Bagaimana menjadi seorang Pemimpin meski Anda bukan seorang Bos

Bagaimana menjadi seorang Pemimpin meski Anda bukan seorang Bos
Bagaimana menjadi seorang Pemimpin meski Anda bukan seorang Bos

Hakikatnya seorang pemimpin adalah seorang dengan jabatan tinggi, atau memang secara struktural memangku fungsi tertinggi dalam organisasinya.  Dengan fungsi jabatan tersebut Anda akan “merasa” lebih mudah dalam bertindak dan bekerja.  Mudah memberi instruksi atau titah kepada rekan kerja, atau mudah mendelegasikan tugas dan tanggung jawab.  Inilah mengapa dalam dunia kerja sering diindentikan seorang atasan disebut sebagai pemimpin, meski belum tentu juga prakteknya.  Bagaimana caranya Anda menjadi seorang pemimpin manakala bukan seorang bos?

Saat masa kanak-kanak, di sekolah tanpa disadari, guru telah mendidik pola kepemimpinan kepada setiap anak yang dirasa mempunyai potensi tersebut.  Ada anak yang dijadikan ketua kelas, ada pula anak yang ditunjuk sebagai ketua kelompok belajar.  Pada masa ini, tentunya Anda tidak melihat kesulitan yang terjadi, karena setiap anak akan mengikuti perintah dari teman mereka yang dipercaya.  Senang rasanya saat hal tersebut terjadi.  Namun bagaimana dengan kondisi sekarang, dimana dunia kerja sangat penuh dengan kreativitas, agresivitas, keterbukaan dan hak berbicara berpendapat.  Bagaimana Anda dapat menjadi seorang pemimpin jika Anda bukan seorang manager, dan diatas bos Anda ada bos lainnya, demikian seterusnya.  Hirarki organisasi ini seolah menjadi jalan terjal yang berat dilalui.

Jika Anda terinspirasi menjadi seorang pemimpin, maka mulailah berlatih diri dengan cara berbeda dalam melakukan pekerjaan.  Sebagaimana dikutip dari berbagai praktisi bisnis, berikut ini adalah cara Anda dapat belajar menjadi pemimpin meski bukan seorang bos.

  1. Jadilah Problem Solver

Sering terlihat jika anggota tim tidak menemukan jalan keluar dari sebuah masalah, mereka akan mendatangi supervisor mereka.  Mereka akan meminta masukan dan pendapat atau alternatif solusi dari permasalahannya.  Inilah kesempatan Anda menjadi seorang pemimpin, dengan mulai berani tampil memberikan masukan pendapat yang solutif bagi rekan-rekan kerja Anda.  Tidak berarti Anda seorang yang ahli diberbagai bidang dalam perusahaan, namun Anda perlu mendemonstrasikan kemampuan dan pola pikir seorang Problem Solver.

  1. Belajar Perbedaan Membantu Rekan atau Mendorong Mereka

Bagian terbesar menjadi seorang pemimpin adalah mendorong mereka menjadi lebih baik.  Anda perlu membantu mereka untuk tumbuh lebih baik.  Mungkin membantu dengan cara menyelesaikan pekerjaan mereka akan terasa lebih cepat dan efektif, namun Anda secara tidak langsung telah membuat mereka tidak berkembang.

  1. Hargai Usaha Keras Orang Lain

Bagaimana rasanya Anda mendapat apresiasi dari orang lain yang tidak secara struktural adalah bos Anda.  Apreasiasi sangat berpengaruh terhadap mental psikologis diri seseorang.  Jika Anda ingin tampil sebagai pemimpin, maka berlatihlah untuk memberikan penghargaan kerja keras orang lain, meski secara langsung tidak ada pengaruhnya kepada Anda.  Hal ini menegaskan kepada mereka bahwa Anda memperhatikan apa yang dikerjakannya.

  1. Belajar Berpikir dalam Kerangka Besar

Anda terkadang berpikir bahwa sukses adalah pekerjaan yang selesai.  Anda terkadang tidak berpikir pentingnya berpikir tentang efek dibalik pekerjaan tersebut.  Seorang pemimpin akan melihat sukses dari perspektif yang berbeda, yakni melihat hasil kerja adalah kerja tim, bukan pribadi.  Anda dapat berlatih dengan melihat kembali sebuah proyek manfaatnya bagi perusahaan, mempertimbangkan peran masing-masing orang dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap keberhasilan sebuah proyek.

Menjadi pemimpin bisa dimulai dari pekerjaan Anda saat ini.  Dengan menjadi seorang yang kontributif terhadap Problem Solving, kreatif dalam membantu rekan kerja dan berpikir luas dengan Helicopter View, maka Anda telah mempersiapkan diri Bagaimana menjadi Pemimpin meski bukan seorang Bos.

Leave a Reply