Cara Mempertahankan Motivasi dan Produktivitas Karyawan Anda

Cara Mempertahankan Motivasi dan Produktivitas Karyawan Anda

Cara Mempertahankan Motivasi dan Produktivitas Karyawan Anda

Dalam dunia industri saat ini yang makin berkembang cepat dan makin banyaknya generasi milenial yang mengisi berbagai bagian, Cara Mempertahankan Motivasi dan Produktivitas Karyawan Anda merupakan bentuk Manajemen Strategi tersendiri.  Tidak mudah melakukannya dengan cara-cara Old School, pun tidak mungkin pula Anda menerapkan Gaya Funky secara keseluruhan.  Produktivitas dalam industri baru khususnya (Startup Business) menjadi pembuluh darah yang tidak boleh mati bahkan hanya berhenti sesesaat.  Dampaknya akan sangat riskan bagi kelangsungan bisnis berkelanjutan.

Dalam industri korporasi  produktivitas masih dapat disesuaikan pada masing-masing lini, namun tidak bagi industri kecil.  Industri baru atau industri kecil harus berkonsentrasi penuh pada Milestones, Timeline dan Deadline.

Kebanyakan manajemen akan memperbaiki produktivitas dengan cara-cara usang seperti :

  • #Cambuk atau Intruksi Berlebihan
  • #Pressure (Tekanan)
  • #Long Hours (Jam Kerja Panjang)

Dan ternyata cara-cara tersebut tidak lebih efektif dibandingkan pendekatan emosional (Personal Bonding) berupa hubungan antara atasan dan bawahan.  Todd Vernon pendiri dan CEO dari VictorOps mengungkapkan pengalamannya Mempertahankan Motivasi dan Produktivitas Karyawan setelah mendirikan beberapa StartUp Business, pada tulisannya di entrepreneur.com

1.  Produktivitas bukan “SPRINT” tanpa HENTI

Konsep Sederhananya adalah: Karyawan tidak akan efektif jika mereka tidak diberikan kebebasan mengatur ritme berlarinya.  Perlu ada periode lambat demi sebuah keberhasilan jangka panjang.  Anda perlu Luangkan waktu merayakan keberhasilan meski kecil dampaknya, bahkan sebagai seorang pemimpin, sebuah keberhasilan tidak selalu persis seperti apa yang Anda inginkan.  Sukses bagi seorang CEO bisa berarti keluar dan mencari yang baru, namun untuk karyawan adalah risiko masa depan.  Anda perlu merayakan hal yang penting bagi tim.  Anda perlu melakukan perayaan terhadap adanya Pengembangan Produk, Penjualan Produk, Pembaharuan dan lainnya.

2.  Perlakukan Karyawan seperti Investor

Cara lain meningkatkan produktivitas adalah dengan membuat karyawan Anda merasa dihargai dengan berbagi informasi yang sama dengan informasi yang Anda bagikan kepada investor.  Transparansi ini memungkinkan karyawan untuk lebih terkoneksi dengan perusahaan, Membangun Kepercayaan dan Memberikan Karyawan lebih banyak dari Kepentingan.  Semua orang suka jika mereka merasa membuat perbedaan dan Anda pasti akan melihat kenaikan Produktivitas karyawan jika Anda menyoroti dampaknya dibandingkan melihat jam kerja dan laporan kerja.

3.  Jangan fokus pada Kapasitas tapi pada Perubahan

Dalam lingkungan bisnis yang berubah cepat, Anda harus dapat berporos bahkan pada hal-hal kecil.  Untuk melakukannya, berikan ruang yang cukup ketika merencanakan sesuatu untuk kemungkinan fleksibilitas.  Jika karyawan Anda sibuk, akan sangat sulit bagi mereka bereaksi terhadap sebuah peluang baru dan bisa membuat Andapun lupa terhadap Prioritas.  Apa gunanya staf Anda bekerja keras sementara Anda tidak dapat mengarahkan energi yang seharusnya untuk usaha yang lebih menghasilkan?

Hal yang terpisah, Anda perlu untuk melatih organisasi untuk memikirkan perubahan sebagai hal positif.  Banyak perusahaan merusak diri sendiri, karena berpikir perubahan adalah tanda kelemahan atau upaya sia-sia.  Jika staf Anda bingung atau khawatir tentang arah perusahaan, maka pekerjaan mereka menjadi taruhan.

4.  Gunakan Timeline bukannya Dashboard

Pastikan Anda Timeline-Based untuk berkomunikasi dengan karyawan.  Alat-alat bantu seperti HipChat dan Skype untuk Bisnis memberikan karyawan pandangan yang lebih Holistik terhadap alur kerja.  Mereka akan memberikan gambaran tentang apa yang terjadi dan apa yang telah berubah, dengan cara yang sama kitapun bisa mengkonsumsi informasi dari media sosial.  Dashboard umumnya memberikan snap shot yang statis sementara Timeline memungkinkan setiap personil akan mendapatkan nuansa yang lebih baik bagi dinamika proyek keseluruhan.  Ketika bekerja dengan tim, Timeline sangat efektif, memungkinkan semua orang yang terlibat memiliki pemahaman yang lebih baik dari keseluruhan proses.

Tidak ada senjata ajaib untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif.  Setiap orang memiliki gaya manajemen sendiri, dan waktu telah membuktikan bahwa lingkungan bertekanan tinggi cukup beracun bagi kesenangan bekerja.  Karyawan Anda perlu dimotivasi dan terinspirasi, dimana mereka merasa seperti bekerja keras untuk membangun masa depan perusahaan.

Dengan membentuk kembali persepsi staf Anda mengenai Efektivitas dan menerapkan metode yang tepat bersama dengan alat bantu terbaik untuk merampingkan proses, Anda pasti bisa sukses.  Anda dapat menumbuhkan mentalitas Produktif Karyawan, tanpa dasar rasa takut, melainkan atas kendali mereka sendiri untuk melakukan sesuatu yang besar.  Motivasi dan Produktivitas Karyawan perlu dipertahankan untuk kelanjutan bisnis Anda.

Referensi : entrepreneur.com; victorops.com

Leave a Reply