Jabatan, Pangkat, Golongan, jadi Cerminan Jenjang Karir

jabatan pangkat dan golongan cerminan jenjang karir
Jabatan Pangkat dan Golongan cerminan Jenjang Karir

Jabatan, Pangkat, Golongan jadi Cerminan Jenjang Karir yang sukses bagi Anda..??. Kalau ya jawabannya, maka kita akan coba ulas lebih lanjut.  Bagaimana Anda melihat dari sisi kompetensi tentang Jabatan, Pangkat dan Golongan.

Sebuah organisasi bisnis dimanapun akan melibatkan berbagai professional dari latar belakang yang berbeda-beda.  Kolaborasi dan Sinergi antar individu inilah yang dipergunakan dalam membangun sebuah organisasi bisnis, sehingga tumbuh dan berkembang, mensejahterakan berbagai kalangan, stakeholder, employee, partner dan lainnya.  Jabatan, Pangkat dan Golongan dalam struktur organisasi adalah sebagian dari cerminan perkembangan karir seseorang. Posisi Anda dalam struktur organisasi dapat memperjelas cerminan jenjang karir Anda kelak.

Salah satu cara membuat para pelaku organisasi tetap Mau dan Mampu bekerja maksimal untuk membangun dan menumbuhkembangkan perusahaan, maka dilakukanlah bermacam cara untuk membuat mereka bertahan dan berkontribusi secara terus menerus.  Pertumbuhan jenjang karir individu inilah yang akan membuat seseorang bertahan dalam perusahaan, atau mengakhiri masa baktinya.  Bertahan karena idealisme atau bertahan karena “butuh” adalah hal yang lumrah terjadi.  Namun demikian perusahaan yang sehat akan selalu membangun suasana dan kondisi perusahaan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jenjang karir karyawan mereka.

Berbagai cara dilakukan oleh banyak perusahaan untuk mengembangkan karir seseorang yang bekerja dengan mereka, diantaranya dengan mendefisinikan status karyawan dalam istilah Jabatan, Pangkat dan Golongan.  Hirarki ini terjadi disetiap organisasi, baik organisasi bisnis maupun organisasi sosial.  Dalam organisasi non bisnis, ada istilah ketua, wakil ketua, bendahara, dan lainnya.  Sedangkan dalam sebuah organisasi bisnis ada istilah staff, dan non staff.  Berbagai ragam istilah jabatan tergantung bagaimana sebuah organisasi mendefinisikannya.  Jabatan, Pangkat dan Golongan dalam sebuah struktur pekerjaan menunjukkan cerminan perkembangan jenjang karir Anda.  Semakin tinggi jabatan Anda, semakin menegaskan kapasitas Anda, demikian pula semakin tinggi pangkat atau golongan yang Anda sandang, mencirikan sejauh mana Anda telah berkarir dalam perusahaan tersebut.

Hirarki Jenjang Karir dalam Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki cara mendefinisikan jenjang karir karyawan mereka.  Istilah yang umum digunakan adalah jabatan, pangkat dan golongan.  Jabatan adalah fungsi kerja yang melekat pada masing-masing individu, sedangkan pangkat adalah fungsi struktur organisasi seseorang, sedangkan golongan merupakan perangkat yang terkait dengan masa kerja seseorang.

1.  Jabatan

Jabatan dalam hirarki organisasi perusahaan dapat dibedakan dalam kategori yang umum dipakai yaitu : Staff, Supervisor, Manager, General Manager, Direktur.

Staff adalah level terbawah dalam struktur organisasi, dan mempunyai fungsi kerja terbatas.  Staff adalah pelaksana struktur kerja terbatas, dengan wewenang dan tanggungjawab terbatas. Setiap pekerjaan akan memiliki pelaksana-pelaksana langsung, seperti customer service, marketing officer, kasir atau teller, data entry dan lainnya.  Setiap perusahaan memiliki struktur staff atau pelaksana terbesar, sehingga mereka akan berada dalam piramida terbawah.

Dalam jangka waktu tertentu, seorang staff yang berprestasi dapat dipromosikan pada jabatan diatasnya yaitu supervisor.  Organisasi yang cukup besar membedakan level pelaksana (staff) menjadi beberapa pangkat dan golongan, semisal : Junior Staff, Staff, Senior Staff.  Pemangkatan dan Penggolongan ini akan disesuaikan dengan kondisi organisasi dan jenjang karir yang berlaku dalam perusahaan tersebut.

Supervisor adalah seorang yang mensupervisi beberapa staff dalam sebuah bidang pekerjaan, semisal supervisor teller, supervisor marketing dan lainnya.  Fungsi kerja dan tanggung jawab seorang supervisor tentunya jauh lebih besar daripada seorang staff.  Mereka mempunyai target tim yang harus dicapai.  Seorang supervisor wajib memberikan arahan dan dukungan kepada masing-masing staffnya.

