Karyawan yang Cerdas menghadapi Stres Kerja

Menghadapi stres kerja dengan elegan
Menghadapi stres kerja dengan elegan

Karyawan yang cerdas menghadapi stres kerja, akan cepat keluar dari masalahnya. Stres Kerja adalah suatu kondisi yang sangat wajar.  Tiap orang akan mengalaminya, entah karena masalah tumpukan pekerjaan, target yang tidak tercapai atau anak buah yang bolos.

Banyak penyebab terjadinya stres dalam pekerjaan Anda.  Yang terpenting ketika Anda stres, maka lakukan langkah-langkah taktis mengelolanya.  Stres kerja dapat dikelola dengan baik sehingga kinerja Anda tetap baik.

Terkadang tekanan di pekerjaan bisa menjadi tantangan motivasi. Tapi, tentu jika berada di puncak tekanan akhirnya bisa stres juga. Anda perlu tahu cara mengatasi stres,  jadi, tidak perlu menghindar atau larut dalam tekanan.

Stres kerja memuncak salah satunya karena tidak ada dukungan, dan beban kerja berlebihan, serta rekan kerja yang tidak koperatif. Tidak jarang justru hal ini bisa membawa kondisi hidup tidak sehat. Misalkan Anda akan banyak makan atau ngemil guna melampiaskan rasa stres, waktu makan terlewat, atau jadi lebih sering merokok.

##I. Pengertian Umum Stres Kerja

Stres kerja adalah kondisi ketegangan yang berakibat fisik dan psikis tidak seimbang.  Hal ini akan berpengaruh pada EMOSI, PIKIRAN, dan FISIK Anda. Orang-orang yang stres bisa jadi nervous dan khawatir berlebih, hingga jadi sering marah-marah, AGRESIF, PANIK, atau tidak kooperatif.

Kondisi ini bisa mengancam kemampuan berhadapan dengan lingkungan dan kinerja memburuk. Atau kondisi kerja yang tidak dalam jangkauan kemampuan seseorang sehingga berdampak tekanan berlebih.  Adakalanya orang berada pada posisi UNDER CAPACITY dimana pekerjaan itu mudah baginya, dan adakalanya dia OVERCAPACITY, yakni kondisi sebaliknya.

Tuntutan eksternal yang Anda alami, juga cenderung dapat menjadi stimulus bahaya bagi diri Anda.  Misalkan deadline sisa 2 hari, sementara tugas baru selesai 50%, dan masih butuh 4 hari lagi.  Atau misalkan anak buah yang tidak men-SUBMIT tugas tepat waktu.

Stres kerja adalah perasaan yang menekan atau tertekan dalam menghadapi pekerjaan. Sebagaimana disebutkan diatas, stres tampak dari gejala emosi tidak stabil, tidak tenang, menyendiri, sulit tidur,  cemas, tegang, gugup, dan lainnya.

##II. Indikator Anda Stres dalam Bekerja

Dampak stres bisa menguntungkan atau merugikan. Yang menguntungkan akan memacu Anda menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan lebih baik, namun jika tidak mampu diatasi akan sebaliknya.  Anda sering menghabiskan waktu, dan tidak produktif.

Beberapa tanda atau indikator Anda mulai mengalami stres atau tekanan kerja adalah sebagai berikut :

## PERUBAHAN SUBYEKTIF

Stres mudah dikenali secara kasat mata. Perhatikanlah bahasa tubuh seseorang yang stres dan mereka yang bersemangat.  Teman Anda yang selalu penuh kekhawatiran atau ketakutan adalah salah satu cirinya.  Selain itu sikap mereka akan agresif, dan apatis.

Stres kerja bisa menjadikan seseorang cepat merasa bosan, keletihan, bahkan frustrasi.  Dalam situasi meeting, mereka akan mudah kehilangan kendali emosi.  Juga merasa rendah diri, dan sering gugup.

## KONDISI SIKAP & PERILAKU

Stres bisa berdampak pada mudahnya kesalahan terjadi, karena kurang FOKUS. Luapan emosional yang berlebihan juga bisa terjadi, sering makan atau merokok berlebihan.  Perilaku stres tampak juga dari sikap impulsif, tertawa yang gugup atau terpaksa.

Stres kerja bisa dilihat saat pagi hari, jika antusias Anda tidak ada, maka bisa jadi mulai bosan dengan pekerjaan.  Dan ini adalah tanda adanya tekanan berat atau stres.  Pagi hari dimana energi berlimpah, harusnya menjadi semangat kerja untuk menggapai prestasi.  Anda akan ramah dan seyum kepada semua orang, dan menyapa rekan kerja di mejanya masing-masing.

