Bagaimana Pemimpin Menghidupkan Corporate Culture

Siapakah yang harus merumuskan budaya perusahaan atau organisasi (corporate culture)? Jawabannya tak lain adalah para pimpinan di organisasi atau perusahaan tersebut. Top Management Bertanggung Jawan dalam Mendefinisikan Budaya Perusahaan sampai dengan Level Terbawah.  Visi dan Misi Perusahaan merupakan Fundamental Dasar Pengembangan Organisasi, dan selanjutnya berkembang pada Strategy Maps dan People Development.

Berikutnya akan timbul pertanyaan yakni Seperti Apakah Kualifikasi Budaya Perusahaan yang akan dijadikan Akar Pertumbuhan kedepannya, dan bukan hanya Siapa yang Membuat Dasar Budaya Perusahaan saja.  Budaya Perusahaan atau Corporate Culture harus Mencerminkan serta Mendukung seluruh Perilaku dan Sikap yang diperlukan untuk meraih Goal atau Tujuan Perusahaan.

Sebuah Budaya Organisasi sangat memungkinkan diubah seiring berjalannya waktu, diadaptasikan dengan kondisi baik Internal maupun Eksternal. Hanya saja, dalam Perubahan tersebut, seorang Pemimpin harus Mengerti dan Paham kebutuhan dari tempat kerja (workforce) dan menyelaraskan budaya baru dengan kebutuhan tersebut. Seyogyanya, Pemimpin juga mampu mengantisipasi risiko terburuk yang akan muncul sehingga jika terjadi kegagalan, proses mitigasi masalah akan berjalan lebih cepat dan biaya risiko bisa diminimalkan.

Lalu bagaimanakah Anda membangun sebuah Budaya Perusahaan yang tidak hanya sekedar “Rumusan Tertulis,” atau Slogan dan Wacana setiap Senin Pagi, tetapi juga dapat diterapkan dan dijalankan oleh seluruh karyawan perusahaan? Berikut beberapa Langkah untuk membangun dan mengembangkan budaya perusahaan sebagaimana dikutip dari portalhr.com: 

1. Menetapkan Misi, Visi dan Value atau Nilai Perusahaan.

Tanpa adanya Misi, sebuah organisasi tidak akan mampu menghasilkan produk maupun service secara optimal. Demikian juga jika Visi tidak dimiliki, organisasi akan kehilangan daya saing sehingga mudah dikalahkan oleh kompetitor. Yang terakhir, jika organisasi tidak menetapkan Value atau Nilai, para karyawan akan kehilangan Motivasi dan Iklim Kerja akan terganggu.  Semangat untuk memberi lebih terganjal dengan adanya Lingkungan yang tidak Mendukung.

2. Mengerti Motivasi Kerja (Driving Force)

Pada dasarnya Anda perlu tahu apa yang membuat orang melakukan apa yang dilakukan. Di dunia kerja pun, Anda perlu mengetahui mengapa Anda harus menyelesaikan suatu tugas, dari mana asalnya dan bagaimana pemanfaatan hasil akhir tugas tersebut, itulah yang disebut Driving Force.  Pemahaman Tujuan Bekerja sebagai Individu dan Tim sangat berperan besar dalam Membangun Budaya Perusahaan yang Sustain. 

3. Mengerti Desain dan Struktur Organisasi (Organization Structure)

Apa pentingnya kita mengerti desain dan struktur? Kedua hal tersebut menggambarkan sebuah kerangka organisasi, sehingga jika pemahaman tentang desain maupun struktur kurang, kita pun akan kehilangan jati diri organisasi tersebut.

4. Pengukuran Kinerja (Performance Appraisal)

Secara berkala, kinerja karyawan harus diukur secara spesifik dan jelas apapun alat ukurnya. Yang diukur tentunya tidak hanya performa yang menyangkut operasional tetapi juga strategis, termasuk di dalamnya penerapan budaya perusahaan tersebut.

5. Menetapkan Sistem Kontrol yang Baik (Management Control)

Perusahaan atau organisasi harus menetapkan kontrol dan akuntabilitas. Hal ini tercermin dalam pengambilan keputusan, memegang kepercayaan dan memberikan kepercayaan kepada karyawan, semuanya harus mampu memfasilitasi terbentuknya kepatuhan terhadap budaya perusahaan tersebut.

ikhtisar.com

Comments
  1. Agus indarto | Reply
    • Ikhtisar | Reply

Leave a Reply