Ciptakan Kekeluargaan dalam Perusahaan Anda untuk Menarik Minat Talenta Berbakat

Ciptakan Kekeluargaan dalam Perusahaan Anda untuk Menarik Minat Talenta Berbakat
Ciptakan Kekeluargaan dalam Perusahaan Anda untuk Menarik Minat Talenta Berbakat

Saat ini perusahaan berpacu dalam perebutan kandidat terbaik atau talenta berbakat untuk mengisi lini-lini organisasinya. Para talenta saat ini sudah mulai memasuki generasi Y dan Milenial, yang terlahir pada pertengahan tahun 90-an. Perusahaan besar akan berlomba menciptakan benefit atau kompensasi yang atraktif sehingga para talenta mereka akan terikat secara emosional dan profesional. Mempertahankan atau Menarik Talenta adalah sebuah Manajemen Strategi yang cukup penting dalam pengembangan perusahaan. Dan hal ini menjadi salah satu bottom line pada sisi Corporate Planning. Implementasi penciptaan sumber daya manusia yang handal diantara dengan Menciptakan Suasana Kekeluargaan bagi para Kandidat dan Talenta terbaik, agar mereka engage dan tertarik dengan perusahaan. Mengapa demikian?, sebagaimana dikutip dari entrepreneur.com berikut adalah dasar pemikirannya

1.  Tidak Melulu tentang Uang

Kabar baiknya adalah gaji tidak bekerja dominan ketika Anda merekrut Talenta. Sebuah gaji yang besar bukan satu-satunya bentuk imbalan finansial. Laporan Harvard Business School menemukan bahwa uang tidak selalu berkorelasi dengan kepuasan kerja. Bahkan, lebih banyak uang benar-benar dapat melawan sebuah perusahaan untuk mengurangi motivasi dan keterlibatan karyawan.

Bagi perusahaan baru, menjadi kabar gembira bahwa uang bukanlah satu-satunya motivasi seseorang menerima pekerjaan. Bagaimana perusahaan menarik dan mempertahankan staf terbaik? Dalam banyak pengalaman, Budaya Perusahaan memainkan peranan penting.

2.  Budaya Perusahaan adalah Pondasi bagi setiap Organisasi

Budaya Perusahaan adalah topik yang sering dibahas, namun ternyata masih cukup sulit didefinisikan dengan gamblang. Banyak faktor yang menyangkut budaya dalam sebuah perusahaan, seperti pendiri perusahaan, pelaku perusahaan dan pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi dan dilalui perusahaan tersebut akan menjadikan bentuk budaya perusahaan sesungguhnya. Sebuah study menyatakan bahwa 64% karyawan merasa bekerja pada perusahaan tanpa adanya budaya yang kuat.

3.  Keterbukaan adalah Wujud Kepercayaan kepada Calon Kandidat

Transparansi adalah aspek kunci dari budaya, khususnya bagi karyawan baru. Beberapa perusahaan, mendukung transparansi radikal dan berbagi informasi seperti data kompensasi individu. Banyak pemerintah telah menerbitkan data yang sama selama beberapa dekade, jadi mungkin tidak begitu radikal. Organisasi lainnya cenderung lebih rahasia, menjaga karyawan dari hal-hal seperti Strategi, Tujuan Organisasi, Diskusi Manajemen, Keuangan dan lainnya.

4.  Karyawan tidak akan selamanya bekerja pada Perusahaan

Kesempatan dimana seorang karyawan dapat berkembang jauh lebih berharga dibandingkan lainnya, meski dengan penawaran lebih. Generasi Milenial akan memilih menjalankan bisnis mereka sendiri dalam beberapa tahun kemudian, dan hal ini menjadi pertanda bahwa perusahaan Anda tidak akan mendapatkan nilai lebih dari para kandidat seperti ini.

Meski demikian, setiap karyawan selalu ingin mendapat kesempatan berkembang dan perusahaan memfasilitasinya. Penelitian Gallup menegaskan bahwa 61% para manajer handal selalu bekerja untuk meningkatkan Kekuatan dan Atribut Diri mereka. Pemimpin yang baik akan memotivasi dan menginspirasi karyawan. Pada gilirannya, para pemimpin baru akan menghidupkan nilai-nilai perusahaan dan memperkuat budayanya.

Calon Kandidat dan Talenta yang tepat akan melihat diluar gaji dan mempertimbangkan seluruh paket kompensasi dalam pekerjaannya. Karyawan baru yang percaya dengan misi Anda – dan tahu bahwa Anda percaya pada mereka – adalah satu-satunya talenta yang diinginkan bekerja dengan Anda. Dengan Anda Ciptakan Kekeluargaan dalam Perusahaan, Anda telah Menarik Minat Talenta Berbakat untuk bergabung.

Leave a Reply