## INDIKATOR KOGNITIF

Anda tidak mampu membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi Anda mulai rendah, dan sering kurang perhatian.  Selain itu Anda jadi sangat sensitif terhadap kritikan dan masukan, bahkan dari teman dekat sekalipun.  Stres secara kognitif terlihat juga adalah hambatan mental.

Perselisihan meski biasa terjadi di dunia kerja, namun bagi Anda yang sudah kelelahan, justru menjadi bumerang dan berefek besar pada karier Anda.  Anda perlu menjernihkan pikiran agar permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.

## KONDISI KESEHATAN (FISIOLOGIS)

Untuk melihat apakah Anda stres dalam tahapan wajar atau sudah berat, maka perlu adanya cek kesehatan.  Berapa kandungan gula darah saat ini, kemudian kondisi denyut jantung dan tekanan darah.  Jika semua indikator menunjukkan peningkatan, maka Anda perlu waspada dan segera bertindak.  Kondisi kesehatan pun karena faktor stres kerja bisa tampak dari mulut kering, sering berkeringat, atau bahkan badan panas, dan dingin (demam).

## TATA KELOLA ORGANISASI

Karyawan yang mengalami stres akan sering lalai.  Jumah absensi akan meningkat, dan diiringi komitmen organisasi dan loyalitas yang berkurang.  Stres menjadikan Anda bisa cuek dengan lingkungan kerja atau masa bodoh terhadap tugas kewajiban.  Karyawan Anda yang sering bolos dengan berbagai alasan, bisa ditengarai salah satunya karena tekanan kerja.

Selain itu dengan pola kerja yang memburuk maka pasti omset, atau produktivitas menjadi rendah.  Karyawan akan merasa terasing dari rekan kerjanya dan sering keluar dari kelompoknya.  Jika sudah begini, Anda lebih baik langsung mengambil cuti untuk rehat dari pekerjaan.  Setelah rehat sejenak dan pikiran kembali jernih, maka FOKUS kerja Anda akan kembali meningkat.

##III. Penyebab Stres dalam Pekerjaan

Pada dasarnya stres kerja karena faktor PERSONAL (Internal) dan LINGKUNGAN (Eksternal). Faktor lingkungan kerja kondisi fisik, manajemen kantor, dan hubungan sosial kerja. Sementara faktor personal bisa berupa tipe kepribadian, pengalaman pribadi maupun kondisi sosial-ekonomi keluarga.

A. Faktor Personal atau Pribadi

Biasanya stres karena adanya masalah keluarga, masalah ekonomi, pribadi dan karakter Anda. Masalah keluarga yang tidak selesai, akan terbawa pada urusan kantor, dan bisa memicu stres.  Juga faktor gaya hidup atau pola ekonomi yang tidak sesuai.

Karena itulah Anda akan sering mendengar, “Jangan pernah membawa urusan kantor ke rumah dan sebaliknya”.  Betul memang, namun sulit juga praktiknya.  Anda sebagai karyawan akan sukses jika masalah pribadi terkelola baik.  Demikian pula sebaliknya, jika keluarga Anda senang dan tentram, bisa jadi urusan kantor akan selesai baik pula.

Masalah personal dalam stres berpotensi menjadi konflik, dan sudah pasti mengganggu kinerja pada akhirnya.  Urusan anak, istri dan anggota keluarga sebaiknya selesai sebelum Anda bekerja.  Urusan kantor pun selesai sesaat Anda akan pulang ke rumah.  WORKLIFE BALANCE adalah rumusan sebuah sukses bagi Anda sebagai karyawan.

B. Faktor Lingkungan

Suasana kantor bisa jadi membuat Anda nyaman bekerja.  Namun faktor eksternal seperti kondisi pasar yang menurun, agresivitas kompetitor yang meningkat, bisa jadi pemicu.  Struktur perusahaan bisa berubah cepat, karena ketidakpastian lingkungan bisnis. Perubahan siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi.

Manajemen perusahaan merupakan faktor eksternal berikutnya yang berpotensi mengganggu kinerja Anda.  Desain pekerjaan individual yang tidak sesuai, kondisi kerja yang berubah cepat atau bahkan tata letak meja kursi bisa berpengaruh pada stres kerja.

Tuntutan berlebih bisa menyita waktu Anda yang ada. Ambiguitas tugas membuat karyawan tidak yakin apa yang harus ia lakukan.  Tuntutan antarpribadi karena permintaan karyawan lain, tidak adanya dukungan dan hubungan pribadi yang baik berakibat adanya stres.

##IV. Cara Mengatasi Diri saat Stres

Agar stres tidak terus-menerus menghantui hari-hari Anda maka cobalah beberapa tips mengelola pekerjaan Anda.  Dengan semakin pandai Anda mengelola stres yang muncul, KINERJA akan tetap terjaga dan PRODUKTIVITAS tetap meningkat.

