Jabatan, Pangkat, Golongan, jadi Cerminan Jenjang Karir

jabatan pangkat dan golongan cerminan jenjang karir
Jabatan Pangkat dan Golongan cerminan Jenjang Karir

Jabatan, Pangkat, Golongan jadi Cerminan Jenjang Karir Anda..??. Kalau YA jawabannya, maka kita akan coba ulas lebih lanjut.  Bagaimana Anda melihat dari sisi KOMPETENSI tentang Jabatan, Pangkat dan Golongan.

Sebuah organisasi bisnis dimanapun akan melibatkan berbagai professional dari latar belakang yang berbeda-beda.  Kolaborasi dan Sinergi antar individu inilah yang dipergunakan dalam membangun sebuah organisasi bisnis, sehingga TUMBUH dan BERKEMBANG, mensejahterakan berbagai kalangan, stakeholder, employee, partner dan lainnya.  JABATAN, PANGKAT dan GOLONGAN dalam struktur organisasi adalah sebagian dari cerminan perkembangan karir seseorang. Posisi Anda dalam struktur organisasi dapat memperjelas cerminan jenjang karir Anda kelak.

Salah satu cara membuat para pelaku organisasi tetap MAU dan MAMPU bekerja maksimal untuk membangun dan menumbuh-kembangkan perusahaan, maka dilakukanlah bermacam cara untuk membuat mereka BERTAHAN dan BERKONTRIBUSI secara terus menerus.  Pertumbuhan JENJANG KARIR individu inilah yang akan membuat seseorang bertahan dalam perusahaan, atau mengakhiri masa baktinya.  Bertahan karena IDEALISME atau bertahan karena “BUTUH” adalah hal yang lumrah terjadi.  Namun demikian perusahaan yang sehat akan selalu membangun SUASANA dan KONDISI perusahaan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jenjang karir karyawan mereka.

Bertahan karena Idealisme atau bertahan karena “Butuh” adalah Hal yang Lumrah terjadi

Berbagai cara dilakukan oleh banyak perusahaan untuk mengembangkan karir seseorang yang bekerja dengan mereka, diantaranya dengan mendefisinikan status karyawan dalam istilah Jabatan, Pangkat dan Golongan.  Hirarki ini terjadi disetiap organisasi, baik organisasi BISNIS maupun organisasi SOSIAL.  Dalam organisasi non bisnis, ada istilah ketua, wakil ketua, bendahara, dan lainnya.  Sedangkan dalam sebuah organisasi bisnis ada istilah staff, dan non staff.

Berbagai ragam istilah jabatan tergantung bagaimana sebuah organisasi membuat DEFINISI.  Jabatan, Pangkat dan Golongan dalam sebuah struktur pekerjaan menunjukkan cerminan perkembangan jenjang karir Anda.  Semakin tinggi jabatan Anda, semakin menegaskan KAPASITAS dan KAPABILITAS Anda, demikian pula semakin tinggi pangkat atau golongan yang Anda sandang, mencirikan sejauh mana Anda telah berkarir dalam perusahaan tersebut.

KAPASITAS : Potensi yang Anda miliki terkait dengan Pekerjaan, Hubungan Personal dan Manajemen Diri
KAPABILITAS : Kemampuan Anda dalam sebuah Pekerjaan yang dilihat dari KINERJA

HIRARKI Jenjang Karir dalam Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki cara mendefinisikan jenjang karir karyawan mereka.  Istilah yang umum digunakan adalah jabatan, pangkat dan golongan.  JABATAN adalah fungsi kerja yang melekat pada masing-masing individu, sedangkan PANGKAT adalah fungsi struktur organisasi seseorang, dan GOLONGAN merupakan perangkat yang terkait dengan masa kerja seseorang.

#1.  JABATAN

Jabatan dalam hirarki organisasi perusahaan dapat dibedakan dalam kategori yang umum dipakai yaitu : Staff, Supervisor, Manager, General Manager, Direktur dan Komisaris.

STAFF adalah level terbawah dalam sebuah struktur organisasi, dan mempunyai fungsi kerja TERBATAS.  Staff adalah pelaksana struktur kerja terbatas, dengan WEWENANG dan TANGGUNGJAWAB tertentu. Setiap pekerjaan akan memiliki pelaksana-pelaksana langsung, seperti customer service, marketing officer, kasir atau teller, data entry dan lainnya.  Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi level staff atau pelaksana sebagai yang TERBESAR atau TERBANYAK, sehingga mereka akan berada dalam piramida terbawah.

Piramida Jenjang Karir
Piramida Jenjang Karir

Dalam jangka waktu tertentu, seorang staff yang berprestasi dapat dipromosikan pada jabatan diatasnya yaitu SUPERVISOR.  Organisasi yang cukup besar membedakan level pelaksana (staff) menjadi beberapa pangkat dan golongan, semisal : Junior Staff, Staff, Senior Staff.  Pemangkatan dan Penggolongan ini akan disesuaikan dengan kondisi organisasi dan jenjang karir yang berlaku dalam perusahaan tersebut.

SUPERVISOR adalah seorang yang mensupervisi beberapa staff dalam sebuah bidang pekerjaan, semisal supervisor teller, supervisor marketing officer dan lainnya.  FUNGSI kerja dan TANGGUNG JAWAB seorang supervisor tentunya jauh lebih besar daripada seorang staff.  Mereka mempunyai TARGET TIM yang harus dicapai.  Seorang supervisor wajib memberikan ARAHAN dan DUKUNGAN kepada masing-masing staffnya.  Dan tidak jarang mereka pun harus TURUN LAPANGAN untuk memastikan fungsi KONTROL dan MONITORING berjalan.  Kinerja seorang Supervisor dilihat dari keberhasilan anggota timnya.

