Hindarilah Cara Komunikasi Buruk Anda

Hindari Cara Komunikasi Buruk Anda
Hindarilah Cara Komunikasi Buruk Anda

Komunikasi sudah pasti menjadi dasar pengembangan karir dan hubungan sesama. Hindarilah Cara Komunikasi Buruk Anda sehingga komunikasi memberikan manfaat jika dilakukan.

Dengan adanya komunikasi yang baik, Anda akan membangun sebuah RELATIONSHIP yang dapat bertahan lama dan berdaya guna bagi karir kedepannya. Ada beberapa CARA KOMUNIKASI yang perlu Anda waspadai sehingga tidak menjadi buruk dihadapan kolega atau relasi.

1. LUPA Nama Seseorang

Nama adalah identitas seseorang yang sangat identik dan sangat unik. Ketika mereka menyebut nama Anda, maka akan terasa aura kedekatan dan ketika mereka lupa sedangkan percakapan tengah berlangsung akan terasa ganjal. Pada akhirnya Anda dapat mundur teratur dan menjauh dari mereka meski tanpa sadar.

Melupakan nama seseorang menggambarkan Anda tidak tertarik dengan mereka dan secara tidak langsung mengidentifikasikan bahwa Anda egois atau tidak peduli.  Komunikasi yang baik perlu dimulai dengan saling mengenal. Cara komunikasi buruk akan terjadi saat Anda sudah lupa dengan nama lawan bicara.

Mengatasi hal ini dapat diakali dengan perkataan “MAAF” sebelumnya.  Dan dilanjutkan dengan kata-kata pembuka yang ATRAKTIF.  Anda tidak perlu MALU jika memang lupa dengan nama seseorang.  Cukup ucapkan, “Maaf, saya kenal wajah, namun lupa nama Anda”.  Ini adalah sebuah ungkapan yang sangat BIJAKSANA, bahwa Anda masih mengingat seseorang, namun karena jeda waktu yang cukup lama, sehingga lupa dengan sebutannya.

Dengan mengawali perbincangan yang baik, maka komunikasi buruk dapat dihindari, dan Anda akan mengambil manfaat dari sebuah percakapan.

2. Membuat HUMOR yang Tidak Pantas

Bercanda atau humor adalah cara terbaik untuk membuka percakapan, terutama bagi orang yang jarang bertemu atau baru kenal. Kiranya dengan suasana yang penuh canda akan mencairkan ketegangan dalam komunikasi. Akan tetapi Anda perlu sikapi candaan yang tidak pada tempatnya, seperti masalah sara, politik, seks atau individu lainnya.

Bahkan meski mungkin Anda sudah kenal dan bahkan pernah dekat dengan seseorang, alangkah baiknya jika percakapan tidak diawali dengan candaan yang “mungkin” tidak pantas.  Setiap orang dapat berubah karena situasi dan kondisi.  Bahkan dalam keseharian pun seseorang dapat mempunyai moody yang berbeda-beda.

Candaan atau humor bisa menjadi komunikasi yang erat, namun perlu ditelaah lebih jauh penggunaan kata-kata yang mungkin TIDAK PANTAS.  Pastikan komunikasi Anda berada pada koridor WAKTU, TEMPAT dan KONDISI yang TEPAT.  Sehingga kalau Anda ingin bercanda, maka tidak ada pihak yang tersinggung karenanya.

3. Menjadi TIDAK JELAS

Cara komunikasi buruk lainnya adalah ketika Anda tidak jelas. Kata-kata, Kalimat, Maksud atau Tujuan Anda tidak dapat ditangkap secara gamblang oleh lawan bicara.

Komunikasi harus dilakukan dengan jelas, baik intonasi suara dan maksud dari ucapan Anda. Berpikirlah lebih dalam sebelum mengungkapkan sesuatu, periksalah kembali email dan pesan tulisan Anda sebelum mengirimnya.

Menjadi tidak jelas adalah salah satu perilaku yang patut dihindari dalam komunikasi yang baik. Spesifik dan Ringkas adalah teman terbaik Anda dalam komunikasi.  Jelas artinya orang dapat PAHAM dan MENGERTI apa yang Anda sampaikan.  Kejelasan dalam komunikasi akan menghindari SALAH PAHAM atau SALAH PERSEPSI.

4. Melempar ISU POLITIK

Sebagaimana diungkapkan diatas, bahwa menghindari pembahasan sara adalah lebih baik dalam komunikasi, maka urusan politik pun demikian adanya.  Tidak hanya masalah politik, bahkan masalah yang mempunyai POTENSI kepentingan masing-masing, perlu kiranya disikapi secara BIJAK.

Percakapan apapun akan berlangsung smooth jika Anda tidak membahas hal-hal yang sifatnya tendensius, seperti politik agama dan ras. Ungkapan yang menyangkut kepentingan politik atau pemerintahan bukan konsumsi semua orang.

Jika Anda memiliki teman dekat, maka tidak salah jika berbicara tentang perpolitikan, akan tetapi segera kesampingkan keinginan Anda bercerita hal tersebut dalam konteks lingkungan profesional, lingkungan umum dan lingkungan baru.  Tidak semua orang mempunyai OPINI yang sama.  Dan cara komunikasi buruk selalu bermula dengan opini yang berbeda.

5. Mengoceh

Karena sangat bersemangat saat bertemu orang, Anda mungkin tanpa sadar sering berbicara banyak atau ngoceh. Mengoceh merupakan gambaran bahwa Anda tipikal orang yang DOMINAN dan tidak menginginkan percakapan dua arah.