1. Kenali KEMAMPUAN Anda

Mengenali batas kemampuan Anda dalam pekerjaan adalah hal terpenting untuk mengurangi stres dalam pekerjaan. Anda juga dapat menghitung berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Selain itu, tujuannya agar dapat terhindar dari rasa lelah yang berlebihan.

Pekerjaan tidak akan pernah habis, dan Anda akan dituntut untuk terus belajar serta meningkatkan ketrampilan.  Anda perlu skala prioritas dalam memilih tugas yang akan diselesaikan.  Dan meningkatkan delegasi kepada tim, sehingga bisa saling membantu menyelesaikan tugas.

2. Bicarakan dengan ATASAN Anda

Bagi sebagian orang, berbicara dengan atasan terkadang jadi hal yang canggung. Atasan adalah orang pertama yang peduli dengan pekerjaan Anda.  Maka Anda tidak perlu ragu membangun kedekatan dengan mereka.

Terkait dengan pekerjaan yang cukup membebani, Anda perlu komunikasi kepada atasan. Hal ini karena kinerja mereka ditentukan dari prestasi Anda juga.  Anda berhak menolak atau berkata TIDAK, jika memang beban yang diberikan sudah melewati batas atau OVERLOAD.  Pastikan TO DO LIST Anda jelas, sehingga atasan melihatnya sebagai bentuk tanggungjawab Anda, bukan alasan menolak pekerjaan.

Coba sampaikan kondisi masalah Anda, namun disertai dengan berbagai alternatif SOLUSI, sehingga atasan menilai Anda sebagai sosok profesional.  Anda tidak hanya datang dengan masalah tapi juga memberikan pilihan jalan keluarnya.

3. Lupakan PEKERJAAN sejenak

Jika memang sudah sangat berat beban kerja Anda.  Ada baiknya rehat dan istirahat sejenak.  Jalan sekeliling kantor, atau mengunjungi rekan kerja untuk diskusi hal lainnya.  Ini cara yang cukup efektif melepas tres kerja Anda.

Lupakan pekerjaan dan carilah hiburan yang dapat membuat Anda tertawa. Mendengarkan musik atau menonton film disela-sela pekerjaan bisa meradai sedikit masalah Anda.  Bercengkrama dan tertawa juga memberikan dampak positif bagi tubuh dan jiwa Anda.

Dan seumpama selepas jam kerja, Anda masih merasa perlu menambah hiburan, maka lakukanlah seperlunya.  Misalkan window shooping ke mall, atau mungkin Anda nonton bioskop bersama kolega lain.   

4. Coba lakukan MEDITASI

Cara lainnya mengatasi stres berlebih adalah dengan olah raga dan meditasi. Disaat jam istirahat Anda mungkin bisa sedikit cooling-down dengan meditasi di ruangan yang cukup tenang. Meditasi dapat memberikan efek positif bagi jiwa dan fisik dengan tumbuhnya rasa SEIMBANG, TENANG, dan DAMAI. Sesi meditasi, dapat lebih memfokuskan perhatian dan menenangkan arus pikiran yang membuat kepala terasa penuh dan stres.

Selain meditasi, olah raga adalah cara lain mengelola stres Anda.  Lakukan pagi hari, karena itulah waktu terbaik untuk berolah raga.  Cukup 30 menit sehari maka berpengaruh cukup besar kepada pikiran Anda dan mental psikologis.

Perlu Anda ingat, di mana pun Anda bekerja, tidak ada pekerjaan mudah dan berjalan sesuai harapan Anda. Buatlah daftar PLUS dan MINUS nya Anda bekerja saat ini, seperti:

  • Apa yang membuat Anda memilih pekerjaan ini?
  • Apa yang Anda dapatkan dari pekerjaan ini? Termasuk bertambahnya pengetahuan dan pengalaman.
  • Apakah Anda belajar banyak hal dari pekerjaan?
  • Bagaimana dengan kompensasi yang diperoleh? Sesuaikah dengan beban kerja? Dan apakah mencukupi kebutuhan hidup?
  • Berapa jauh kerja Anda dan berapa lama waktu tempuhnya?
  • Bagaimana lingkungan kantor Anda?
  • Apakah atasan Anda pemimpin yang baik atau hanya seorang bos?

Buat daftar berapa banyak kelebihan dan kekurangan pekerjaan Anda. Anda bisa membandingkan pekerjaan dari tempat lain jika ada tawaran yang harus dipertimbangkan.  Beban kerja, lingkungan yang tidak menyenangkan, dan atasan yang tidak support adalah komposisi yang sering menjadi stres kerja.  Kenali penyebab Anda mengalami stres, dan Anda pastilah karyawan yang cerdas menghadapinya secara ELEGAN.

Leave a Reply