Mitos Umum tentang Cara Melatih Orang Kerja

mitos umum tenatng cara melatih orang kerja
mitos umum tentang cara melatih orang kerja

Mitos Umum tentang Cara Melatih Orang Kerja yang perlu disikapi oleh setiap pemimpin bisnis.  Apakah Anda harus berinvestasi dengan Alat Bantu Produktivitas Kerja? Atau Program Pelatihan dan Pembinaan Tim? Tidak ada obat mujarab untuk semua itu, kecuali Anda sendiri yang terjun langsung menanganinya.  Dalam dunia bisnis ada Mitos umum tentang Cara Melatih Orang Kerja, dan dari beberapa hal tersebut, ada yang harus Anda sikapi segera.

Produktivitas bisnis selalu berbicara memiliki orang yang tepat, walaupun Anda dibombardir setiap hari dengan alat bantu online dan aplikasi seluler yang menjanjikan dapat menyelesaikan setiap masalah dengan otomatis dan data analisa lengkap.

Kenyataannya, kesuksesan dan kepuasan bisnis adalah tentang melakukan hal yang Benar pada saat yang Tepat, yang membutuhkan Kepemimpinan dan Pembinaan. Tapi pembinaan tidak selalu hasilnya sesuai dengan harapan Anda.

Anda mungkin adalah pendukung kuat program Pembinaan dan Pendampingan di tempat kerja, namun tentu Anda paham dan menyadari bahwa upaya ini hanya dapat dilakukan untuk menghilangkan masalah SDM Anda, dan hanya meningkatkan semangat dan kinerja tim.

Beberapa manajer bekerja terlalu keras untuk memperbaiki Kelemahan orang-orang mereka melalui Pembinaan, daripada meningkatkan Kekuatan orang-orang yang tepat.  Sebijaknya Anda coba berfokus pada Kekuataan masing-masing anggota tim, dan mengkombinasikannya satu persatu agar menjelma sebagai tim yang solid.  Inilah intisari cara melatih orang kerja di sebuah organisas bisnis, yakni memetakan posisi setiap orang untuk membangun kekuatan bersama.

Sebagian besar perusahaan masih beroperasi di seputar rangkaian mitos terkait Pembinaan yang dijelaskan dengan baik dalam sebuah buku, “The Power of People Skills“, oleh Trevor Throness. Trevor adalah pelatih veteran yang telah membantu ratusan pengusaha, organisasi, dan keluarga bisnis di Amerika. Dia tahu betul kapan sesuatu akan berhasil, dan kapan tidak.

Misalnya, dia mengatakan bahwa belum pernah bekerja dengan seseorang yang berhasil karena memiliki Kelemahan Kuat. Berikut ini adalah ringkasan mitos pembinaan yang paling umum dan masih menjadi primadona dalam Pelatihan dan Pembinaan orang di tempat kerja:

1.Coaching adalah membantu orang mengelola Kelemahan mereka

Setiap orang memiliki kelemahan, termasuk karyawan bintang Anda. Fokus pembinaan harus memanfaatkan dan memperluas kekuatan mereka, tidak mengelola kelemahan mereka.  Pelatihan membantu seseorang meningkatkan kesadaran diri dan menyesuaikan peran mereka untuk memanfaatkan kekuatan terbesar mereka dengan lebih baik.

Manajer handal akan melihat sisi kekuatan setiap anggota timnya, dan dia akan tahu cara melatih orang kerja tersebut agar maksimal pada fungsinya.  Jika Anda masih melihat sisi lemah orang, maka segeralah beralih dengan memahami apa yang menjadi faktor positif (kekuatan) mereka, dan itulah wilayah perbaikan yang harus diperhatikan.

2. Kelemahan dasar orang akan berubah jika mereka dilatih

Pada kenyataannya, jika Anda bisa menerima kompetensi dasar siapa karyawan Anda sekarang, maka Anda tahu bahwa mereka dapat menjadi lebih baik dengan Pelatihan dan Pembinaan.  Sebaliknya jika Anda tidak menyukai kondisi siapa mereka hari ini, maka semua Usaha, Waktu, dan Uang Anda tidak akan pernah mengubahnya menjadi orang yang berbeda dan yang lebih baik. Orang bisa mengubah diri mereka sendiri, tapi Anda tidak bisa mengubahnya. Itulah mengapa Cara Melatih Orang Kerja perlu disesuaikan dengan kemampuan dasar dan kemauan mereka.

3. Pelatihan akan memperbaiki perilaku orang Keras Kepala dan Berkinerja Buruk

Sebuah tes yang bagus untuk orang Anda yang berkinerja buruk yaitu kemungkinan menerima pembinaan/pelatihan. Jika telinganya menerima, dan menyatakan ketertarikannya, mungkin ada harapan untuk perubahan kearah lebih baik.

Namun sebaliknya, jika Anda tidak melihat antusiasme, jangan buang waktu Anda dengan upaya pembinaan berlanjut yang melebihi kemampuan dasar mereka.  Cara Melatih Orang Kerja perlu memperhatikan minat (kemauan) dan bakat (kemampuan).  Hindari memaksakan perubahan pada orang Anda, karena masing-masing mereka punya keterbatasan.