MANAGER adalah jabatan lanjutan setelah supervisor.  Seorang manajer dapat membawahi beberapa supervisor dan mempunyai beberapa fungsi kerja yang berbeda.  Jika seorang supervisor mempunyai bidang kerja tertentu dengan beberapa anak buah (baca : staff), maka seorang manajer akan mengelola beberapa supervisor dengan beberapa macam bidang pekerjaan.  Misalkan seorang Manajer General Affair, dapat bertanggungjawab pada bidang pekerjaan Supervisor ASET dan Supervisor PENGADAAN BARANG.

GENERAL MANAGER adalah jabatan senior management dalam hirarki organisasi.  Membawahi beberapa manajer dengan fungsi kerja yang lebih luas.  Misalkan seorang GM pada bidang HR dan GA, atau GM pada bidang Sales and Marketing dengan beberapa merek produk.  Usia matang seseorang sangat berpengaruh pada kemampuan (kapabilitas) seseorang menjadi General Manager.  Tidak tertutup kemungkinan seorang manajer yang baru beberapa tahun menjabat sebagai Manajer Produksi diangkat menjadi GM Pabrik, karena kemampuan dan kematangannya dalam mengelola tanggungjawab.

Setelah menjabat sebagai seorang GM, maka Anda jika masih mampu mengembangkan KOMPETENSI, tidak tertutup kemungkinan akan mendapat kesempatan menjadi Top Management yakni level DIREKTUR, baik Direktur Umum, Direktur Keuangan atau bahkan sampai pada level Direktur Utama (CEO).  Inilah puncak jenjang karir profesional dalam sebuah struktur organisasi bisnis yang dapat Anda lalui dan dapat Anda capai.

Setiap proses menaiki Jenjang Karir tersebut Anda perlu melakukannya dengan KOMITMEN dan KONSISTEN.  Waktu tidak akan berlau terlalu cepat atau terlalu lambat bagi Anda.  KOMPETENSI Anda yang menjadi acuan manajemen untuk mempromosikan Anda pada Jabatan yang lebih tinggi.

Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam proses mendapatkan PROMOSI Jabatan. Dimana proses Assessment merupakan salah satu bagiannya.

Baca juga : Persiapan Menghadapi Assessment Promosi Jabatan.

#2.  PANGKAT

Pangkat mungkin Anda kenal dalam organisasi kemiliteran, seperti Kopral, Sersan, Mayor sampai dengan Pangkat Perwira Menengah dan Perwira Tinggi seperti Kolonel atau Jenderal.  Namun demikian dalam organisasi bisnis pun telah dibuatkan kepangkatan, yang tentunya berbeda-beda pada masing-masing Perusahaan.

Organisasi bisnis mengadopsi aturan kepangkatan berdasarkan Jabatan.  Semisal level jabatan Staff dapat dikategorikan menjadi 3 tingkat Kepangkatan, yakni Junior Staff, Staff, dan Senior Staff.  Aturan Kepangkatan akan disesuaikan dengan BESAR KECIL organisasi, dan PROSPEK jenjang karir setiap Jabatan.  Sehingga jika ada perusahaan dengan aturan Kepangkatan yang sangat panjang, maka dipastikan STRUKTUR ORGANISASI nya sudah cukup KOMPREHENSIF dan LENGKAP.

Jangan heran pula aturan Promosi akan mengacu tidak hanya pada Jabatan namun juga melihat Kepangkatan.  Seorang Staff mungkin saja tidak dinaikkan pangkatnya menjadi Senior Staff manakala secara Kapasitas dan Kapabilitas mempunyai Kompetensi menjadi seorang Supervisor, dimana akhirnya staff tersebut justru dipromosikan ke jenjang Jabatan dan Pangkat yang lebih tinggi, mis : Junior Supervisor.

Aturan Kepangkatan akan disesuaikan dengan BESAR KECIL Organisasi, dan PROSPEK Jenjang Karir setiap Jabatan.

Berikut beberapa kategori Kepangkatan dalam Struktur Organisasi Bisnis secara umum:

# Pangkat dalam Jabatan STAFF

  • Junior Staff
  • Staff
  • Senior Staff

# Pangkat dalam Jabatan SUPERVISOR

  • Junior Supervisor
  • Supervisor
  • Senior Supervisor

# Pangkat dalam Jabatan MANAGER

  • Junior Manajer
  • Manajer
  • Senior Manajer

# Pangkat dalam Jabatan GENERAL MANAGER

  • Deputy GM
  • GM
  • Senior GM

# Pangkat dalam Jabatan DIREKTUR

  • Deputy Direktur
  • Direktur
  • Deputy Direktur Utama (Vice President)
  • Direktur Utama (President Director – CEO)

Dalam organisasi baru dengan jumlah Man Power yang relatif masih sedikit, bisa jadi Jabatan akan mencerminkan Pangkat. Artinya tidak ada perbedaan pangkat antar jabatan yang sama.  Karena Struktur organisasi masih sederhana dan kecil.  Dan seiring pertumbuhan organisasi maka Kepangkatan akan diupdate sesuai kebutuhan.

#3.  GOLONGAN

Golongan adalah Deskripsi berupa NOMER dan/atau HURUF yang dilekatkan pada Jabatan seseorang.  Misalkan seorang staff kasir akan diberikan golongan 1A, sementara seorang staff senior kasir akan diberikan golongan 1B.  Pendeskripsian golongan inipun tergantung sejauh mana KOMPLEKSITAS Organisasi perusahaan.  Ada perusahaan yang memberikan golongan (Grade) berupa angka 1 s.d. 25 atau berupa huruf A s.d. M atau kombinasi keduanya mulai dari 1A s.d. 5D.

