Cara Membangun Kepercayaan dalam Dunia Kerja Profesional

membangun kepercayaan dalam dunia kerja profesional
membangun kepercayaan dalam dunia kerja profesional

Apakah Anda tahu bagaimana caranya Membangun Kepercayaan dalam Dunia Kerja Profesional?  Anda tidak akan selalu dapat mengendalikan kepercayaan yang pernah dialami sebelumnya, namun Anda dapat bertindak cepat membangun kepercayaan dalam lingkungan kerja.  Merusak kepercayaan dan membangunnya kembali memberikan pandangan tentang faktor-faktor yang tidak berpengaruh dalam membangun kepercayaan di dunia kerja.

Selanjutnya apa yang harus Anda lakukan demi dapat membangun kepercayaan dalam dunia kerja profesional? Sebagaimana dikutip dari about.com, beberapa cara berikut ini dapat menjadi acuan Anda dalam Pengembangan Diri dan Kepemimpinan, sehingga terbangunlah kepercayaan dalam tim

  1. Rekrut dan Promosi Orang yang Tepat

Saat membangun tim, maka pastikan anggota Anda adalah orang yang tepat, yang mempunyak kapasitas dan kapabilitas kerja.  Selanjutnya saat Anda mempromosikan seseorang maka mereka haruslah orang yang mampu membentuk keterikatan personal dengan anak buahnya.  Posisi supervisor ini sangat krusial dalam pengembangan rasa saling percaya.  Jika Anda merekrut orang yang tidak kompeten dan suatu saat mempromosikan mereka, maka akan tercipta gap dalam kelompok, dan sangat berdampak buruk bagi kerjasama tim.

  1. Kembangkan Ketrampilan Karyawan

Membangun kepercayaan dalam organisasi diperlukan usaha konsisten, seperti contohnya memberikan kesempatan kepada setiap karyawan untuk berkembang ketrampilan dan pengetahuan mereka.  Kesempatan ini khususnya diberikan kepada mereka yang sudah mencapai posisi supervisor dan mereka yang tengah menjalani tahapan promosi.

  1. Informasi Terbuka bagi seluruh Staff

Keterbukaan bukan lagi sebuah harta karun yang masih terpendam.  Keterbukaan adalah sebuah common bagi setiap organisasi jika ingin tumbuh berkembang.  Informasi harus selalu mudah didapatkan oleh setiap (masing-masing) karyawan Anda.  Apapun bentuk informasi tersebut dan memang menjadi hak mereka untuk memperolehnya, maka segerakanlah untuk di share. Jangan sampai terjadi miss communication hanya karena masing-masing tidak aware mengenai informasi tersebut.

  1. Supervisor harus punya Integritas dan Komitmen

Bagaimana karyawan Anda akan percaya jika supervisor yang Anda promosikan ternyata melakukan kecurangan, fraud, korupsi atau sering absen dalam bekerja.  Contoh yang sangat tidak baik bagi semua anggota tim.  Jika mereka melihat supervisornya melakukan hal tersebut, tentunya mereka akan mempunyai interpretasi buruk mengenai masa depan bekerja.  Supervisor harus bertindak layaknya seorang pemimpin, yakni memiliki Integritas dan Komitmen.

  1. Konfrontasi Isu Besar dengan elegan

Tunjukkan Anda menegakkan aturan dan prosedur perusahaan dengan jelas.  Jika ada karyawan yang sering bolos, maka panggillah dan berikan teguran atau peringatan atau hukuman.  Anda akan dilihat oleh karyawan lain dan ini sangat membantu mereka membangun kepercayaan kepada perusahaannya.  Konfrontasi layaknya dilakukan dengan cara elegan, tidak dimuka umum atau didepan forum.  Tidak perlu pula Anda melakukan konfrontasi terbuka, karena hal tersebut akan menunjukkan sikap kekanakan dan tidak dewasa.

  1. Hindari Gosip

Jaga tim Anda terlibat dengan gosip yang tidak jelas, seperti membicarakan orang yang sering absen, membicarakan proses promosi yang tertutup dan lainnya.  Buatlah tim Anda untuk dapat saling menjaga kepercayaan masing-masing, dan fokus pada pekerjaan.  Dengan demikian suasana kerja profesional akan tercipta layaknya suasana kekeluargaan.

  1. Tunjukkan Kompetensi Anda

Anda berbicara mengenai apa yang Anda tahu, dan sebaiknya diam jika tidak tahu.  Akan sangat efektif jikalau anggota tim bertanya, kemudian Anda menjawab tidak tahu, dan seraya akan mencari tahu jawabannya.  Sangat buruk hasilnya jika Anda “sok tahu”, karena karyawan sangat mudah memaafkan ketidaktahuan daripada kebohongan.

  1. Dengarkan dan Perhatikan

Tidak ada orang yang tidak ingin didengarkan. Dan sebagai seorang pemimpin tim, Anda sebaiknya menjadi pendengar yang baik, sekaligus memperhatikannya.  Meski Anda mempunyai hak bicara lebih tinggi dibandingkan mereka, namun rasa percaya akan terbentuk lebih solid jika Anda adalah pribadi yang senang mendengarkan dan memperhatikan.  Perlu diingat bahwa banyak orang mendengarkan hanya karena mereka menunggu kesempatan berbicara.  Dalam proses tumbuh kembang tim yang diperlukan adalah sosok yang mendengarkan dan memperhatikan.

  1. Berani melakukan Perbaikan

Sebagai pemimpin Anda perlu mengambil langkah-langkah strategis dan berani mengambil risiko, demi perbaikan pelayanan dan produk.  Komitmen perbaikan mutu pelayanan kepada konsumen, baik barang atau jasa, adalah trigger bagi anggota tim Anda menambah rasa percaya diri dan kepercayaan kepada perusahaan.  Janganlah setiap pengambilan keputusan selalu mengedepankan risiko dan punishment jika gagal.  Sementara setiap perbaikan akan selalu memunculkan risiko meski kecil sekalipun.

  1. Tetapkan Ekspektasi Tinggi

Untuk mempercepat kepercayaan terbangun, Anda perlu membuat ekspektasi tinggi terhadap kinerja tim.  Hal ini akan menandakan bahwa Anda percaya mereka mampu mencapai target.  Dan sebaliknya mereka pun akan yakin bahwa kepercayaan tersebut akan dihargai pada akhirnya.

Membangun Kepercayaan dalam dunia kerja profesional merupakan sebuah keterlibatan emosional bagi masing-masing individu.  Dan sebagai pemimpin tim, Anda adalah role model atau tokoh utama dalam hal ini.  Membangun kepercayaan tim dan sekaligus mempertahankannya cukup dilakukan dengan aktivitas-aktivitas kecil setiap waktu.  Kepercayaan bukanlah teknik namun karakter.

Leave a Reply