Cara Efektif Bagaimana Anda Meminta Kenaikan Gaji?

Nego GajiTidak ada satu pun karyawan yang tidak ingin naik gaji, terlebih jika pada periode awal tahun setelah masa penilaian kinerja berakhir.  Tidak menjadi soal berapa besar kenaikan gaji yang Anda terima, namun akan sangat kecewa, bila Anda tidak mendapatkan kenaikan gaji, sementara perusahaan masih memberlakukannya pada karyawan lain.  Kenaikan Gaji menjadi salah satu parameter Tumbuh Kembang perusahaan, jika terjadi, maka dapat dikatakan bahwa Organisasi Perusahaan tersebut tengah Tumbuh dan Berkembang, jika tidak terjadi, maka belum dapat dipastikan pula bahwa perusahaan tengah mengalami kesulitan.  Bisa saja ada sebuah Kebijakan yang memberlakukan Kenaikan Gaji hanya kepada Karyawan Level Supervisor dan Staff, sedangkan Level Manajer keatas akan diberikan kompensasi lainnya.

Anda yang telah bekerja bertahun-tahun dan telah memberikan kontribusi pada pertumbuhkembangan perusahaan, dan telah memberikan sepenuhnya apa yang Anda miliki dan sekarang Anda merasa adalah saatnya yang tepat untuk menagih hak Anda.  Akan tetapi Anda masih merasa ragu-ragu untuk meminta kenaikan gaji kepada atasan, kekhawatiran mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan harapan ataupun tidak adanya Kemampuan Negosiasi yang cukup sehingga Anda merasa tidak Percaya Diri.

Apa yang harus dilakukan adalah membuang jauh pikiran tersebut dari kepala Anda dan Jangan berasumsi terlebih dahulu bahwa atasan Anda tidak akan memberikan tanggapan positif terhadap permintaan Anda.

Berikut beberapa Langkah yang perlu Anda cermati dan pelajari saat meminta naik Gaji ataupun Kenaikan Pangkat dan Jabatan:

1.  Masuk Ruangan Atasan dengan Percaya Diri. Jika Anda telah berpikir permintaan Anda akan ditolak, sebaiknya Anda menunda apa yang hendak Anda lakukan. Tanpa Rasa Percaya Diri Anda tidak akan berada pada posisi negosiasi yang baik dan kemungkinan besar hasil akhir yang akan Anda dapatkan tidak akan sesuai dengan harapan.

2.  Persiapkan Data Pencapaian Kinerja Anda. Rasa Percaya Diri harus didukung oleh bukti yang kongkrit. Buat daftar mengenai pencapaian kinerja yang sudah Anda lakukan untuk perusahaan atau divisi, selain itu tunjukkan bahwa Anda memang berhak atas apa yang Anda minta.

3.  Cari Tahu tentang Standar Gaji di industri Perusahaan tempat Anda Bekerja. Beberapa perusahaan besar menerapkan gaji berdasar pada beberapa fdaktor: Latar Belakang Pendidikan, Lama Bekerja, dan Pencapaian. Anda dapat mengetahui hal ini dari teman yang bekerja pada posisi dan industri yang sama dengan Anda.  Atau Anda dapat melakukan Tukar Pikiran dengan Kolega dari Departemen lainnya.

4.  Pahami Apa yang Anda Mau. Yakinlah bahwa Anda tahu apa yang Anda inginkan dari perusahaan, jika Anda sudah mengetahui berapa persen kenaikan gaji yang Anda inginkan maka mulailah negosiasi dengan dasar nilai tersebut. Anda juga dapat mencari alternatif lain seandainya perusahaan tidak memberikan hal tersebut seperti tunjangan, bonus, ataupun peningkatan karier.

5.  Kenali dan Pahami Atasan Anda. Mengetahui karakter dan sifat atasan dapat menguntungkan Anda dalam meminta kenaikan gaji, Anda akan tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta apa yang Anda mau dari perusahaan.  Atasan Anda akan menjadi Mediator Ulung kepada Manajemen sekiranya Anda berhasil menyakinkan Atasan atas Performa selama ini.

6.  Ingat Hal-hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan. Hindari emosi berlebih saat negosiasi, marah atau menunjukkan emosi negatif saat berbicara dengan Atasan akan menimbulkan kesan Anda tidak dewasa. Jangan pernah mengatakan alasan Anda membutuhkan uangnya, atau membandingkan gaji dengan rekan kerja Anda. Yang paling penting jangan mengancam untuk berhenti jika Anda mendapat penolakan.

Kenaikan Gaji selalu menjadi Momen Menggembirakan bagi setiap Karyawan, dan Anda sebagai seorang Profesional mulailah berlaku sebagai seorang yang hanya melakukan Transaksi Jual Beli, artinya Ada sesuatu yang dapat Anda jual untuk dibeli oleh Perusahaan melalui Atasan Anda.

ikhtisar.com

Leave a Reply