Sebagaimana Jabatan dan Pangkat, yang diulas sebelumnya, golongan pun menjadi salah satu cerminan jenjang karir seseorang.  Dua orang dengan Jabatan yang sama yakni Direktur dan Pangkat Deputy Direktur, bisa jadi mempunyai golongan yang berbeda, dibedakan dari Angka dan/atau Huruf.

Sebaran jumlah golongan dalam Jabatan dan Pangkat akan semakin banyak, dilihat dari model Struktur Organisasi perusahaan tersebut.

KESIMPULAN

Jabatan Pangkat dan Golongan merupakan cara perusahaan membangun sumber daya manusia yang berkualitas.  Kualitas SDM sebuah perusahaan tidak hanya tercermin dari Kompensasi dan Benefit yang mereka berikan, namun juga dari Struktur Organisasi yang dipergunakan.

Jabatan, Pangkat dan Golongan pada level Direktur dan Komisaris adalah puncak dari sebuah pencapaian Jenjang Karir.  Nilai Ekonomis Anda pada posisi ini sudah sangat tinggi, bahkan tanpa Salary Range tertentu.  Semua dilihat dari kinerja dan pengalaman yang dimiliki.

Posisi ini adalah posisi yang sangat strategis, dan merupakan puncak karir profesional seseorang.  Level Direksi yang berisikan Direktur, Vice President Director dan Direktur Utama tidak bekerja sendiri, sebaba ada posisi Komisaris sebagai Advisor mereka. Dimana struktur jabatan Komisaris pun demikian, bisa sebagai Komisaris, Presiden Komisaris atau Komisaris Independen.

Jabatan, Pangkat, dan Golongan merupakan salah satu cerminan jenjang karir bagi Anda yang memilih profesi sebagai employee (karyawan).  Dimulai dari Level Terbawah Staff Lapangan dan berakhir pada Level Tertinggi sebagai Direktur adalah BUKAN CERITA KOSONG.  Banyak sudah contoh orang-orang yang sukses menapaki Jenjang Karir mereka sejak awal bekerja dan berakhir pada posisi strategis.

48 thoughts on “Jabatan, Pangkat, Golongan, jadi Cerminan Jenjang Karir

  1. venny May 23, 2016 at 8:58 AM

    Pak mau tanya
    Apakah jabatan dapat dihilangkan oleh perusahaan . Bagaimanakah posisi karyawan jika jabatannya dihilangkan
    Jika karyawan mendapat demosi apakah pendapatannya juga berubah
    Terimakasih

    • Ikhtisar May 23, 2016 at 6:43 PM

      Dear Mba Venny

      Terima Kasih atas atensi Anda. Promosi, Rotasi, Mutasi, Demosi adalah Mekanisme Organisasi Perusahaan.
      Jika promosi sudah cukup jelas, ada kenaikan kompensasi dan benefit. Dan jika terjadi demosi, maka akan ada penyesuaian gaji dan tunjangan.
      Selanjutnya Reorganisasi pun sering terjadi, tergantung bisnis perusahaan. Ada penambahan struktur jabatan pun ada pengurangan jabatan.
      Posisi karyawan ynag terkena reorganisasi dapat diberdayakan kepada jabatan lainnya, atau ada opsi rasionalisasi (PHK). Semua kembali kepada Kapasitas dan Kompetensi karyawan tersebut.

      Demikian semoga bermanfaat

      Salam,
      Ikhtisar.com

  2. Safrinaislamyputri October 1, 2016 at 11:05 AM

    Pak mau tanyak
    Luasan mana pangkat dan jabatan berikan alasannya
    Terima kasih

    • Ikhtisar October 16, 2016 at 10:28 AM

      Dear Mba Putri,

      Thanks a lot atas atensinya
      Pangkat itu melekat pada seseorang, istilahnya Personal Attributes
      Jabatan itu melekat pada organisasi, istilahnya Organization Structure

      Tentunya Jabatan lebih luas, karena bisa dimodifikasi sesuai dengan Kebutuhan Tumbuh Kembangnya Perusahaan.
      Jabatan bisa Horisontal ataupun Vertikal perkembangannya.

      Pangkat hanya bersifat Vertikal, makin keatas makin Tinggi.
      Gbrnya dalam perusahaan, seorang dengan pangkat VP-Vice President bisa saja berada dalam Jabatan Kepala Divisi ataupun Staff Ahli.

      Demikian informasinya dan semoga bermanfaat,
      Salam Sukses

      Ikhtisar.com

  3. Muhammad Yudha Tristianto November 22, 2016 at 4:51 PM

    posisi OB, Driver itu dmn pak?

