Dasar Motivasi Bekerja bagi Karyawan di Kota Besar

Dasar Motivasi Bekerja bagi setiap karyawan
Dasar Motivasi Bekerja bagi setiap karyawan

Apakah yang menjadi Dasar Motivasi Bekerja bagi Karyawan di Kota Besar? Jawabannya beragam.  Motivasi adalah bagian terpenting untuk membuat seseorang BERTAHAN dan BERJUANG.  Berhasil dalam pekerjaan, berhasil dalam keluarga atau berhasil dalam bidang lainnya, seperti ekonomi dan bisnis, atau sosial kemasyarakatan.

Mengacu pada kutipan di about.com, Inilah dasar motivasi bekerja bagi karyawan di kota besar, seperti Jakarta.  Mengapa Jakarta? Karena ibu kota selalu penuh dengan lika-liku pergerakan dunia kerja profesional, dan dapat menjadi acuan setiap individu untuk membangun karir yang lebih cemerlang.

Motivasi haruslah berasal dari dalam diri Anda, dan mungkin dapat distimulasi dengan pengalaman atau inspirasi dari orang lain.  Namun demikian, yang hakiki dalam motivasi diri adalah Anda, bukan orang lain.  Mentor, guru, pasangan, orang tua dan lainnya hanya akan membantu membangkitkan MOTIVASI Anda, dengan memberikan wejangan, masukan, dukungan atau saran.

Informasi mengenai motivasi diri sangat banyak dan mudah didapatkan, namun demikian yang tersulit adalah IMPLEMENTASI di lingkungan kerja.  Jika Anda seorang manajer atau pimpinan organisasi, maka Anda berkewajiban untuk membangun TRANSPARANSI KOMUNIKASI.  Terlebih dengan karyawan, agar lingkungan kerja dapat mendukung dan membangun motivasi masing-masing karyawan.

Apakah yang menjadi dasar motivasi bekerja bagi seseorang? Terlebih dengan semakin riuhnya dunia kerja, khususnya di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, atau Surabaya.  Saat Anda paham parameter berikut ini, maka Anda akan mampu MENJAGA dan MENGEMBANGKAN motivasi diri sendiri pun karyawan.

1.  Setiap orang TERMOTIVASI

Motivasi ada disekitar Anda dan disetiap karyawan, baik dalam pekerjaan, hobi, keluarga, spiritualitas, makanan dan lainnya. Motivasi menjadi bagian setiap orang untuk melakukan apapun dalam hidup mereka.  Apa yang ada disekitar Anda akan menjadi dasar motivasi bekerja.  Manfaatkan situasi dan kondisi tersebut dan disesuaikan dengan karakter atau pribadi karyawan Anda.

Lingkungan menjadi penentu sebuah kinerja mampu bertahan, tumbuh dan berkembang atau malah lebur.  Lingkungan harus dibangun dengan situasi dan kondisi yang hangat, kekeluargaan.  Kondisi ini yang akan selalu menjaga seseorang tetap termotivasi.

Kemampuan Anda membaca bagaimana seseorang bisa tetap termotivasi, pasti memudahkan proses delegasi kerja.  Arahan dan Panduan tidak akan mutlak lahir dari pemikiran Anda, namun karyawan yang termotivasi akan muncul bersama ide brilian mereka.

2.  Anda tidak dapat MEMOTIVASI Orang lain

Anda hanya dapat memberikan SUASANA dan LINGKUNGAN kerja yang kondusif dan supportif kepada masing-masing karyawan.  Motivasi ada dalam diri mereka bukan dari Anda.  Mereka perlu lingkungan agar termotivasi dengan isu-isu terkait pekerjaan.

Perilaku atau kepribadian Anda akan menjadi motivasi mereka atau justru sebaliknya.  Inilah mengapa Anda perlu membangun MANAJEMEN dan KEBIJAKAN yang mampu mendorong keluar motivasi diri.

3.  Motivasi tidak MAHAL

Aktivitas dan kegiatan kantor yang dapat memberikan motivasi kepada karyawan tidaklah selalu mahal dan harus mengeluarkan biaya.  Motivasi berupa hadiah atau reward hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung untuk jangka panjang.