Manager adalah jabatan lanjutan setelah supervisor.  Seorang manajer dapat membawahi beberapa supervisor dan mempunyai beberapa fungsi kerja yang berbeda.  Jika seorang supervisor mempunyai bidang kerja tertentu dengan beberapa anak buah (baca : staff), maka seorang manajer akan mengelola beberapa supervisor dengan beberapa macam bidang pekerjaan.  Misalkan seorang Manajer General Affair, dapat bertanggungjawab pada bidang pekerjaan Supervisor Aset dan Supervisor Pengadaan.

General Manager adalah jabatan senior management dalam hirarki organisasi.  Membawahi beberapa manajer dengan fungsi kerja yang lebih luas.  Misalkan seorang GM pada bidang HR dan GA, atau GM pada bidang Marketing dengan beberapa merek produk.  Usia matang sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang menjadi General Manager.  Tidak tertutup kemungkinan seorang manajer yang baru beberapa tahun menjabat sebagai Manajer Produksi diangkat menjadi GM Pabrik, karena kemampuan dan kematangannya dalam mengelola tanggungjawab.

Setelah menjabat sebagai seorang GM, maka Anda jika masih mampu mengembangkan kompetensi, tidak tertutup kemungkinan akan mendapat kesempatan menjadi Top Management yakni level direktur, baik direktur umum, direktur keuangan atau bahkan sampai pada level direktur utama.  Inilah puncak jenjang karir profesional dalam sebuah struktur organisasi bisnis yang dapat Anda lalui dan dapat Anda capai.

2.  Pangkat

Pangkat mungkin Anda kenal dalam organisasi kemiliteran, seperti Kopral, Sersan, Mayor sampai dengan Pangkat Perwira Menengah dan Perwira Tinggi seperti Kolonel atau Jenderal.  Namun demikian dalam organisasi bisnis pun telah dibuatkan kepangkatan, yang tentunya berbeda-beda pada masing-masing Perusahaan.

Organisasi bisnis mengadopsi aturan kepangkatan berdasarkan Jabatan.  Semisal level jabatan Staff dapat dikategorikan menjadi 3 tingkat Kepangkatan, yakni Junior Staff, Staff, dan Senior Staff.  Aturan Kepangkatan akan disesuaikan (biasanya) dengan besar kecilnya organisasi, dan prospek jenjang karir setiap Jabatan.  Sehingga jika ada perusahaan dengan aturan Kepangkatan yang sangat panjang, maka dipastikan Struktur Organisasinya sudah cukup Komprehensif dan Lengkap.  Jangan heran pula aturan Promosi akan mengacu tidak hanya pada Jabatan namun juga melihat Kepangkatan.  Seorang Staff mungkin saja tidak dinaikkan pangkatnya menjadi Senior Staff manakala secara Kapasitas dan Kapabilitas mempunyai Kompetensi menjadi seorang Supervisor, dimana akhirnya staff tersebut justru dipromosikan ke jenjang Jabatan dan Pangkat yang lebih tinggi, mis : Junior Supervisor.

Berikut beberapa kategori Kepangkatan dalam Struktur Organisasi Bisnis secara umum:

Pangkat dalam Jabatan Staff

  • Junior Staff
  • Staff
  • Senior Staff

Pangkat dalam Jabatan Supervisor

  • Junior Supervisor
  • Supervisor
  • Senior Supervisor

Pangkat dalam Jabatan Manajer

  • Junior Manajer
  • Manajer
  • Senior Manajer

Pangkat dalam Jabatan General Manager

  • Deputy GM
  • GM
  • Senior GM

Dalam organisasi baru dengan jumlah Man Power yang relatif masih sedikit, bisa jadi Jabatan akan mencerminkan Pangkat. Dan seiring pertumbuhan organisasi maka Kepangkatan akan diupdate sesuai kebutuhan.  Jabatan Pangkat dan Golongan merupakan cara perusahaan membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Jabatan, Pangkat dan Golongan pada level manajemen berikutnya adalah Direktur dan Komisaris.  Posisi ini adalah posisi yang sangat strategis, dan merupakan puncak karir profesional seseorang.  Level Direksi dapat berisikan Direktur, Vice President Director dan Direktur Utama.  Dan posisi Komisaris pun demikian, bisa sebagai Komisaris, Presiden Komisaris atau Komisaris Independen.

Jabatan, Pangkat, dan Golongan merupakan salah satu cerminan jenjang karir bagi Anda yang memilih profesi sebagai employee (karyawan).