    • Ikhtisar December 23, 2016 at 9:20 AM

      Dear Mas Yudha
      OB ataupun Driver berada pada posisi staff yang berkutat dengan aktivitas operasional
      Demikian penjelasannya

      Salam Sukses,
      Ikhtisar.com

  4. nita Ariani March 13, 2017 at 6:45 AM

    Mau nanya ? ada golongan staff dan non staff itu seperti ap ya…bisa bantu saya kah

    • Ikhtisar March 14, 2017 at 1:46 PM

      Dear Mba Nita
      Staf secara fungsional adalah Level Clerical, misalkan bagian Admin, Kasir, Data Entry, CS dan lainnya.
      Sedangkan Non Staf adalah posisi kerja yang tidak berhubungan dengan Data, seperti Driver, Office Boy, Security dan lainnya

      Demikian tambahannya semoga membantu
      Ikhtisar.com

  5. gina March 17, 2017 at 2:44 PM

    Selamat siang. Saya mau nanya, artikel ini sumber nya dari mana ya ? Terimakasih

    • Ikhtisar March 30, 2017 at 5:45 PM

      Dear Gina

      Terima Kasih atas atensi Anda
      Untuk Sumber Tulisan merupakan Dokumen Internal dimana penulis bekerja, sehingga sifatnya dinamis sangat tergantung Tipe dan Ukuran Organisasi
      Demikian penjelasannya dan semoga bermanfaat

      Salam Sukses,
      Ikhtisar.com

  6. fithra hamdani May 18, 2017 at 7:05 PM

    Selamat malam, berdasarkan jwbn anda diatas berarti ada kemungkinan seseorg memiliki pangkat Senior Vice President (berikut dg salary dan benefit lainnya) namun jabatannya (pekerjaannya) adalah Supervisor or Team Leader. Benarkah bisa seperti itu? Correct me if im wrong. Jika benar lantas apa yg menjadi penyebab bisa terjadinya hal tsb? Krn selama ini yg saya pahami pangkat (salary n benefit) = jabatan (tanggung jawab). Trm ksh atas penjelasannya

    • Ikhtisar June 2, 2017 at 8:49 AM

      Dear Fithra

      Pangkat dan Jabatan benar seperti yang Anda sebutkan diatas yakni adalah Setara atau Sebanding. “pangkat (salary n benefit) = jabatan (tanggung jawab)”
      Semakin Tinggi Jabatan seseorang maka akan semakin tinggi pula Pangkatnya.

      Kita ambil contoh misalkan Kapolri, Kapolri adalah Jabatan, sedangkan Pangkatnya, bisa dimulai dari Bintang 3, dan dalam waktu tertentu akan dipromosikan menjadi Bintang 4 (Sesuai Standar).

      Lebih jelasnya adalah sbb :
      Pangkat : Personal Grade, dimana melekat pada seseorang
      Jabatan : Job Grade, dimana melekat pada fungsi (pekerjaan)
      Pangkat dan Jabatan akan berjalan Selaras.

      Untuk SVP/VP biasanya Pangkat ini melekat pada orang dengan Jabatan tinggi, misalkan Kepala Divisi atau Group Head
      Jadi tidak relevan seorang Supervisor (TL) mempunyai Pangkat SVP atau Vice President.

      Demikian penjelasannya dan semoga Bermanfaat

      Salam,
      Ikhtisar.com

  7. miss aisho May 29, 2017 at 1:29 PM

    Kepala divisi apa sama dengan supervisor? Tinggian mana jabatan kepala divisi dengan manager??

    • Ikhtisar June 2, 2017 at 8:29 AM

      Dear Reader
      Dalam Struktur Organisasi Jabatan dapat diuraikan secara sederhana sbb :
      1. BOC – Board of Commisioner (Dewan Komisaris)
      2. BOD – Board of Director (Dewan Direksi)
      3. Division Head (Kepala Divisi)
      4. Departemen Head (Kepala Departemen)
      5. Supervisor
      6. Staff

      jika melihat struktur tsb diatas, maka Kepala Divisi tentunya lebih tinggi daripada Supervisor bahkan Manager (Dept. Head)
      Demikian penjelasannya semoga bermanfaat

      • miss aisho June 9, 2017 at 3:51 PM

        Berarti kepala divisi tdk berhubungan langsung dengan para staff??

        • Ikhtisar June 16, 2017 at 2:30 PM

          Dear Miss Aisho
          Tepat sekali, secara umum, Staff akan di supervisi langsung oleh Supervisor atau Team Leader
          Namun tentunya dalam komunikasi sehari-hari bisa saja seorang Kepala Divisi akan memberikan Coaching level Staff mereka.

          Salam,
          Ikhtisar.com

  8. Top Training Indonesia June 12, 2017 at 11:38 AM

    Menarik sekali artikelnya … saya menjadi lebih mengerti sekarang

  9. nita October 16, 2017 at 2:38 PM

    ketika sesorang bertanya pada suatu interview di Perusahaan (Perbankan) “kamu berada dalam grade berapa ?” , sedangkan yang bersangkutan pada perusahaan sebelumnya (Asuransi) tidak mengenal istilah grade tersebut, namun menduduki jabatan sebagai SVP, maka jika disetarakan dengan grade di perbangkan, untuk SVP itu ada pada garde berapa yah.. thanks

    • Ikhtisar October 16, 2017 at 3:25 PM

      Dear Reader,

      Mari kita bahas sedikit tentang GRADE. Grade adalah jenjang seluruh golongan kepangkatan.
      Misal ada 7 Golongan, yakni Gol 1 hingga Gol. 7. Kemudian ada sub-golongan A, B, C, D.
      Maka GRADE dalam perusahaan tersebut adalah 7 (gol) X 4 (sub-gol) = 28 GRADE

      Nah, kemudian, cek posisi Anda pada Golongan dan SUb-Golongan berapa.
      Kalau misalkan Gol 3A, maka Grade Anda ada di : GRADE-9 dari 28

      Grade juga dimaksudkan sama dengan PANGKAT dan GOLONGAN, bisa Supervisor, Asisten Manager, Manager atau General Manager

      Oh ya,
      Mohon koreksi, definisi SVP disini apakah Senior Vice President atau Supervisor?
      Kalau yang dimaksud SVP –> SENIOR VICE PRESIDENT berarti ybs sudah pada level General Manager (GM), Level tertinggi status karyawan sebelum DIREKSI.
      Namun jika yang dimaksud Svp (mungkin Spv) –> SUPERVISOR berarti ybs sudah berada pada level junior management, karena sudah punya anak buah. Namun belum pada grade MANAGER.

