Kutipan Manajemen Strategi : Cara Selamatkan Organisasi Anda dari Krisis

Banyak sudah perusahaan yang berhasil melewati gelombang krisis ekonomi khususnya.  Pelajaran apa saja yang dapat Organisasi Anda terapkan dalam menghadapi hantaman krisis, terlebih dari yang berasal luar.  Krisis Ekonomi Dunia pada tahun 1998 atau 2008 merupakan sebuah gelombang tsunami yang berakibat luas, tidak hanya industri besar, namun industri kecil pun terkena imbasnya.  Akan tetapi banyak pengalaman dari berbagai penjuru dunia yang mampu memberikan pelajaran berharga demi mempertahankan Organisasi Anda dari Gelombang Krisis berkelanjutan.  Dikutip dari inc.com, berikut pengalaman berharga yang dapat Anda pelajari pada saat badai krisis datang.

crisis1.  Konsolidasi Internal seluruh Tim.

Organisasi akan bertahan jika seluruh anggota tim menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu dan lainnya.  Bersatupadulah dalam sebuah Komitmen Bersama, sehingga kebocoran dari sisi Penjualan akan tergantikan dari sisi Efektivitas dan Efisiensi.  Pemutusan Hubungan Kerja bukan Solusi Prioritas pada saat terjadinya Krisis.  Padukan seluruh Sumber Daya yang ada, Dorong masing-masing Individu untuk mau Bekerja Sama, Berbagi Ide dan Saran, Menyebarkan Rencana Berkesinambungan dan Mengatasi Rintangan.  Masing-masing individu perlu diberdayakan dan diberikan semangat untuk memecahkan masalah dan berkoordinasi dengan lainnya.  Kesatuan dan Kebersamaan jauh lebih mumpuni menghadapi Krisis daripada Perpecahan.

2.  Hindari Pemotongan Penjualan.

Sudah dipastikan dengan Kondisi Krisis Ekonomi akan terjadi Penurunan Pasar dan Permintaan Produk atau Jasa yang cukup signifikan.  Namun demikian, dengan melakukan Pemotongan Penjualan sudah dapat dipastikan Anda akan melakukan PHK yang berdampak jauh lebih buruk.  Lebih Bijaksana jika Anda mengurangi Biaya yang Tidak Perlu, seperti Investasi IT, Akuntansi, Perjalanan Dinas dan lainnya.  Angka Penjualan perlu dipertahankan semaksimal mungkin dengan keterbatasan Sumber Daya Pendukung.

3.  Tekankan Komunikasi.

Konsolidasi Tim akan berhasil dengan adanya Komunikasi yang Intens.  Semua orang dalam perusahaan Anda, ketika berhadapan dengan Krisis, perlu diinformasikan tentang Berita Terbaru Perusahaan, Kisah Sukses dan Gagal yang telah dilakukan, serta Gambaran Keseluruhan Perusahaan dalam menghadapinya.  Semakin banyak yang mengetahui kondisi aktual perusahaan akan membangun semangat kepemilikan dan menjadikan kemungkinan solusi makin besar pula.  Tidak perlu takut akan Keterbukaan jika Anda dan Manajemen telah merasa yakin akan Kompetensi dan Kualitas para karyawan.

4.  Pastikan Nilai Anda.

Artikulasikan Nilai Layanan Anda kepada Klien dan Pelanggan.  Kondisi krisis tidak mengurangi Nilai Jual Perusahaan, dengan alasan operasional atau lainnya.  Beberapa Cara Pemasaran dan Strategi Manajemen yang tepat akan membuat pelanggan Anda menerima sebuah harga yang dikenakan demi Layanan Berkualitas.  Organisasi perlu yakin akan nilai yang dijual, terlebih dalam kondisi krisis, dimana Kepercayaan Pelanggan adalah harga mati demi sebuah kelangsungan.

5.  Tunjukkan Keyakinan pada Pelanggan.

Pastikan Anda dan seluruh lapisan Organisasi yakin akan berlalunya Gelombang Krisis, dan tunjukkan dengan Muka Berseri pada saat menghadapi Pelanggan.  Tunjukkan kepada Klien dan Pelanggan Anda, bahwa keadaan ini tidak menyurutkan Anda memberikan Layanan terbaik bagi mereka.  Tawarkan program yang aman bagi pelanggan sehingga Nilai Jual Perusahaan masih sebagaimana sebelumnya.

6.  Berpikiri Kreatif (Out of The Box).

Berpikir diluar kotak terkadang tidak cukup, Anda perlu lakukan beberapa modifikasi sehingga pikiran Anda akan lebih Kreatif dan Inovatif.  Yang utama dengan adanya Krisis, menuntut Anda dan Organisasi untuk Berpikir lebih jauh tentang Misi Penyelamatan Kapal Perusahaan, tidak hanya selamat dari Badai dan Gelombang, namun siap dengan Kemungkinan Krisis Berkelanjutan.

ikhtisar.com

Leave a Reply