19 thoughts on “Jabatan, Pangkat, Golongan, jadi Cerminan Jenjang Karir

  1. venny May 23, 2016 at 8:58 AM

    Pak mau tanya
    Apakah jabatan dapat dihilangkan oleh perusahaan . Bagaimanakah posisi karyawan jika jabatannya dihilangkan
    Jika karyawan mendapat demosi apakah pendapatannya juga berubah
    Terimakasih

    • Ikhtisar May 23, 2016 at 6:43 PM

      Dear Mba Venny

      Terima Kasih atas atensi Anda. Promosi, Rotasi, Mutasi, Demosi adalah Mekanisme Organisasi Perusahaan.
      Jika promosi sudah cukup jelas, ada kenaikan kompensasi dan benefit. Dan jika terjadi demosi, maka akan ada penyesuaian gaji dan tunjangan.
      Selanjutnya Reorganisasi pun sering terjadi, tergantung bisnis perusahaan. Ada penambahan struktur jabatan pun ada pengurangan jabatan.
      Posisi karyawan ynag terkena reorganisasi dapat diberdayakan kepada jabatan lainnya, atau ada opsi rasionalisasi (PHK). Semua kembali kepada Kapasitas dan Kompetensi karyawan tersebut.

      Demikian semoga bermanfaat

      Salam,
      Ikhtisar.com

  2. Safrinaislamyputri October 1, 2016 at 11:05 AM

    Pak mau tanyak
    Luasan mana pangkat dan jabatan berikan alasannya
    Terima kasih

    • Ikhtisar October 16, 2016 at 10:28 AM

      Dear Mba Putri,

      Thanks a lot atas atensinya
      Pangkat itu melekat pada seseorang, istilahnya Personal Attributes
      Jabatan itu melekat pada organisasi, istilahnya Organization Structure

      Tentunya Jabatan lebih luas, karena bisa dimodifikasi sesuai dengan Kebutuhan Tumbuh Kembangnya Perusahaan.
      Jabatan bisa Horisontal ataupun Vertikal perkembangannya.

      Pangkat hanya bersifat Vertikal, makin keatas makin Tinggi.
      Gbrnya dalam perusahaan, seorang dengan pangkat VP-Vice President bisa saja berada dalam Jabatan Kepala Divisi ataupun Staff Ahli.

      Demikian informasinya dan semoga bermanfaat,
      Salam Sukses

      Ikhtisar.com

  3. Muhammad Yudha Tristianto November 22, 2016 at 4:51 PM

    posisi OB, Driver itu dmn pak?

    • Ikhtisar December 23, 2016 at 9:20 AM

      Dear Mas Yudha
      OB ataupun Driver berada pada posisi staff yang berkutat dengan aktivitas operasional
      Demikian penjelasannya

      Salam Sukses,
      Ikhtisar.com

  4. nita Ariani March 13, 2017 at 6:45 AM

    Mau nanya ? ada golongan staff dan non staff itu seperti ap ya…bisa bantu saya kah

    • Ikhtisar March 14, 2017 at 1:46 PM

      Dear Mba Nita
      Staf secara fungsional adalah Level Clerical, misalkan bagian Admin, Kasir, Data Entry, CS dan lainnya.
      Sedangkan Non Staf adalah posisi kerja yang tidak berhubungan dengan Data, seperti Driver, Office Boy, Security dan lainnya

      Demikian tambahannya semoga membantu
      Ikhtisar.com

  5. gina March 17, 2017 at 2:44 PM

    Selamat siang. Saya mau nanya, artikel ini sumber nya dari mana ya ? Terimakasih

    • Ikhtisar March 30, 2017 at 5:45 PM

      Dear Gina

      Terima Kasih atas atensi Anda
      Untuk Sumber Tulisan merupakan Dokumen Internal dimana penulis bekerja, sehingga sifatnya dinamis sangat tergantung Tipe dan Ukuran Organisasi
      Demikian penjelasannya dan semoga bermanfaat

      Salam Sukses,
      Ikhtisar.com

  6. fithra hamdani May 18, 2017 at 7:05 PM

    Selamat malam, berdasarkan jwbn anda diatas berarti ada kemungkinan seseorg memiliki pangkat Senior Vice President (berikut dg salary dan benefit lainnya) namun jabatannya (pekerjaannya) adalah Supervisor or Team Leader. Benarkah bisa seperti itu? Correct me if im wrong. Jika benar lantas apa yg menjadi penyebab bisa terjadinya hal tsb? Krn selama ini yg saya pahami pangkat (salary n benefit) = jabatan (tanggung jawab). Trm ksh atas penjelasannya

    • Ikhtisar June 2, 2017 at 8:49 AM

      Dear Fithra

      Pangkat dan Jabatan benar seperti yang Anda sebutkan diatas yakni adalah Setara atau Sebanding. “pangkat (salary n benefit) = jabatan (tanggung jawab)”
      Semakin Tinggi Jabatan seseorang maka akan semakin tinggi pula Pangkatnya.

