Cara Menjadi Pendengar yang Baik dalam Sesi Wawancara

Cara Menjadi Pendengar yang Baik dalam Sesi Wawancara
Cara Menjadi Pendengar yang Baik dalam Sesi Wawancara

Wawancara adalah komunikasi antara pencari kerja dan penerima kerja. Tidak diragukan lagi bahwa interview atau wawancara adalah penentu sebuah keberhasilan mendapat pekerjaan yang diidamkan. Dengan adanya komunikasi melalui wawancara ini akan banyak informasi yang dapat diperoleh, baik langsung atau tidak langsung. Jika Anda tidak mendengarkan dan tidak menyimak dengan baik, maka akan ada hal-hal penting atau peluang yang mungkin terlewatkan. Bagaimana Cara Anda dapat menjadi pendengar yang baik dalam sesi wawancara dan memenangkan pertarungan dengan kandidat lainnya, jadilah seorang Master Pendengar Aktif.

1.  Latihan

Setiap orang lebih suka didengarkan, dibandingkan mendengarkan. Dalam posisi Anda sebagai pencari kerja atau yang tengah diwawancara, Anda harus bisa selalu mendengarkan dan “menyimak” sebaik mungkin apa yang diucapkan. Karena itulah Anda jangan pernah merasa sebagai pendengar yang baik, karena mendengarkan dengan baik adalah keterampilan yang membutuhkan kerja terus menerus dan praktek.

2.  Persiapan

Meski seorang profesional pun, bahkan seorang pembicara publik yang terkenal, pasti akan melakukan persiapan sehari menjelang acara puncak. Demikian pula Anda harus mempersiapkan mental dan fisik sehari sebelum wawancara. Tidak perlu kiranya memforsir pikiran dan tenaga sehari sebelum sesi wawancara. Istirahat dan makan yang cukup perlu dilakukan sehingga tidak berdampak pada penampilan esok.

3.  Eliminasi potensi Gangguan

Buatlah nada diam pada handphone Anda, bahkan matikan jika perlu. Nada panggil, nada getar akan mengalihkan perhatian Anda dan membuat pewawancara terganggu. Sejauh mungkin saat wawancara, kesampingkan HP dan peralatan lainnya yang tidak perlu. Cukup sediakan buku dan pena Anda saat berhadapan dengan interviewer.

4.  Tunjukkan bahwa Anda Mendengarkan

Bahasa tubuh tidak dapat menipu. Bahasa tubuh akan membuktikan bahwa Anda sedang memperhatikan, tertarik, atau ingin menjauh. Tetapkan pandangan mata dan wajah Anda. Lebih baik menggangguk daripada berujar “ya” atau “ok”. Usahakan menyesuaikan anggukan Anda saat pewawancara berbicara.

5.  Jangan melakukan Interupsi

Tidak ada orang yang suka di “potong” perkataannya, terlebih jika mereka adalah pewawancara. Meski Anda sangat bersemangat dan akan menjawab pertanyaan sebelum selesai ditanyakan, lebih baik Anda menahan diri untuk mempersiapkan jawaban lebih mengesankan.

6.  Bertanya Ulang terkait Pertanyaan Pewawancara

Mintalah pewawancara untuk mengulang pertanyaannya, jika perlu. Tidak ada pendengar yang sempurna. Jika Anda ragu maka penting rasanya berujar sesuatu seperti, “Saya tidak cukup memahami pertanyaan Bpk/Ibu, bisakah Bpk/Ibu ulangi?

7.  Ulangi kalimat atau ucapan Pewawancara

Cara ini cukup klasik namun masih efektif dilakukan, mengulangi ucapan akan memberikan kesempatan bagi Anda meringkas pertanyaan dan mempersiapkan jawaban yang lebih tepat. Mengulangi kalimat pewawancara juga menghindarkan Anda dari keheningan yang banyak ditakuti para pencari kerja. Selain itu Anda juga menciptakan suasana yang aktraktif dan memberikan atensi kepada pewawancara bahwa Anda menghargai apa yang diucapkannya.

Referensi : money.usnews.com/money/careers

Leave a Reply