      Jadi, ketika ditanya saat interview, “kamu berada dalam grade berapa?”
      Jawab saja, : Saya SUPERVISOR dengan Golongan 3A, dari 7 Golongan dan 4 sub-golongan (A, B, C, D)
      Sang pewawancara pasti paham maksud Anda.

      Semoga membantu dan Sukses untuk Anda

      Ikhtisar.com

  10. Nay nay November 5, 2017 at 11:23 AM

    Saya sangat suka tulisan anda sangat bermanfaat. Mau bertanya boleh? Kalau ahli dan marketing masuk kemana ya? Terimakasih.

    • Ikhtisar November 6, 2017 at 11:26 AM

      Dear Reader,

      Mungkin yang Anda maksud adalah Jabatan Marketing, mohon dikoreksi jika salah.
      Jabatan, Pangkat atau Golongan bersifat UMUM, artinya semua Fungsi Ketrampilan, Marketing, Operation, Finance atau Human Resource,
      pun mempunyai HIRARKI tersebut.

      Mungkin Anda adalah seorang Marketing Officer (Level Staff), namun karena Anda cukup SENIOR, maka Pangkat atau Golongan Anda bisa lebih TINGGI daripada Marketing Officer lainnya. Atau Anda seorang Marketing Manager dengan jam terbang sudah bertahun-tahun, karena Struktur Organisasi tertentu, maka Anda bisa saja tetap pada Jabatan MM, namun mempunyai Pangkat atau Golongan seorang Deputy GM.

      Demikian penjelasannya, jika masih ada yang perlu ditanyakan silakan

      Salam Sukses,

      Ikhtisar.com

  11. Shofi November 14, 2017 at 10:36 AM

    Saya mau bertanya, apakah tugas supervisor sama dengan tugas asisten manager ?

    • Ikhtisar November 20, 2017 at 1:54 PM

      Dear Shofi

      Level Supervisor dan Asisten Manager masih setara, namun asmen punya pangkat lebih tinggi.
      Sedangkan Wewenang dan Tanggung Jawab mereka sama.
      Yang membedakan adalah TUGAS yang diberikan atasan kepada masing-masing mereka.

      Namun, Terkadang seorang asmen pun dapat membawahi supervisor.
      Ini Tergantung struktur organisasi masing-masing perusahaan.

      Demikian penjelasannya semoga membantu
      Salam Sukses,

      Ikhtisar.com

  12. Aldi Bastian November 29, 2017 at 1:04 PM

    saya mau bertanya apa perbedaan junior staff, staff, dan senior staff? Apakah berpengaruh sama salary dan benefit yang akan di dapat? tolong pencerahannya 🙂

    • Ikhtisar December 7, 2017 at 10:03 AM

      Dear Mas Aldi

      Mohon maaf atas atensi kami yang cukup lama.
      Semoga Anda masih berkenan membaca ulasan kami.

      Berikut penjelasannya
      1. Junior Staff : Staf pada level terbawah, namun bukan kategori karyawan NON STAFF. Golongan STAFF biasanya berasal dari FRESH GRADUATE, dan untuk posisi tertentu yang bersifat KLERIKAL (Administrasi). Salary Range dikisaran UMP atau UMK.

      2. Staff : Posisi Staf pada level menengah, biasanya setelah bekerja selama 1-2 tahun, dan ini juga tergantung PRESTASI serta kebutuhan perusahaan. Level Staf ini punya gaji lebih tinggi drpd Jr. Staf, namun tidak terlalu signifikan. Kisarannya hanya beberapa puluh ribu atau ratus ribus, namun jarang lebih dari 300rb .

      3. Senior staff : Posisi Staf tertinggi dalam struktur organisasi, namun belum menjadi seorang SUPERVISOR, karena dianggap masih belum mampu atau belum cukup pengalaman. Posisi ini diisi oleh staf yang sudah bertahun2 menjabat, namun belum juga mendapatkan PROMOSI. Salary Range mereka sudah hampir menyamai Junior Supervisor

      Selain itu perlu Anda pahami.
      Jenjang Junior Staf, Staf dan Senior Staf; semua kembali pada Model Organisasi Perusahaan terkait.
      Ada juga perusahaan yang menggunakan hanya 2 Level atau bahkan 1 Level Pangkat saja, yakni STAF
      Sedangkan perbedaan antar STAFF digunakanlah GOLONGAN

      Demikian semoga membantu
      Salam Sukses

  13. Dipo Gita Ambina December 13, 2017 at 6:50 AM

    mau bertanya pak, kalo jabatan project manager itu sudah memiliki pengaruh di sebuah perusahaan atau bagaimana ya?dan sudah jelas psti project manager pasti dibawah direksi kan? maaf kalo kurang jelas pertanyaan ya pk

    • Ikhtisar January 3, 2018 at 10:44 AM

      Dear Mas/Mba Dipo

      Terima Kasih atas atensi Anda.
      Berikut penjelasannya dan semoga membantu

      Project Manager adalah orang yang ditunjuk memimpin sebuah PROJECT.
      Project ini biasanya di INISIASI melalui CORPORATE PLANNING.

