Bahaya Sosok Pemimpin Diktaktor dalam Menjalankan Bisnis

Bahaya Sosok Pemimpin Diktaktor Dalam Menjalankan Bisnis

Bahaya Sosok Pemimpin Diktaktor Dalam Menjalankan Bisnis

Ikhtisar.com – Ketika sebuah perusahaan dilanda suatu kritis tentunya kita membutuhkan seorang pemimpin untuk membantu menghadapi situasi kritis tersebut. Ada pemimpin yang tidak peduli dengan keadaan serta kondisi orang-orang mereka pimpin. Perilaku yang ditunjukkan terkesan ‘memaksakan’ kehendak kepada orang-orang dan tindakan ini memunculkan kesan ke’diktatoran’ nya dalam memimpin. Sosok Pemimpin dengan sikap Diktator akan membahayakan jalannya Bisnis Perusahaan.

Perlu Anda ketahui bahwa sosok pemimpin diktator tidak selalu memiliki karakteristik yang keras dari penampilan, namun dapat berada dibalik sosok yang terkesan lembut penampilannya. Oleh karenanya diperlukan ciri-ciri karakteristik untuk mengetahui pemimpin diktator tersebut.

Brenda Wagner (2011) seorang konsultan senior mengemukakan ada sembilan karakteristik yang dimiliki oleh manajemen diktator. Karakter tersebut diantaranya secretive, egotistical, close-minded, dishonest, inconsistent, lacks focus, has unrealistic expectations, dan does not plan. Berikut penjelasannya:

Secretive

Karakteristik ini merupakan gaya pemimpin diktator yang lebih banyak menyimpan rahasia untuk dirinya sendiri daripada disampaikan oleh orang yang dipimpinnya. Hal ini bertujuan untuk melindungi pemimpin dari keadaan yang terdesak.

Egotistical

Karakteristik pemimpin diktator ini cenderung tidak mau belajar serta menerima kritik dan saran dari orang yang ada disekitarnya. Dia merasa bahwa pengetahuannya jauh lebih baik sehingga tidak memperdulikan saran ataupun kritik dari orang lain. Hal ini tentu menjadikan pemimpin diktator hanya mempedulikan dirinya sendiri serta tidak dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang dipimpinnya.

Close-Minded

Karakteristik ini menunjukkan pemimpin diktator dengan pola pikir yang menutup diri dan tidak mempedulikan kata orang lain. Baginya apa yang dilakukannya sudah benar dan tidak ingin membuang waktunya sia-sia untuk menanggapi orang lain. Ketertutupan yang dimiliki pemimpin diktator ini tentu akan membuat pemimpin menjadi tidak tumbuh dan berkembang menjadi sosok pemimpin yang baik.

Dishonest

Karakteristik ini menunjukan bahwa pemimpin diktator tidak sepenuhnya memunculkan karakteristik yang sesungguhnya atau tidak jujur. Pemimpin diktator menjadi tidak jujur dikarenakan untuk menutupi ketidakmampuannya yang ada dalam dirinya. hal ini tentu akan membuat pemimpin diktator menjadi tidak dipercaya dan dihormati sebagai seorang pemimpin.

Inconsistent

Karakteristik ini menunjukkan ketidakkonsistenan pemimpin diktator. Ketidakkonsisten tentu akan berdampak bagi orang yang dipimpinnya seperti kinerja yang tidak optimal sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dari institusi yang dipimpinnya.

Lacks Focus

Karakteristik ini menunjukan pemimpin diktator kurang fokus apa yang menjadi perhatiannya. Pemimpin diktator tidak mampu membedakan mana yang menjadi prioritas utamanya dan mana yang harus ditunda.

Has Unrealistic Expectations

Karakteristik ini menunjukkan bahwa pemimpin diktator akan mengalihkan perhatian pada hal-hal yang kurang realistis terhadap orang yang dipimpinnya. Hal ini dilakukan karena pemimpin tidak memiliki kemampuan terhadap sesuatu yang pasti terhadap apa yang dinginkannya. Keinginan tersebut tentu akan memicu ketidakseimbangan dalam mewujudkan cita-cita suatu institusi.

Does not Plan

Karakteristik ini menunjukkan tidak adanya perencanaan yang jelas dalam menyusun setiap aktivitas. Selain itu pemimpin juga melakukan penundaan terhadap rencana yang disusunnya. Hal ini tentu menunjukkan pemimpin yang tidak mampu dan tidak memiliki strategi dalam menjalankan kepemimpinan.

Bukanlah hal mudah bagi seorang pemimpin dalam memperbaiki kualitas kepemimpinan menjadi lebih baik. Perlu adanya suatu instropeksi terhadap kinerja dan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya. Upaya tersebut perlu dilakukan untuk menghindari pemimpin diktator yang menjalankan kepemimpinannya dengan semena-mena. Diperlukan bantuan dari orang sekitar untuk mengubah kepemimpinan diktator menjadi pemimpin yang lebih kondusif, arif, dan bijaksana demi terwujudnya bisnis yang sustain.

Leave a Reply