Sebagai Manajer Cerdas, inilah Cara Anda dalam Membangun Tim yang Solid

Beberapa manajer pasti tahu bagaimana cara membangun tim yang benar-benar fungsional.  Agar perusahaan Anda berhasil , maka cari tahulah bagaimana membangun sebuah tim yang dapat bekerja sama dengan baik . Itu bisa menjadi tugas yang cukup sulit. Namun demikian, menciptakan sebuah tim berarti menyatukan orang-orang dengan kepribadian yang berbeda dan ketrampilan yang bervariasi untuk bekerja pada tujuan yang sama dan ini adalah suatu usaha yang kompleks.  Anda dapat melihat bagaimana para manajer cerdas dalam melakukan pendekatan untuk membangun tim.

membangun kekuatan individu1. Bermain pada Kekuatan Individual.

Anda perlu memahami apa kekuatan masing-masing anggota individu yang ada dan tepat menempatkan setiap orang di tempat mereka agar dapat bersinar .  Hal ini sangat jarang bahwa seorang karyawan dapat memperbaiki kekurangan , terutama jika kekurangan itu adalah bagian dari sifat alami mereka . Jika anggota tim Anda tidak baik pada hal yang rinci, maka mereka tidak akan pernah menjadi baik pada hal yang rinci. Anda perlu segera memutuskan apakah mereka akan melakukan sisa pekerjaan dengan baik dan jika demikian adanya, pasangkan mereka dengan orang lain yang dapat membantu untuk menopang kekurangannya.

Jika Anda mempunyai seorang manajer pemasaran yang sangat baik dalam pelayanan pelanggan akan tetapi dia tidak pandai pada hal yang rinci, maka pasangkanlah dengan anggota tim lain untuk proses review akhir dari dokumen-dokumen yang dihasilkan.

2. Mendorong Transparansi.

Tim bagaikan sebuah keluarga , dan Anda harus membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri . Ketika hal-hal mulai tampak kacau, bawalah serta orang-orang yang tidak terlibat bersama dan buat mereka mau bekerja dengan rasa keprihatinan dan empati. Jangan biarkan mereka menempatkan Anda di tengah-tengah situasi yang kacau. Tugas utama Anda adalah untuk membantu anggota tim memahami satu sama lain dengan lebih baik.

Pendekatan ini mungkin akan terasa tidak nyaman, tetapi jika mereka belajar bahwa untuk masuk ke strategi Anda adalah dengan membawa bersama-sama untuk saling bekerjasama, mereka akan mulai mencobanya sendiri dan hanya akan melibatkan Anda ketika benar-benar diperlukan .

3. Menetapkan Aturan Dasar.

Tim perlu tahu bagaimana Anda ingin operasional dilakukan. Apakah Anda seorang manajer yang berorientasi solusi. Ataukah Anda baik-baik saja jika berbicara tentang masalah proyek namun bersikeras bahwa setiap orang perlu menyumbangkan ide-ide untuk resolusi. Ketika suatu masalah muncul, Anda tidak ingin mencari kesalahan siapapun, atau mengapa hal tersebut terjadi. Anda mungkin lebih memilih untuk mengambil waktu memperbaikinya nanti pada saat yang tepat. Dan Anda akan dikenal sebagai yang akan berkata kepada Tim, “Jangan bawa masalah Anda tanpa solusi ” dan, “Saya tidak ingin tahu mengapa kita tidak bisa melakukannya, saya ingin fokus bagaimana kita bisa melakukannya.”

Manajer lain lebih memilih untuk melakukan analisis akar masalah dan segera bergerak maju dengan solusi. Gaya setiap orang berbeda, dan sering didasarkan pada jenis pekerjaan yang Anda lakukan. Yang penting adalah tim Anda tahu gaya kerja sehingga semua orang berpikir sama mencapai tujuan.

4 . Biarkan Mereka Tahu Anda Mendukung Mereka.

Sebagai pemimpin tim, anggota tim Anda perlu tahu bahwa Anda mendukung mereka dan Anda adalah pendukung terbesar mereka. Anda perlu melihat pekerjaan utama adalah untuk menghilangkan hambatan tim dan Anda berada di sana untuk mendukung mereka ketika permasalahan timbul, baik dari sisi eksternal (pelanggan) atau internal (kelompok) lainnya. Bila anggota tim tahu bahwa mereka memiliki dukungan Anda, mereka akan bergerak maju dengan percaya diri.

5 . Berikan Insentif.

Buat tujuan dimana tim Anda dapat bekerja, misal hari libur pada akhir kuartal, fleksibilitas jadwal kerja, ataupun bonus. Ketahuilah bahwa anggota tim Anda memiliki keterampilan yang berbeda, sehingga mereka mungkin menanggapi insentif dengan cara yang berbeda pula, maka jika memungkinkan lakukan fleksibilitas sebagai kunci bagi keberhasilan tim mendapatkan insentif.

Anda mungkin memiliki anggota tim yang lebih memilih cuti daripada uang. Sebuah program insentif bonus, mungkin bagus, namun tidak memiliki dampak yang sama seperti halnya memberikan satu hari libur ekstra atau sertifikat pelatihan. Anda perlu pahami bahwa setiap orang berbeda .

Leave a Reply