Bagaimana Cara agar Orang Mendengarkan Anda

cara agar orang mendengar AndaKetika Anda tengah berbicara disebuah Forum Meeting Rutin Departemen Kerja atau bahkan Forum Seminar Resmi, tentu Anda sangat berharap orang akan Mendengarkan dan Memperhatikan apa yang Anda Ungkapkan atau Sampaikan.  Sangat tidak nyaman pada saat tersebut Anda justru seolah berbicara sendiri atau sedang melakoni sandiwara.

Anda mungkin adalah seorang Pemimpin yang Faktual dan Logik, namun tidak semua akan berpikiran sama seperti harapan, yang justru banyak orang lebih senang mendengarkan diri sendiri dibandingkan orang lain atau lawan bicara.  Anda akan pernah mengalami berdiri di tengah penonton dan yakin bahwa mereka tidak terkoneksi kepada pesan komunikasi yang Anda sampaikan.  Anda pun akan menemui seorang rekan kerja yang sedang konsen mendengarkan sebuah cerita Anda, namun dikemudian hari dia berlaku tidak sebagaimana mestinya.  Untuk itu Anda cukup melakukan cara sederhana ini yaitu “Komunikasikan Pikiran dan Fakta secara Cepat, Ringkas dan Mudah dimengerti”.

Tidak Benar bahwa Fakta dan Statistik dapat bercerita, karena sebagian besar orang lebih senang mendengarkan kisah dari sebuah gambar yang ada, daripada menelaah dan menganalisa sendiri.  Untuk itu jika Anda ingin benar-benar melakukan perubahan dan pengaruh maka Anda harus melampaui Komunikasi Langsung kepada audiens.  Sentuh mereka secara emosional, dan inilah kunci agar mereka Mendengarkan dan Melakukan.

“Emosi saat ini semakin diakui sebagai kunci untuk menggerakkan Hati dan Pikiran,” kata Garcia. “Semua terlalu sering berasumsi bahwa Pemimpin peduli Fakta,” katanya. “Bahwa kalau saja kita membiarkan fakta berbicara sendiri, orang-orang akan Mengerti dan Setuju dengan kami.” Lanjut Fred Garcia pengarang buku, The Power of Communication.

Berikut adalah lima strategi Fred Garcia yang mengatakan dapat membantu Anda membuat system komunikasi baru dengan tetap berbicara Fakta:

1. Diam – Beberapa saat
Jangan Anda berucap satu patah kata pun yang bersifat Substantif sebelum benar-benar mendapatkan Sambungan dari Pendengar dan Penonton.  Perhatikan bahwa kesan pertama mereka adalah Visual, bukan Verbal.  Anda, pembicara, apakah Anda berada di depan kelompok besar atau karyawan tunggal, calon investor, atau calon, harus di perintah lengkap. Anda bisa mendapatkan perintah itu dengan cara Anda membawa diri, bahkan sebelum Anda membuka mulut. Tubuh berbicara sebelum mulut terbuka. Hindari goyang, melihat ke bawah, dan gelisah. Berdiri dan Berjalan dengan Percaya Diri.

2. Libatkan Audiens Anda
Dapatkan bola mata melihat ke atas sebelum Anda mengatakan apa-apa. Pindahkan dengan keyakinan tenang dan tersenyum, mengundang orang untuk mencari dan memperhatikan. Undang audiens Anda untuk terlibat pada tingkat emosional dengan menawarkan sambutan hangat. Anda bahkan mungkin meminta mereka pertanyaan yang meminta tanggapan. Hal ini dapat sederhana, seperti: “Bagaimana orang lakukan hari ini?”

3. Menarik Perhatian yang Mudah diingat
Orang mengingat substantif pertama yang Anda katakan. Setelah Anda memiliki perhatian mereka, melompat ke kanan ke hal yang paling penting yang harus Anda katakan. Ini awal yang kuat akan tetap dengan audiens Anda, menciptakan dampak yang Anda cari.

4. Gunakan Isyarat Verbal
Gunakan perhatian-memprovokasi sinyal ketika Anda berpindah dari satu bagian dari pidato ke depan. Misalnya, Anda mungkin secara lisan menomori poin kunci Anda atau menggunakan sinyal verbal lainnya seperti “Mari kita lanjutkan” atau “Topik selanjutnya saya …” Selalu memberikan penonton isyarat verbal untuk menatap Anda.

5. Rekap apa yang Penting
Ambil semua poin substantif dari bicara Anda dan kelompok mereka semua bersama-sama di akhir presentasi. Ingat sinyal memicu Anda dan mengatakan sesuatu seperti, “Singkatnya,” kemudian rekap segala sesuatu dari presentasi Anda yang paling penting.
“Singkatnya,” audiens Anda harus dapat merasakan dan mengalami komunikasi Anda, atau Anda tidak akan memiliki dampak yang ditetapkan untuk mencapai  tujuan.

Leave a Reply