Disiplin Progresif dalam Organisasi untuk Mengatasi Isu Kinerja

Disiplin Progresif mengatasi Isu Kinerja

Disiplin Progresif mengatasi Isu Kinerja

Disiplin Progresif adalah proses untuk menangani perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan yang tidak memenuhi standar kinerja yang diharapkan dan dikomunikasikan. Tujuan utama untuk Disiplin Progresif adalah membantu agar karyawan dapat memahami adanya masalah terkait kinerja atau ada kesempatan untuk melakukan perbaikan. Proses ini adalah upaya formal untuk memberikan umpan balik kepada karyawan agar mereka dapat memperbaiki masalah. Disiplin Progresif dalam Organisasi bertujuan untuk Mengatasi Isu-isu Kinerja yang selalu muncul setiap saat. Dengan demikian tujuan dibentuknya sebuah organisasi akan berjalan sesuai perencanaan atau visi misi.

Tujuan dari Disiplin Progresif adalah untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

Proses Disiplin Progresif tidak dimaksudkan sebagai hukuman bagi karyawan, tetapi untuk membantu karyawan untuk mengatasi masalah kinerja dan memenuhi harapan pekerjaan. Disiplin Progresif dikatakan sukses bilmana dapat membantu seseorang individu untuk menjadi anggota organisasi secara efektif. Efektif terhadap Pekerjaannya dan efektif pula terhadap Kompetensinya.

Kegagalan itu, disiplin progresif memungkinkan organisasi untuk cukup, dan dengan dokumentasi substansial, memutuskan kontrak kerja dengan karyawan yang tidak efektif dan tidak mau meningkatkan.

Langkah-langkah Penerapan sistem Disiplin Progresif

  • Lakukan Konseling dengan karyawan tentang kinerja dan memastikannya paham akan tugas dan tanggungjawab. Memastikan apakah ada masalah yang berkontribusi terhadap kinerja buruk, yang tidak segera jelas kepada pengawas. Pecahkan masalah ini sesegera mungkin.
  • Secara verbal atau lisan tegurlah karyawan untuk kinerja yang mereka buruk.
  • Menuliskan peringatan lisan yang telah disampaikan dalam file karyawan, dan ini menjadi salah satu catatan dalam upaya Anda untuk meningkatkan kinerja karyawan kemudian hari.
  • Memberikan skorsing kerja bertingkat atau berjenjang kepada karyawan. Mulailah dengan skorsing satu hari sampai dengan lima hari.

Akhir dari sebuah Disiplin Progresif bisa berupa pemutusan hubungan kerja, karena memang kompetensi karyawan yang tidak sesuai atau memang seorang karyawan menolak melakukan perbaikan (Improvement). Disiplin Progresif dalam Organisasi untuk Mengatasi Isu Kinerja merupakan sebuah kewajaran yang dilakukan para supervisor terhadap bawahan mereka.

Referensi :

http://humanresources.about.com/od/discipline

Leave a Reply