Pentingnya Bahasa Tubuh dalam Komunikasi Non Verbal

Bahasa tubuh dalam komunikasi non verbal
Bahasa tubuh dalam komunikasi non verbal

Pentingnya Bahasa Tubuh dalam Komunikasi Non Verbal mampu mengangkat hasil positif dari tujuan komunikasi itu sendiri.  Bahasa tubuh adalah salah satu cara komunikasi non verbal.

Komunikasi adalah penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain, dan bentuknya dapat berupa ucapan atau kata-kata (komunikasi lisan), dan tulisan dalam bentuk pesan singkat, surat elektronik (email) dan lain sebagainya (komunikasi tulisan).

Selain itu komunikasi dapat dibedakan secara verbal dan non verbal, yang mana tujuan semuanya adalah penyampaian pesan sehingga DITERIMA dan DIPAHAMI lawan komunikasi Anda.

Selanjutnya dalam KOMUNIKASI Anda akan dapat menilai seseorang telah menipu atau membohongi Anda, dan gejala ini dapat dimengerti melalui Bahasa Tubuh. Pemahaman Anda akan bahasa tubuh (body language) seseorang akan menginterpretasikan bahwa mereka berkata dengan jujur dan sebenarnya bukan sebuah kebohongan atau manipulasi.

Bahasa Tubuh adalah jenis komunikasi non verbal yang dapat Anda PELAJARI dan PAHAMI.  Tujuannya untuk memahami SIKAP dan PERILAKU lawan bicara Anda. Dan dengan ketrampilan memahami bahasa tubuh seseorang akan memudahkan Anda menentukan SIKAP menghadapi mereka.  Bahasa tubuh selalu terikat langsung dengan kendali pikiran.  Maka jika bahasa tubuh seseorang tidak NATURAL, berarti ada POLA PIKIRAN yang tengah dimanipulasi.

#Kesan Pertama dan Rasa Percaya Diri (Confidence)

Jika Anda bertemu rekan kerja pertama kali atau pada kesempatan pertama, maka apakah yang menjadi kesan pertama Anda terhadap mereka. Apakah terlihat rasa PERCAYA DIRI mereka yang cukup saat berhadapan dengan Anda atau audience lainnya. Sehingga Anda bisa menentukan kelanjutan komunikasi tersebut bermanfaat ataukah hanya membuang waktu.

Untuk melihat percaya diri seseorang dari kesan pertama maka amatilah beberapa TINGKAH LAKU ini dalam sebuah percakapan.  Hasilnya Anda akan mendapatkan sinyal rasa percaya diri lawan bicara Anda.

  • POSTUR, tegak dengan bahu kebelakang
  • TATAPAN MATA, padat dan penuh senyuman diwajah
  • GESTUR Tangan dan Lengan, menunjukkan sikap terbuka dan jelas
  • UCAPAN, Pelan namun jelas
  • NADA BICARA, atau Intonasi moderat sampai rendah

Tanda-tanda seperti tersebut adalah ciri bahasa tubuh dengan percaya diri yang baik. Anda dapat mempraktekkannya manakala mengalami rasa kurang percaya diri.  Latihan ini berguna saat akan melakukan PRESENTASI atau RAPAT penting misalnya.  Percaya diri pada kesan pertama menegaskan komunikasi non verbal secara baik.

#Pertemuan yang Sulit dan Mempertahankan Diri (Defensiveness)

Jika Anda bertemu seseorang dengan tujuan untuk mencari solusi bersama dalam sebuah proyek kerja, idealnya Anda akan saling terbuka dan saling mendengar satu sama lainnya. Namun jikalau sebuah pertemuan akan menemui jalan buntu dan akhir yang tidak jelas, maka situasi komunikasi akan sulit, dan ini berdampak pada tujuan komunikasi tidak akan tercapai.

Meski banyak orang dalam komunikasi jarang mau MENDENGAR dan cenderung BERTAHAN dengan pendapatnya, namun Anda dapat mengubah cara penyampaian pesan sehingga mereka dapat menerimanya. Perhatikan tanda-tanda komunikasi non verbal berikut ini :

  • Gerakan Tangan SEDIKIT dan cenderung MENDEKATI badan
  • EKSPRESI Wajah sangat minim
  • Posisi Badan cenderung MENJAUHI Anda
  • Tangan DISILANGKAN didepan badan
  • KONTAK MATA sangat sedikit

Tanda dan ciri komunikasi non verbal tersebut adalah cara seseorang “BERTAHAN” dari situasi kondisi yang dihadapinya.  Anda tidak ingin sebuah meeting akan stuck jika ada salah satu peserta yang bersikap defensif.  Maka perlu adanya pembenahan cara Anda agar mereka tetap nyaman dalam SIKON tersebut.