Perlakuan dan perhatian atasan kepada bawahan yang paling utama dalam membangun motivasi kerja karyawan Anda.  Perhatian memberikan aura positif bahwa Anda sangat peduli dengan kinerja mereka.  Perlakuan dengan empati terhadap cara kerja dan performa menunjukkan keseriusan Anda membangun prestasi tim.

4.  ARAHAN yang Jelas

Sebagai pemimpin organisasi, Anda harus bermain serius dan menjadi role model bagi karyawan.  Hasil penelitian mengatakan bahwa arahan kerja yang tidak jelas atau mengambang menjadi ranking pertama sebagai alasan karyawan tidak termotivasi dalam bekerja.

Karyawan sangat berharap kejelasan mengenai EKSPEKTASI manajemen terhadap mereka, sehingga mereka mempunyai kerangka kerja yang selaras dengan Anda sebagai atasan.  Arahan yang diberikan harus GAMBLANG, dan TEGAS, tidak berubah mengikuti situasi kondisi yang ada.  Kalau pun terjadi perubahan, maka sudah dikomunikasikan terlebih dahulu.

5.  Motivasi Karyawan BERBEDA

Perlakuan Anda kepada setiap karyawan akan sangat berdampak kepada Motivasi Diri dalam bekerja.  Perlakuan yang baik akan membuat karyawan bahagia dan kebahagiaan akan menjadi faktor penting dalam kesuksesan organisasi.  Lingkungan kerja yang KONDUSIF tidaklah cukup, Anda akan ditantang untuk menjelaskan TUJUAN, Goals, PENGUKURAN KINERJA, dan Feedback Positif bagi kelangsungan organisasi.

Karena setiap karyawan mempunyai KARAKTER tersendiri, maka perlakuan pun harus tersendiri pada masing-masing orang.  Anda bisa membuat satu atau dua tugas sekaligus pada seseorang, namun tidak pada orang lain.  Perlakuan berbeda ini bukan membuat Anda menjadi PILIH KASIH, namun lebih menempatkan ORANG yang TEPAT pada POSISI yang TEPAT.

6.  Aktif mengumpulkan INFORMASI

Anda perlu bertanya kepada karyawan mengenai beberapa hal yang menjadi dasar motivasi bekerja mereka.  Dan mereka akan melihat sejauh mana Anda KONSISTEN dengan perkataan.  Jikalau Anda mengajak karyawan DISKUSI dan BERTANYA mengenai hal apa yang mereka inginkan, maka dengan RESPONSIF mereka menjawabnya.  Respon Anda terhadap KEBUTUHAN dan KEINGINAN adalah kunci keberhasilan memotivasi karyawan.

Informasi diperlukan untuk mencari tahu apakah tingkat motivasi kerja masih sama, atau justru semakin meningkat.  Selain masalah kompensasi dan benefit, hal apa lagi yang mampu mempertahankan dan meningkatkan motivasi bekerja seseorang dalam organisasi Anda.

7.  Motivasi dalam Bekerja adalah PILIHAN Karyawan

Tidak peduli seberapa kerasnya Anda membangun dukungan kepada masing-masing karyawan, berupa KEBIJAKAN dan ATURAN, namun akan selalu ada benang merah mengenai memotivasi karyawan.  Motivasi adalah PILIHAN karyawan dalam bekerja, dan mereka yang paling bertanggungjawab untuk memotivasi diri sendiri.

Anda tidak bisa dan tidak perlu memaksakan sesuatu yang mereka tidak kehendaki.  Misalkan, seseorang yang Aanda rasa mampu NAIK JABATAN, namun tidak mau menerima TANTANGAN PROMOSI.  Anda tidak perlu mengkondisikan situasi sedemikian rupa agar mereka akan mau mengikuti ASSESSMENT.  Motivasi adalah HAK dan PILIHAN masing-masing orang.  Anda hanya perlu menyediakan sarana prasarana, dengan tujuan akhir KINERJA PERUSAHAAN akan tetap cemerlang.

Leave a Reply