakan berbagai training bagi karyawannya bahkan banyak pula perusahaan yang membentuk Unit Organisasi Pelatihan sendiri (Training Center). Sayangnya banyak Training dan Pelatihan yang ada kadang menjadi sia-sia karena penerapan yang belum optimal. Berikut beberapa saran yang bisa dijalankan perusahaan Anda sebelum memutuskan menggunakan training atau bahkan membentuk Unit Training yang tepat:

1. Ajarkan Keterampilan Bukan Kepribadian

Daripada mencoba mengubah sikap kepribadian (trait) dari setiap karyawan, lebih baik training tersebut fokus dengan mengajarkan keterampilan (skill) yang dapat digunakan oleh karyawan dalam bekerja.

Misalnya seorang teknisi lapangan yang cenderung mempunyai sifat introvert akan kesulitan bila berhubungan dengan pelanggan, sebagai trainer sebaiknya Anda bukan mendorong mereka untuk menjadi ekstrovert. Sebaliknya ajarkan kepadanya cara mendengarkan pelanggan dengan baik (sebuah skill) dan bagaimana menggunakan terminologi yang dimengerti pelanggan (sebuah skill).

2. Ajarkan Keterampilan yang Tepat (Dibutuhkan)

Pastikan trainer mengajarkan keterampilan yang akan menghasilkan produksi yang nyata, dalam arti berhubungan dengan pekerjaan, jangan buang-buang waktu dengan melatih orang-orang yang tidak tepat.  Misalnya jika sebuah tim penjualan terdiri dari Hunters (pencari sebuah bisnis) dengan Farmers (orang yang mengembangkan bisnis), akan menjadi kurang efektif apabila Trainer mengajarkan kepada semua anggota tim hal-hal yang berhubungan dengan keterampilan menangani klien atau cara-cara tele marketing, seperti bagaimana menelepon setiap pelanggan atau menangani pelanggan yang tidak ramah. Batasi dan pisahkan training untuk para prospek bisnis dan sediakan training dengan keterampilan yang dibutuhkan, seperti management customer kepada para farmers.

3. Bantu dan Perkuat Ketrampilan Karyawan

Setelah memberikan sebuah training kepada setiap karyawan, perkuat hal itu dengan memastikan apakah mereka menerimanya dengan baik dan bisa menggunakan keterampilan itu dalam kesempatan kerja mereka. Luangkan waktu untuk melakukan coaching yang dibutuhkan karyawan.

Mempelajari sebuah keterampilan baru memang membutuhkan waktu untuk membuatnya menjadi sebuah kebiasaan. Sayangnya, kebiasaan yang lama akan kembali muncul bila tidak sering digunakan dan dipraktekkan, untuk itu coaching dapat membantu karyawan menemukan potensinya dan memperkuat keterampilan yang dibutuhkan mereka.

4. Ukur Keberhasilan dengan Metrik Berbasis Ketrampilan

Pebisnis kadang menggaungkan kata-kata ini “whats gets measured gets done,” jika Anda ingin karyawan dapat mengintegrasikan skill mereka ke setiap kinerja mereka, Anda harus dapat megukur hasil dari setiap training yang dilakukan. Misalnya, jika Anda memberikan pelatihan pada beberapa karyawan di bagian penjualan, Anda seharusnya mengukur tingkat konversi pada bagian penjualan, seperti total pendapatan, peningkatan revenue setiap bulan hingga akhir tahun.

5. Ukur Peningkatan Secara Konsisten

Jika Anda telah melakukan poin-poin di atas, Anda bisa memantau setiap peningkatan dari training tersebut. Jika Anda tidak mendapatkan perbaikan yang diharapkan, berarti ada sesuatu yang salah di training-training Anda selama ini, entah pembinaan keterampilan yang salah atau perusahaan tidak memberikan support yang cukup atau coaching yang diperlukan karyawan.

Pelatihan bukan saja menjadi bekal bagi seorang karyawan dalam bekerja, namun dapat menjadi salah satu program Employee Retention, karena bukan hanya masalah Penghasilan yang menjadi dasar orang bekerja, namun Kepercayaan dalam Tugas, Perhatian dalam Pembinaan dan Perkembangan dalam Pelatihan.  Melalui Pelatihan yang tepat perusahaan mampu membangun Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Jangka Panjang.  Loyalitas dan Integritas secara perlahan akan terbentuk dan sedikit demi sedikit turut membangun Budaya Perusahaan.

Leave a Reply