Anda bebas mengungkapkan perasaan dan isi pikiran Anda, namun selalu berikan kesempatan kepada orang lain untuk menaggapi atau memberi masukan. Jika tidak, Anda hanya menyajikan sebuah MONOLOG dalam komunikasi tersebut.  Komunikasi adalah dua arah, sebaiknya Anda perlu menjaga diri sehingga tidak larut dengan semangat berlebihan.

6. Tampak BODOH

Tidak ada orang yang tahu segalanya, namun jika Anda tampak bodoh dengan tidak paham akan topik yang tengah dibahas, sama dengan Anda telah mengabaikan percakapan yang terjadi. Anda dapat bertanya dengan elegan jika memang belum paham dengan topik pembicaraan atau lebih baik diam tidak turut andil dalam percakapan sehingga tidak berpura-pura tahu.

Banyak orang ingin TAMPAK PINTAR, namun sikap ini juga harus diwaspadai jangan sampai Anda menjadi SOK TAHU.  Demikian juga jangan tampak linglung sendiri dengan pembicaraan yang ada, karena Anda akan tersingkir mengenaskan pada akhirnya.  Pastikan topik bahasan yang terjadi, sehingga Anda dapat mengikuti irama dan alur pembicaraan.  Meski Anda bukan ahli dalam bidang tersebut, namun jika Anda tahu apa yang dibahas, maka Anda tidak akan menjadi “bulan-bulanan” situasi.

7. Menjadi BUKAN Diri Sendiri

Tidak banyak orang yang ingin mengungkapkan jati diri mereka dengan apa adanya. Banyak orang yang ingin menjadi orang lain, sehingga mereka meniru GAYA, KARAKTER atau PERILAKU idolanya. Dalam sebuah pertemuan baru, Anda mungkin akan tergoda menambah atau mengurangi kepribadian Anda.

Dengan bersikap seperti layaknya orang lain, Anda akan tampak tidak tulus dan memanipulasi diri sendiri. Sebaiknya Anda cukup melakukan penyesuaian kecil jika bertemu orang baru dibandingkan menjadi seseorang yang bukan diri sendiri, seperti memuji berlebihan, tertawa keras, lebih vokal atau frontal dan lainnya.

Sikap komunikasi yang berlebihan dan bukan ciri khas Anda adalah cara komunikasi buruk.  Akhirnya Anda dapat tersudutkan karena harus berpikir keras bagaimana untuk terus menerus MANIPULATIF dalam sesi percakapan tersebut.  Jadilah diri sendiri, akui apa yang Anda tidak paham dan ungkapkan apa yang Anda tahu.

8. EMOSIONAL Berlebihan

Emosi adalah hal yang lumrah dan cukup baik jika disalurkan pada tempatnya. Emosi adalah bagian dalam kemanusiaan dan itulah yang menjadikan kita manusia. Mengubur emosi Anda tidak baik dalam sebuah percakapan, namun akan lebih buruk jika Anda meluapkan emosi berlebihan dalam sebuah komunikasi, seperti MARAH, NAIK PITAM, atau MENDIKTE orang lain. IMPULSIF dalam komunikasi menunjukkan ketidakseimbangan dan kondisi diluar kendali Anda. Emosi berlebihan adalah cara buruk dalam sebuah komunikasi, dan Anda patut menghindarinya.

Emosi perlu dikendalikan dan dikelola secara positif.  Tindakan yang emosional cenderung REAKTIF.  Anda perlu menjadi pribadi yang RESPONSIF dalam komunikasi efektif.  Sehingga pilihan kata, bahasa dan gestur tubuh, meski Anda tengah dilanda emosi, tetap akan SANTUN dan ELEGAN.

9. Terlalu NEGATIF

Pikiran negatif mirif dengan perasaan berlebih atau emosional.  Hanya saja jika emosional cenderung menyerang diri Anda, sedangkan pikiran negatif adalah serangan Anda kepada lawan bicara.

Kita semua memiliki pikiran dan perasaan negatif, dan itu baik-baik saja jika sesekali Anda ekspresikan dalam bentuk kritik KONSTRUKTIF. Namun, menjadi terlalu negatif akan membuat Anda tampak seperti orang yang negatif, yang akan membuat orang lain DIAM daripada berbicara kepada Anda. Cobalah untuk melihat sisi positif dari segala hal, meskipun sulit namun akan selalu ada.

Berpikiran positif adalah cara komunikasi efektif yang perlu dilatih setiap saat.  Semakin Anda mendalami situasi dan kondisi , maka akan mudah Anda berpikir secara positif.

10. INTERUPSI

Komunikasi adalah keseimbangan, dan memotong pembicaraan saat orang lain berbicara adalah bentuk dari ketidakpedulian Anda. Interupsi membuktikan Anda tidak mendengarkan dan tidak menyimak, dan Anda lebih peduli dengan apa yang akan Anda katakan. Belajarlah untuk bersabar dan mendengarkan orang lain saat mereka berbicara.

Komunikasi adalah diskusi dua arah, saling mengerti dan saling memahami kepentingan masing-masing.  Tidak perlu adanya MENANG-KALAH dalam komunikasi.  Anda perlu mengembangkan kondisi menang-menang sebagai dasar bentuk komunikasi efektif.

Komunikasi adalah bentuk hubungan dua arah yang saling melengkapi. Tanpa adanya keseimbangan dalam percakapan, maka yang terjadi adalah sebuah cara komunikasi buruk.  Komunikasi buruk akan mempengaruhi prospek pengembangan diri Anda menjadi seorang yang lebih Profesional dan Dewasa. Komunikasi dengan cara buruk patut dihindari sehingga tidak membuat PERILAKU dan SIKAP Anda menjadi seseorang yang sulit berhubungan baik.

Leave a Reply