      Kita ambil contoh misalkan Kapolri, Kapolri adalah Jabatan, sedangkan Pangkatnya, bisa dimulai dari Bintang 3, dan dalam waktu tertentu akan dipromosikan menjadi Bintang 4 (Sesuai Standar).

      Lebih jelasnya adalah sbb :
      Pangkat : Personal Grade, dimana melekat pada seseorang
      Jabatan : Job Grade, dimana melekat pada fungsi (pekerjaan)
      Pangkat dan Jabatan akan berjalan Selaras.

      Untuk SVP/VP biasanya Pangkat ini melekat pada orang dengan Jabatan tinggi, misalkan Kepala Divisi atau Group Head
      Jadi tidak relevan seorang Supervisor (TL) mempunyai Pangkat SVP atau Vice President.

      Demikian penjelasannya dan semoga Bermanfaat

      Salam,
      Ikhtisar.com

  7. miss aisho May 29, 2017 at 1:29 PM

    Kepala divisi apa sama dengan supervisor? Tinggian mana jabatan kepala divisi dengan manager??

    • Ikhtisar June 2, 2017 at 8:29 AM

      Dear Reader
      Dalam Struktur Organisasi Jabatan dapat diuraikan secara sederhana sbb :
      1. BOC – Board of Commisioner (Dewan Komisaris)
      2. BOD – Board of Director (Dewan Direksi)
      3. Division Head (Kepala Divisi)
      4. Departemen Head (Kepala Departemen)
      5. Supervisor
      6. Staff

      jika melihat struktur tsb diatas, maka Kepala Divisi tentunya lebih tinggi daripada Supervisor bahkan Manager (Dept. Head)
      Demikian penjelasannya semoga bermanfaat

      • miss aisho June 9, 2017 at 3:51 PM

        Berarti kepala divisi tdk berhubungan langsung dengan para staff??

        • Ikhtisar June 16, 2017 at 2:30 PM

          Dear Miss Aisho
          Tepat sekali, secara umum, Staff akan di supervisi langsung oleh Supervisor atau Team Leader
          Namun tentunya dalam komunikasi sehari-hari bisa saja seorang Kepala Divisi akan memberikan Coaching level Staff mereka.

          Salam,
          Ikhtisar.com

  8. Top Training Indonesia June 12, 2017 at 11:38 AM

    Menarik sekali artikelnya … saya menjadi lebih mengerti sekarang

  9. nita October 16, 2017 at 2:38 PM

    ketika sesorang bertanya pada suatu interview di Perusahaan (Perbankan) “kamu berada dalam grade berapa ?” , sedangkan yang bersangkutan pada perusahaan sebelumnya (Asuransi) tidak mengenal istilah grade tersebut, namun menduduki jabatan sebagai SVP, maka jika disetarakan dengan grade di perbangkan, untuk SVP itu ada pada garde berapa yah.. thanks

    • Ikhtisar October 16, 2017 at 3:25 PM

      Dear Reader,

      Mari kita bahas sedikit tentang GRADE. Grade adalah jenjang seluruh golongan kepangkatan.
      Misal ada 7 Golongan, yakni Gol 1 hingga Gol. 7. Kemudian ada sub-golongan A, B, C, D.
      Maka GRADE dalam perusahaan tersebut adalah 7 (gol) X 4 (sub-gol) = 28 GRADE

      Nah, kemudian, cek posisi Anda pada Golongan dan SUb-Golongan berapa.
      Kalau misalkan Gol 3A, maka Grade Anda ada di : GRADE-9 dari 28

      Grade juga dimaksudkan sama dengan PANGKAT dan GOLONGAN, bisa Supervisor, Asisten Manager, Manager atau General Manager

      Oh ya,
      Mohon koreksi, definisi SVP disini apakah Senior Vice President atau Supervisor?
      Kalau yang dimaksud SVP –> SENIOR VICE PRESIDENT berarti ybs sudah pada level General Manager (GM), Level tertinggi status karyawan sebelum DIREKSI.
      Namun jika yang dimaksud Svp (mungkin Spv) –> SUPERVISOR berarti ybs sudah berada pada level junior management, karena sudah punya anak buah. Namun belum pada grade MANAGER.

      Jadi, ketika ditanya saat interview, “kamu berada dalam grade berapa?”
      Jawab saja, : Saya SUPERVISOR dengan Golongan 3A, dari 7 Golongan dan 4 sub-golongan (A, B, C, D)
      Sang pewawancara pasti paham maksud Anda.

      Semoga membantu dan Sukses untuk Anda

      Ikhtisar.com

Leave a Reply