Cara Membangun Budaya Sukses dalam Perusahaan Anda

Membangun Budaya Sukses dalam Perusahaan Anda

Membangun Budaya Sukses dalam Perusahaan Anda

Banyak perusahaan didirikan bukan sekedar menjadi penggembira panggung bisnis.  Pastinya sang owner ingin perusahaan mereka menjadi legacy dan bertahan hingga bertahun-tahun, dan bahkan tidak sedikit yang mengedepankan stigma, wanna be the largest company.  Even, seorang pedagang pecel lele kaki lima pun, ingin usahanya berkembang dari 1 jongko menjadi 1 kios dan berkembang lagi menjadi franchise pecel lele dengan puluhan outlet.  Naif rasanya Anda mendirikan sebuah usaha, hanya sekedar untuk mengisi waktu atau hanya untuk BEP semata.  Lepas dari dasar pendirian itu semua, sebuah perusahaan akan sustain atau bertahan, alih-alih berkembang, maka diperlukan sebuah budaya perusahaan yang kuat.  Budaya perusahaan adalah intangible asset yang harus dibangun sejak dini, sebagai jati diri awal berdirinya ini perusahaan.  Banyak cara untuk membangun budaya perusahaan menjelma menjadi budaya kesuksesan bagi setiap insan organisasinya.

Perusahaan baru akan tumbuh, berkembang, bertahan hingga melegenda pada zaman-zaman berikutnya tidak lain hanya dan hanya jika, mampu membangun dan memelihara budaya perusahaan secara konsisten.  Konsistensi adalah harga yang pantas dibayar untuk sebuah legacy owner perusahaan.  Pun demikian seorang pucuk pimpinan perusahaan, meski bukan seorang pendiri perusahaan, harus mempunyai jiwa selaras untuk mengembangan budaya perusahaan yang sustain.

1.  Pilih Gairah dan Hasrat dibandingkan Ketrampilan

Keterampilan tentunya sangat penting untuk pekerjaan apa pun, namun potensi tidak berarti apa-apa jika tidak ada keinginan/hasrat/gairah atau semangat akan pekerjaan tersebut. Christine Sfeir  pemilik Dunkin Donuts di Lebanon, mencatat bahwa ada struktur di tempat kerja untuk mengajarkan keterampilan yang tepat dalam bekerja di restorannya, namun hal yang paling penting bagi seorang karyawan adalah gairah atau passion. “Apa saja ketrampilannya, dapat diajarkan, tetapi perilaku adalah sesuatu yang sulit untuk diajarkan,” jelas Sfeir.

2.  Uji Calon Karyawan Anda dengan Praktek Langsung

Saat wawancara Anda mungkin melihat sebuah potensi pada sosok kandidat karyawan.  Namun tidak ada cara lain untuk melihat langsung sejauh mana mereka adalah orang yang tepat untuk turut serta membangun budaya perusahaan, kecuali dengan berinteraksi di lingkungan kerja. Bagaimana mereka akan bergaul dengan kolega dan pelanggan? Bagian dari proses wawancara yang dilakukan Sfeir adalah membawa mereka ke sebuah toko dan melihat bagaimana calon karyawan berinteraksi dengan dunia nyata.

3.  Pelatihan Lintas Fungsi untuk Mengidentifikasi Keterampilan Terbaik

Memiliki banyak karyawan dengan berbagai bakat berbeda tentu dapat membantu menutupi beban kerja. Tapi rekan tim yang saling tumpang tindih (overlap) dalam keterampilannya masing-masing akan membantu bisnis bertumbuh. Anda tidak hanya saling “backup” dalam hal salah satu karyawan berhalangan, tetapi karyawan pun dapat mempelajari cara-cara yang berbeda untuk menghadapi tantangan yang sama dan mencari cara yang lebih efektif melakukan tugas yang diberikan. Cara inipun kemudian dapat diperluas pada lokasi kerja lainnya.  Cross Function akan membuat proses komprehensif bisnis dapat lebih efektif dari berbagai sudut pandang.

4.  Berikan Penilaian yang Tegas, namun Positif bagi semua orang

Untuk memastikan kinerja tinggi berjalan konsisten, KPI dan Audit Internal adalah esensial dalam perusahaan. Ini memberikan tujuan yang konsisten dan umum bagi semua karyawan, sehingga mudah bagi manajer mengangkat isu ke permukaan dan menanamkan perbaikan. Lebih penting lagi, KPI akan memastikan pengalaman win-win untuk semua orang yang terlibat.

5.  Berikan mereka Pengalaman yang Luar Biasa

Meskipun semua upaya Anda untuk membangun budaya yang kuat, karyawan tidak akan senang bekerja bagi perusahaan Anda jika pengalaman mereka tidak memuaskan.  Pengalaman apa yang diperlukan dalam bekerja, tergantung apa yang akan Anda jadikan sebagai budaya.  Dalam toko donat nya Sfeir, mengedepankan Budaya Senyum.  Sfeir memastikan setiap karyawan senang dengan senyuman, dan mudah memberikan senyuman, karena mereka diyakinkan tengah berada dalam bisnis yang membuat orang “senyum”.

Budaya perusahaan menjadi intangible asset yang perlu dipersiapkan saat seorang owner tengah membangun bisnis.  Budaya perusahaan yang sustain adalah fundamental kelanggengan bisnis perusahaan.  Cara-cara untuk membangun budaya sukses dalam perusahaan ditujukan kepada setiap karyawan.  Menemukan karyawan yang Passioned, memudahkan Anda menempatkan mereka dalam pekerjaannya dan memudahkan mereka memunculkan ketrampilan terbaik.  Penilaian yang Jelas, Tegas serta Pengalaman Kerja yang Luar Biasa akan menjadi parameter untuk membangun Budaya Sukses dalam perusahaan Anda.   Budaya Sukses yang melekat pada masing-masing karyawan ini akan menjadi sebuah Budaya Perusahaan yang Sustain.

Leave a Reply