Dengan memperhatikan tanda-tanda ini, Anda perlu mengubah perkataan atau cara mengatakannya sehingga membantu orang lain lebih nyaman, dan lebih mudah menerima apa dikatakan. Hal yang sama, jika Anda merasa agak defensif dalam sebuah situasi, Anda dapat memantau bahasa tubuh sendiri untuk memastikan bahwa Anda mau terbuka dan mau menerima apa yang tengah dibahas.

#Kerja Kelompok dan Ketidakterlibatan (Disengagement)

Apakah Anda pernah menyampaikan sebuah presentasi, dan merasa bahwa orang-orang tidak benar-benar memperhatikan perkataan Anda? Bagaimana pula saat Anda bekerja kelompok untuk membahas sebuah tanggung jawab proyek dan tenggat waktu? Apakah semua orang mempunyai pemahaman yang sama ataukah mereka sudah lepas dengan idenya masing-masing?

Idealnya, ketika Anda berdiri memberikan presentasi atau bekerja dengan kelompok, tentunya keterlibatan dengan semua pihak sangat diharapkan. Ketidakterlibatan orang sering terjadi dengan sendirinya. Tetapi Anda dapat secara aktif melibatkan mereka jika waspada terhadap beberapa tanda-tanda ini dan sinyal yang meliputi:

  • KEPALA TURUN
  • Mata yang berkaca-kaca, atau MENATAP sesuatu yang lain
  • Tangan yang BERMAIN pada pakaian, atau mengutak-atik pena
  • Orang mungkin MENULIS atau mencoret-coret hal lain
  • Duduk cenderung MEROSOT pada kursi mereka

Melihat kondisi ini Anda  dapat bertindak dengan melemparkan pertanyaan langsung kepada mereka, dan ini adalah cara paling efektif “MEMAKSA” keterlibatan mereka dalam sebuah meeting atau pertemuan. Dan pastikan bahasa tubuh Anda mengatakan apa yang Anda inginkan.  Cara Anda menyampaikan keinginan pun perlu dilakukan dengan elegan dan kooperatif, bukan sekedar “membongkar” suasana hening pikiran mereka.

#Berbohong

Dari semua bahasa tubuh non-verbal yang Anda amati, salah satunya bisa mengatakan apakah seseorang berbohong atau tidak. Beberapa tanda-tanda yang dapat mencirikan seseorang sedang berbohong meliputi:

  • Mata mempertahankan kontak sedikit, atau mungkin ada gerakan mata yang cepat, dengan pupil mengerut.
  • Tangan atau jari-jari di depan mulutnya ketika berbicara.
  • Tubuhnya secara fisik berpaling dari Anda, atau gestur tubuh yang tidak biasa.
  • Nafas meninggi atau terengah-engah.
  • Wajah atau Leher Memerah.
  • Keringat meningkat.
  • Suara gagap atau membatukkan tenggorokan.

Ciri diatas adalah sebagian dari komunikasi non verbal yang menandakan kebohongan seseorang.  Anda pun perlu melatih sikap Anda dari gestur tubuh tersebut, sehingga tidak dinilai melakukan kebohongan.  Kebohongan akan terungkap mudah dari bahasa tubuh seseorang yang tidak natural, atau sering disebut SALTING (Salah Tingkah).

Bahasa tubuh seseorang berbeda-beda, sehingga meski menunjukkan tanda-tanda berbohong, Anda tidak dapat langsung memberikan kesimpulan, karena bisa saja bahasa tubuh tersebut menandakan kebingungan atau rasa gugup. Untuk memastikannya Anda perlu menyelidiki lebih lanjut, mengajukan lebih banyak pertanyaan secara lebih rinci untuk menentukan apakah mereka jujur atau tidak.

Komunikasi verbal akan sinkron dengan komunikasi non verbal.  Kedua hal ini perlu Anda kombinasikan dalam sebuah percakapan dan perbincangan.  Semakin Anda menguasai diri, berlaku jujur, menjadi diri sendiri, percaya diri dan terbuka, maka teknik komunikasi Anda mendekati SEMPURNA.

Leave a Reply