4. Percakapan yang Sulit akan merusak Hubungan

Mitos umum lainnya tentang cara melatih orang kerja yang sering disalahartikan yaitu komunikasi atau percakapan.  Komunikasi pasti terjadi, mudah atau pun sulit, pasti ada hubungan yang terjalin antara pimpinan (mentor) dan anggota tim (mentee).  Ironisnya, hal tersebut dianggap sering terjadi (rusak hubungan), namun sebaliknya lah yang benar, jika percakapan itu terjadi langsung dan tanpa emosi yang tidak semestinya.

Pemimpin superstar bisa mengalami percakapan yang sulit tanpa membuat musuh. Mereka mendapatkan kepercayaan dan kesetiaan karena mereka bersedia mengatasi masalah ini, tanpa menghakimi.  Pemimpin hebat akan berbicara didepan dan tidak menggunjing dibelakang, karena tujuan mereka hanyalah keberhasilan setiap tim.

5. Pembinaan yang Sukses menunjukkan Perubahan Hidup

Biasanya, perubahan besar hanya berumur pendek. Misalkan Anda tengah berdiskusi dengan tim, kemudian mereka paham, maka saat itu juga dapat terjadi perubahan.  Tampaknya telah terjadi perubahan besar.  Namun perubahan nyata yang sesungguhnya akan terjadi lebih bertahap, butuh waktu dan butuh usaha lebih lama.

Keterlibatan pembinaan yang sukses lebih mirip lari maraton daripada lari sprin. Yang dibutuhkan adalah seseorang yang berkomitmen untuk selalu menjadi lebih baik (meski sedikit) dan berkomitmen menyelesaikan tugas.

6. Semua Generasi bisa dilatih dengan cara yang sama

Jika Anda menggunakan pendekatan yang sama pada setiap kelompok usia, Anda akan kehilangan semuanya. Generasi yang berbeda cenderung melihat tempat kerja secara berbeda pula.  Generasi X, Y dan Z perlu pola pendekatan yang berbeda.  Masing-masing mempunyai pola tersendiri dalam cara melatih orang kerja.

Pemimpin dan perusahaan terbaik selalu menyesuaikan peran dan panduannya dengan orang-orang yang dimiliki, daripada Anda mengharapkan orang untuk menyesuaikan diri, lebih baik Anda dan perusahaan memberikan peran yang berbeda-beda.

7. Orang dengan Kualifikasi terbaik Menang setiap saat

Ini mitos yang juga terkadang salah penerapan dalam bisnis. Skill itu memang dibutuhkan, tapi kalau harus menimbang Ketrampilan melawan Kesesuaian Budaya perusahaan, maka pilihlah Kesesuaian (fit) setiap saat. Cari orang yang Sesuai (fit) dan mulailah melatih keterampilan mereka.

Orang yang Cerdas, Paham, dan Semangat untuk Belajar dan Tumbuh selalu punya kecocokan budaya. Carilah pemimpin alami yang lahir dengan adanya Dorongan (drive), Penglihatan (vision), Tujuan (purpose), dan Fokus pada Pelanggan.

Cara Melatih Orang Kerja tidak hanya melihat potensi mereka, pengetahuan mereka, namun juga perilaku dan karakter yang sesuai dengan budaya perusahaan.  Agar hasil Pembinaan dan Pelatihan Anda efektif, maka silakan dipahami bahwa tidak semua orang terbaik akan berhasil setiap saat.

8. Perubahan kehidupan Pribadi tidak perlu Mempengaruhi Pekerjaan

Mitos ini sangat menyesatkan banyak orang.  Sering para pimpinan perusahaan berkata bahwa urusan pribadi tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan kerja.  Pada akhir hari, kehidupan pribadi dan profesional seseorang adalah kehidupan yang sama. Jika kehidupan kerja Anda berjalan buruk, orang yang Anda cintai merasakannya di rumah, dan sebaliknya.

Pembinaan dan Pelatihan cenderung akan menyentuh langsung kehidupan pribadi tim Anda, dan hal tersebut sangat berdampak kepada kinerja mereka.  Pemimpin terbaik tidak menghindari masalah pribadi, namun menambahkan pembinaan untuk meminimalkan dampak kerja, dan menyesuaikan peran orang.

Pembinaan dan Pelatihan yang efektif dimulai dengan duduk bersama anggota tim Anda, membantu mereka mengidentifikasi kekuatan terbesar mereka, dan melakukan brainstorming tentang bagaimana mereka dapat memanfaatkan kekuatan.

Pembinaan tidak meluangkan waktu kepada orang yang tidak tertarik untuk tumbuh, tidak mau menyenangkan pelanggan, atau tidak mau bergerak maju. Fokus Anda adalah pada pembinaan orang, dan alatnya kontrol monitoring yang akan melakukan sisanya.

Leave a Reply