      Project Manager bisa di tunjuk dari INTERNAL atau rekrut dari EXTERNAL, dan belum tentu posisi PROJECT MANAGER ada di bawah direksi.
      Karena Direksi biasanya menjadi ADVISOR dari sebuah Project, sedangkan OWNER PROJECT bisa jadi seorang GM atau Kepala Divisi.
      Namun memang saat MEETING, KONSOLIDASI dan KOORDINASI Direksi akan incharge langsung dan bertanya langsung kepada Project Manager.

      Namun ada pula perusahaan yang mengharuskan seorang DIREKSI memiliki PROJECT IMPROVEMENT, sehingga dia akan menunjuk seseorang menjadi Project Manager, dan report langsung kepada ybs.

      Untuk SKALA perusahaan START-UP memang Project Manager akan report langsung kepada OWNER atau Direksi. Namun untuk perusahaan yang SETTLE dan berskala Nasional, sangat JARANG DIREKSI mempunyai anak buah langsung seorang PROJECT MANAGER. Biasanya Direksi hanya memberikan GUIDANCE kepada pada GM untuk membangun sebuah PROJECT dan membuat TIM PROJECT.

      Jika Anda ditunjuk atau ditawari posisi Project Manager, maka perlu dipastikan INFORMASI tentang REPORTING LINE nya, apakah kepada seorang DIREKSI atau seorang GM Project.

      Demikian penjelasannya dan semoga sukses untuk Anda

      Salam Hormat,
      Ikhtisar.com

  14. Aldi Bastian December 19, 2017 at 11:04 AM

    Mau nanya lagi, kalo untuk promosi biasanya kebijakan perusahaan itu seperti apa ya? Contohnya dalam kasus penilaian atasan terhadap anak buah, dalam penilaian disana tertulis dalam point promosi kita di promosikan menjadi senior staff. Kira2 apa itu cuma sekedar promosi aja tapi kebijakan perusahaan cuma sekedar penilaian atau ada jenjangnya kita akan naik ke pangkat itu dan kira2 bagaimana prosesnya?

    • Ikhtisar January 3, 2018 at 10:35 AM

      Dear Mas Aldi

      Terima Kasih atas atensi Anda, dan semoga Anda semakin sukses di tahun 2018 ini.

      Kebijakan Promosi :
      1. Dilakukan Berkala per tahun dengan mengacu pada PENILAIAN KINERJA (Performance Appraisal).
      Perusahaan akan menetapkan STANDAR minimal PROMOSI, misalkan NILAI minimal “A” utk 2 tahun berturut-turut atau minimal “B” untuk 3 tahun berturut-turut.
      Selanjutnya jika saat Penilaian Kinerja Anda diberikan “Promosi” GOLONGAN menjadi Senior Staff, maka Anda memang akan berada pada posisi tsb untuk tahun mendatang. Ini pun masih akan di DIDISKUSIKAN oleh HRD dan ATASAN Anda. Atasan hanya memberikan PENGAJUAN, selanjutnya akan ditetapkan oleh KOMITE PENILAIAN.

      2. Jika Anda akan dipromosikan menjadi SENIOR STAFF biasanya tidak ada PROSES lebih lanjut. Ini murni dilihat dari KINERJA dan MASA KERJA Anda yang sudah layak berada pada posisi SENIOR STAFF. Namun jika Anda akan dipromosikan menjadi SUPERVISOR, maka Anda akan menjalani beberapa proses, diantaranya :
      1. Psikotest & Assessment
      2. Wawancara HRD & User
      3. Acting atau Masa Percobaan

      Jika Anda lulus ketiga proses tersebut maka Anda akan PERMANEN pada posisi Supervisor.

      Demikian penjelasannya semoga bermanfaat
      Semoga Anda sukses dengan Karir Anda dan selamat berkarya

      Salam Hormat,
      Ikhtisar.com

  15. Ny. P December 21, 2017 at 4:11 PM

    Mohon info. Utk seorang yg sdh mjd GM Sales & Marketing selama 8thn, jenjang karir spt apa yg bs dicapai? Pertanyaan ini dilakukan krn di perusahaan kami saat ini tdk ada jenjang karir yg jelas.

    Apakah Senior GM Sales and Marketing pangkatnya di atas GM Sales and Marketing?
    Apakah Division Head (Kepala Divisi) pangkatnya di atas GM Sales and Marketing?

    Mohon pencerahan

    • Ikhtisar January 3, 2018 at 10:26 AM

      Dear Reader

      Terima Kasih atas atensi Anda. Sebelumnya kami ucapkan selamat beraktivitas dan sukses untuk tahun 2018.
      Kami coba berikan sedikit gambaran, dan semoga membantu.

      Posisi GM (General Manager) setara dengan Kepala Divisi (Division Head). Beberapa perusahaan akan menggunakan ISTILAH GM dan beberapa menggunakan istilah DivHead. Pada hakikatnya GM dan DivHead adalah SETARA atau SELEVEL. Hanya penamaan saja dari masing-masing perusahaan. Untuk lebih jelasnya, Anda perlu tahu STRUKTUR ORGANISASI perusahaan, dimana hal ini sangat TERBUKA bagi semua Karyawan.

      Selanjutnya untuk Level Senior GM atau Senior DivHead pada umumnya sudah setara/hampir setara dengan Deputy Direktur. Dan pastinya posisi senior GM ini lebih tinggi secara PANGKAT dan GOLONGAN dibandingkan GM atau DivHead. Namun bisa jadi JABATAN nya sama.
      Jika perusahaan Anda mempunyai 2 posisi Sales dan Marketing, dan dibagi menurut PRODUCT atau AREA COVERAGE, maka posisi GM Sales & Marketing dan Senior GM Sales & Marketing adalah SEJAJAR. Hanya karena ada perbedaan MASA KERJA dan PRESTASI, bisa jadi yang satu menjadi SENIOR GM dan lainnya masih GM.

