Dapatkah Anda menjadi Boss yang Tidak Menyebalkan..?

Anda sangat berharap Karyawan atau Tim menunjukkan performa terbaik mereka dalam bekerja, akan tetapi menjadi suatu benang tipis bagi Anda ketika harus memainkan peran sebagai Bos yang Keras dan Tegas dengan Harapan Tinggi dan Bos yang Menyebalkan serta Tidak Masuk Akal.  Menurut beberapa sumber konsultan Bisnis, ada beberapa aturan yang dapat Anda hindari sebelum melewati batas:

 1.       Hargailah Gaya Kerja yang Berbeda (Different Work Styles).

Jelaskan tentang hasil yang Anda harapkan, namun tidak menciptakan konflik hanya karena karyawan Anda memiliki gaya yang berbeda untuk mencapai sesuatu. “Kalau mereka efektif, berilah mereka kebebasan untuk mengembangkan solusi mereka sendiri dan menjadikannya nilai tambah,”. Ketika seorang pemimpin berkata, ‘Saya tidak ingin Anda melakukan sesuatu dengan cara lain daripada cara saya sendiri.’  Pernyataan tersebut sangat jelas mengundang Sisi Brengsek Anda dalam Organisasi, dan sebaiknya segera menghindari hal tersebut.  Setiap orang memiliki Gaya dan Cara Unik selama mereka tetap Produktif maka biarkanlah hal tersebut.

 2.       Berikan Karyawan Anda Tujuan (a sense of purpose).

Dalam buku, Leadership Isn’t for Cowards (Wiley, 2012), dijelaskan bahwa pemimpin bisnis perlu memberikan karyawan mereka alasan kepedulian (a reason to care).   Sulit memang jika Anda harus menyediakan sebuah Produk atau Jasa dibandingkan sekedar menyembuhkan kanker, akan tetapi semua orang terlibat dalam bisnis pelayanan – jadi pastikan karyawan mengerti akan itu. Misalnya, jika Anda menjual spare part mesin, itu terjadi karena seseorang membutuhkannya untuk menjaga peralatan mereka tetap berfungsi. Resepsionis sebuah Perusahaan Asuransi membantu melindungi orang dari masalah keuangan. Menjelaskan pentingnya Gambaran Besar dari apa yang orang lakukan membantu karyawan tetap Fokus dan Komit, bahkan ketika tuntutan yang sangat besar.

 3.       Hargailah Hasil yang Baik (Recognize Good Work).

 Jika Anda menetapkan tujuan kinerja yang ketat atau harapan yang harus dipenuhi karyawan, jangan mengubah aturan sebelum Anda melihat  Fakta Keberhasilan atau Kegagalan. Sertakan Harapan dan Tujuan yang Anda inginkan pada sumber daya yang ada seperti Manual Karyawan, Materi Training atau Job Desc. Lakukan review kinerja secara berkala dan pastikan untuk memberikan Pengakuan ketika harapan telah Terpenuhi atau Terlampaui. Anda dapat berucap “Good Job” yang sederhana di depan tim karena berhasil memenuhi Batas Waku (Deadline), atau Terima Kasih atas keberhasilan mendatangkan Klien Besar.  Mengakui hasil pekerjaan walau hanya dengan Ucapan Selamat akan meningkatkan motivasi dan pastinya memberikan Performa Lebih Baik dikemudian hari.

 4.       Berlakulah Hormat (Be Respectful).

 Terlepas dari bagaimana Tuntutan Anda pada Tim, perlakukanlah karyawan Anda dengan Hormat dan Bermartabat. Anda butuh keberanian ketika mengatakan kebenaran, namun lakukan itu dengan tidak menghancurkan perasaan karyawan.  Jangan memberikan “Pukulan Mematikan” yang mereka tidak bisa mengantisipasi dan hindarilah Gaya Komunikasi Destruktif seperti Terikan dan Hinaan. Perilaku yang meledak-ledak dan Sembrono hanya akan merusak Produktivitas dan berpotensi Anda kesulitan mempertahankan Karyawan Terbaik.

Anda tetap dapat menjadi Bos yang Hebat tanpa harus bersikap Menjengkelkan dan Menyebalkan bagi Tim, karena yang penting dalam hal ini adalah Komunikasi yang Terjalin Baik sehingga Tujuan Anda dapat diterima mereka dengan Jelas.

ikhtisar.com

Leave a Reply