Bagaimana Cara Anda Membangun Budaya Keterbukaan dalam Perusahaan

Membangun Budaya Keterbukaan dalam Perusahaan
Membangun Budaya Keterbukaan dalam Perusahaan

Karyawan yang bagus suatu waktu akan pergi, dan jika mereka tidak dapat pergi, maka mereka akan bekerja pada level minimum, menghindari tanggung jawab dan berharap yang lain mengerjakan masalah yang ada.  Kondisi demikian menggambarkan bahwa budaya keterbukan telah hilang.  Keterbukaan atau Akuntabilitas berarti Subyek yang harus Melapor, Menjelaskan, atau Membenarkan, dan Menjawab serta Bertanggung Jawab.  Membangun sebuah budaya Akuntabilitas atau Keterbukaan perlu dimulai dari sosok para Pemimpin Perusahaan, mereka akan menjadi contoh dan teladan penularan Budaya ini kepada seluruh lini organisasi.

1.  Walk the Talk, Bertindak sesuai dengan Ucapan

Pemimpin adalah Role Model atau Teladan.  Tindak tanduk dan perilaku Anda sebagai Pemimpin akan dilihat dan dijadikan penilaian. Meski Anda berlaku salah, maka akuilah dengan jujur, dan berikan pernyataan bahwa Anda akan melakukan perbaikan.  Ini adalah contoh salah satu perilaku seorang Pemimpin yang Walk the Talk, Bertindak sesuai Ucapannya.  Tidak menyembunyikan kesalahan dan berlari dari kenyataan.

2.  Define Result and Expectations, Menjelaskan Hasil dan Harapan

Jangan menghabiskan waktu Anda hanya untuk mencari-cari kesalahan dan menemukan siapa yang bersalah.  Sebaliknya Anda perlu menetapkan Tujuan yang Diinginkan Tercapai dan Pengharapan yang harus diraih sebelum mengerjakan sesuatu.  Hal ini akan menggiring semua karyawan sadar dan paham, akan tujuan organisasi.

3.  Gain Commitment, Meminta Komitmen

Tanpa adanya komitmen maka kita dapat menuai Resistensi atau mungkin juga Kepatuhan (Compliance).  Anda perlu bekerja dengan karyawan yang mempunyai keinginan memberi lebih dan mencapai apa yang sudah menjadi Komitmen mereka.  Kondisi ini menjadi ciri dari sebuah Keterbukaan.

4.  Be open to Feedback and Problem Solving, Terbuka dengan Masukan dan Penyelesaian Masalah

Problem Solving adalah penyelesaian masalah yang terjadi dalam organisasi, dan perlu diselesaikan oleh seluruh anggota yang terkait.  Tidak ada salah menyalahkan dalam sebuah Problem Solving.  Sudah ada mekanisme untuk memberikan penilaian kepada pihak yang paling bertanggung jawab dengan masalah yang terjadi, dan seorang Pemimpin tidak perlu menyalahkan orang lain karenanya.

5.  Hire Accountable Employees, Mempekerjakan Karyawan yang Bertanggung Jawab

Tidak cukup Anda mendapatkan karyawan dengan talenta bagus, ketrampilan teknis tinggi dan pengalaman segudang.  Perlu kiranya Anda mempekerjakan karyawan yang sanggup menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan.  Pelajari pengalaman atau track record mereka sebelum memutuskan mengajak bergabung.

6.  Coach Employees, Melatih Karyawan

Karyawan Anda berasal dari berbagai ragam ketrampilan, latar belakang pendidikan, pengalaman, kematangan dan sikap perilaku.  Pahami masing-masing karyawan Anda dan berikan mereka pengalaman baru atau ketrampilan baru, seperti Berpikir Kritis, Analisa Masalah, sehingga mereka akan siap menghadapi Budaya Keterbukaan.

7.  Consequences & Reinforcement, Konsekuensi dan Penguatan

Jika Anda menilai kinerja seseorang adalah buruk, maka tunjukkan konsekuensi yang didapat, pun sebaliknya jika Anda melihat kinerja positif maka berikan mereka Penguatan atau Reinforcement.  Sikap dan Ketegasan Anda memberikan Konsekuensi mampu menumbuhkan Budaya Keterbukaan.

Leave a Reply