      Untuk JENJANG KARIR, yang pertama perlu diperhatikan adalah :
      1. Struktur Organisasi Perusahaan
      2. Size Perusahaan
      3. Visi Misi Perusahaan kedepannya

      Bisa saja karena perusahaan Anda adalah Private Company, dimana OWNER masih menjadi DIREKTUR maka posisi Senior GM akan menjadi posisi AKHIR.
      Namun jika perusahaan Anda berskala NASIONAL dan banyak PROFESIONAL yang berkecimpung disana, atau OWNER tidak terlalu DOMINAN, maka Posisi Senior GM masih bisa IMPROVE menjadi Deputy Direktur Sales & Marketing atau bahkan Direktur Sales & Marketing.

      Yang jelas jenjangnya bisa menjadi sbb :
      – GM Sales & Marketing
      – Senior GM Sales & Marketing
      – Deputy Direktur Sales & Marketing
      – Direktur Sales & Marketing
      Selanjutnya setelah itu bisa menjadi Wakil Direktur Utama (Vice President Director) dan Direktur Utama (CEO)

      Untuk Level GM dan diatasnya, memang JENJANG KARIR lebih bersifat “POLITIS” karena sudah berada pada LEVEL TOP MANAJEMEN
      Sehingga tidak heran jika Anda berada pada posisi Senior GM sudah 8 tahun dan tidak mendapatkan “kesempatan” menjadi DIREKTUR, karena beberapa hal diantaranya :

      1. Posisi Direksi hanya untuk OWNER
      2. Posisi Direksi masih PENUH
      3. Pengembangan Jabatan Direksi belum PERLU
      4. dll

      Demikian penjelasan kami dan semoga dapat membantu
      Selamat Tahun Baru dan Sukses untuk Anda

      Salam Hormat,
      Ikhtisar.com

  16. An inan December 24, 2017 at 6:26 PM

    Ada berapa jabatan direktur dalam sebuah perusahaan/PT. Mohon penjelasannya

    • Ikhtisar January 3, 2018 at 10:10 AM

      Dear Reader

      Terima Kasih atas atensi Anda
      Sebelumnya selamat Kembali beraktivitas dan Sukses selalu buat Anda di tahun 2018 ini.

      Menjawab pertanyaan Anda, tentang jumlah Direktur dalam sebuah Perusahaan, berikut penjelasannya.
      1. Tergantung Besar perusahaan, Jenis Perusahaan, Kategori Perusahaan Terbuka atau Private. Jika perusahaan hanya memiliki Karyawan 50 orang, maka sang pemilik akan menunjuk dirinya sendiri sebagai Direktur Utama, dan anggota keluarga menjadi Direktur Umum atau Direktur Keuangan, selebihnya akan diisi profesional dengan jabatan Manager. Jika perusahaan sudah memiliki Struktur Organisasi yang Lengkap, dengan karyawan lebih dari 250 orang, maka Posisi Krusial yang harus ada adalah Direktur Utama, Direktur Operasional dan Direktur Keuangan.

      2. Struktur Direksi yang umum digunakan adalah sbb :
      – Direktur Utama
      – Direktur Keuangan
      – Direktur Operasional

      Namun untuk skala perusahaan dengan Ribuan Karyawan bahkan Puluhan Ribu, bisa terjadi Struktur sbb :
      – Direktur Utama
      – Direktur Sales & Marketing (Sales, Marketing)
      – Direktur Operasional (HRGA, IT, Operasional)
      – Direktur Keuangan (Finance, Accounting, Treasury, Budget)

      3. Perusahaan (PT) sekelas BANK, MULTIFINANCE, ASURANSI harus mempunyai Jumlah Direksi sesuai aturan (regulasi) pemerintah, berdasarkan Jumlah Aset Kelola mereka. Sehingga sekelas Bank Mandiri akan punya 10 Direksi (http://www.bankmandiri.co.id), Bank BCA dengan 11 Direksi (https://www.bca.co.id) dan lainnya.

      Demikian penjelasannya dan semoga bermanfaat
      Salam Sukses

      Ikhtisar.com

  17. argu s January 8, 2018 at 11:12 AM

    Dear Ikhtisar,

    mengutip kalimat jawaban diatas
    “Staf secara fungsional adalah Level Clerical, misalkan bagian Admin, Kasir, Data Entry, CS dan lainnya.
    Sedangkan Non Staf adalah posisi kerja yang tidak berhubungan dengan Data, seperti Driver, Office Boy, Security dan lainnya”

    sebutan apa yang tepat untuk posisi seperti operator alat berat, mekanik, Pengawas Lapangan, dan posisi sejenis, dan mereka miliki keahlian khusus.
    apakah dapat digolongkan sebagai non staff ,atau staff,

    mohon pencerahaanya.

    Terimakasih

    • admin January 9, 2018 at 1:49 PM

      Dear Reader….
      Untuk karyawan bagian manufacturing atau exploration atau lapangan bisa disebut sebagai OFFICER…
      .
      Nanti pangkat dan jabatan bisa berjenjang… hingga Senior Officer.
      Dalam dunia perminyakan atau pertambangan istilah mereka disebut Engineers.

      Untuk kategori mereka bisa disamakan dengan STAFF karena adanya Keahlian Khusus, namun sebutannya tergantung penamaan masing² perusahaan.

      .
      Semoga membantu
      Salam Sukses

  18. oka January 9, 2018 at 8:35 AM

    Bapak dan Ibu,, bantu share dan jawabannya

    saya mau membuat budget kompensasi dan Bennefit untuk level GM, Direksi dan CEO…
    apa saja dan range nya berapa,, Jika mempunyai acuannya, sebagai pembanding range angka yang akan dibuatkan sop nya…

    salam,

    • admin January 9, 2018 at 1:59 PM

      Dear Bpk/Ibu

      Kiranya dapat dikirimkan email kepada admin@ikhtisar.com sehingga bisa lebih PRIVATE dan CONFIDENTIAL.
      .
      Selain itu agar apa yang Bpk/Ibu harapkan bisa teraktualisasi dengan OPTIMAL.
      .
      Salam Sukses
      ikhtisar.com

  19. Hartawan Kusumasmoro February 4, 2018 at 12:48 AM

    Dear Bpk / Ibu Admin,

    saya mohon info dari strata Level / Grade dari mulai terendah sampai yang tertinggi apa saja ya? Terima kasih atas bantuannya

    • admin February 4, 2018 at 7:24 PM

      Dear Reader

      Level atau Grade ditentukan dengan satuan HURUF atau ANGKA. tergantung kebijakan organisasi.

      Ada yang memulai dari Gol 1 hingga Gol 4 untuk PNS, dengan sub gol A-D, khusus Gol 4 hingga 4E.

      Ada pula yang memulai dari Gol 1 hingga Gol 7, untuk perusahaan swasta

      Sedangkan jabatannya dimulai dari level STAFF hingga DIREKTUR.

      Semoga bermanfaat

      Salam Sukses
      ikhtisar.com

  20. Ary February 25, 2018 at 7:31 AM

    Dear Bpk/Ibu admin,

    Mohon penjelasan mengenai posisi coordinator dengan dengan supervisor , apakah tugas dan tanggung nya sama, serta apakah posisi coordinator setara dengan supervisor ?

    Terima kasih
    Salam,

    • Ikhtisar March 3, 2018 at 8:04 AM

      Dear Mas Andrian

      Koordinator adalah Level di atas STAFF namun masih dibawah SUPERVISOR
      Biasanya yang menjadi KOORDINATOR adalah Staff Senior yang cukup pengalaman, namun masih perlu PENGALAMAN lebih sebelum naik menjadi SUPERVISOR.
      Secara Level KOORDINATOR dibawah SPV, namun JOB DESC nya hampir mirip, dengan TANGGUNG JAWAB lebih KECIL. Biasanya Koordinator hanya membawahi 1 atau 2 orang saja.

      Struktur Jabatan Koordinator masih dipakai pada fungsi-fungsi Penjualan dan Pemasaran (SALES and MARKETING)
      Sedangkan fungsi lainnya sudah mulai melepaskan Jabatan Koordinator, dan langsung dibawahi oleh SUPERVISOR.

      Demikian penjelasannya dan semoga membantu

      Salam Sukses,
      Ikhtisar.com

  21. Chris March 14, 2018 at 9:52 PM

    Mohon penjelasanya mengenai seorang officer dgn level J itu seperti apa dalam struktur? Terima kasih sebelumnya

    • admin April 15, 2018 at 9:57 AM

      Bisa diperjelas Level “J” yg dimaksud….?

  22. Chris March 15, 2018 at 9:30 PM

    selamat malam, saya mau nanya kalau posisi officer dalam pertambangan apakah masuk dalam kategori staff, serta mohon penjelasanya mengenai seorang officer dengan grade J itu seperti apa, terima kasih

  23. Dewi Sukmawati May 17, 2018 at 3:04 PM

    Selamat sore, saya mau tanya apakah untuk posisi non-staff (driver, OB&OG, Massenger) memiliki janjang karier? kalau ada seperti apa ya? terimakasih.

    • admin May 18, 2018 at 3:51 AM

      Dear Dewi
      Setiap PERFORMA pasti akan mendapatkan tempat terbaik.
      Syaratnya adalah KONSISTEN, selalu memberikan hasil LEBIH dari yang diminta.

      Banyak contoh sudah, dan kebetulan terjadi pada sebuah perusahaan PEMBIAYAAN.

      Seorang OB, karena LOYALITAS dan INTEGRITAS akhirnya diberi kesempatan menjadi MARKETING STAFF. Dan sebab KINERJA nya BAIK, akhirnya bisa PROMOSI menjadi SUPERVISOR MARKETING.

      Kemudian, seorang SECURITY (external) sebab KOMITMEN dan KONSISTEN dalam pekerjaan, ditawari menjadi KARYAWAN NON STAFF MESSENGER, lalu dilakoninya dengan serius dalam hitungan beberapa tahun. Melihat SEMANGAT dan KESUNGGUHAN, akhirnya Kepala Cabang mengangkatnya menjadi STAFF ADMIN, dan promosi lagi jadi SENIOR STAFF.

      Semua mungkin, yang terpenting BUKA MATA TELINGA, KOMUNIKASI dan pastinya INTEGRITAS nomer satu.

      Salam Sukses

  24. Dewi Sukmawati May 18, 2018 at 7:17 AM

    Selamat pagi, terimakasih penjelasannya, ada satu lagi yg masih saya bingung .. kalau untuk sekertaris bagaimana? apakah jenjang kariernya mengikuti jenjang karier staff (dari level pelaksana sampai Top Managemen) atau bagaimana …. mohon penjelasan, terimakasih.

    • admin May 18, 2018 at 9:49 PM

      ya betul….
      Sekretaris bisa berubah haluan menjadi Staff Ahli… dan terus menjadi top level

Leave a Reply