Bagaimana Anda meredakan Konflik Emosional demi Pengembangan Diri lebih baik

meredam konflikTidak mudah memang, untuk saling mengerti dan memahami dalam sebuah hubungan komunikasi.  Tidak hanya antar rekan kerja, sesama saudara atau bahkan antar pasangan, konflik emosional dapat terjadi dan mengerucut pada perpecahan.  Hal-hal ini menjadi sebuah dilema ketika Anda merasa yakin akan pendapat dan prinsip sementara hubungan komunikasi atau personal tetap harus terjaga.  Hubungan kerja tidak boleh melibatkan emosi pribadi, karena dipastikan berdampak pada keharmonisan profesional, namun demikian keterlibatan emosi selalu terjadi dalam interaksi profesi Anda.  Bagaimana Anda dapat meredakan konflik emosional merupakan sebuah ketrampilan penting dalam pengembangan diri dan karir Anda kelak.  Berikut ulasannya dikutip dari inc.com.

1.  Fokus pada Ketertarikan Mereka.

Ketika Anda sebagai pemimpin perusahaan berusaha selalu tampil dari sisi karyawan Anda, yakni melihat sudut pandang mereka, maka bagaimanapun kondisi yang ada, situasi akan tetap terkendali dan emosi mereka dapat diredam sedemikian rupa.  Hukum aksi reaksi akan selalu bersifat mutlak, maka Anda perlu menjaga komunikasi personal dengan saling mengerti, seperti dimulai dengan ucapan, “Mohon bantu saya untuk memahami masalah ini”, dibandingkan Anda berkata, “Mengapa masalah ini bisa terjadi?”.  Intonasi Anda dalam sebuah kalimat berdampak cukup signifikan terhadap reaksi mereka.  Dengan tetap rasional Anda akan menahan emosi rekan dan kolega kerja, dan fokus hanya pada permasalahan bukan pada pribadi, sehingga dapat dicarikan solusi bersama.

2.  Berikan Saran Proses lainnya.

Ketika Anda tetap tenang, maka Anda dapat berlanjut ke langkah berikutnya dalam menetralisir konflik. Anda harus “berbicara tentang proses daripada kontennya.” Semisal Anda mungkin berkata, “Anda bisa berteriak padaku dan aku bisa berteriak kembali pada Anda, tetapi ini tidak akan memecahkan masalah kita”. Mari kita coba melihat bagaimana bisa memperbaiki ini,” Tugas Anda memberikan arahan yang tertuju pada proses daripada kondisi dan situasi saat ini, sehingga masing-masing akan saling memahami problematika yang ada.

3.  Tetap Tenang dan Tidak Reaktif.

Hindari mimik Anda yang reflektif dengan emosi rekan Anda, dimana hal ini sangat berpengaruh pada pola komunikasi selanjutnya.  Anda harus tetap tenang tanpa terpengaruh pada mimik muka mereka, meski cukup sulit untuk tidak menyerang balik mimik muka mereka.  Penting bagi Anda tetap mendengarkan mereka.

Konflik dalam pekerjaan akan sering muncul dan terjadi, bahkan tanpa terduga.  Anda perlu bijak dalam memilih pertempuran mana yang harus dihadapi dan mana yang tidak perlu terlibat.  Rasional dalam konflik adalah kunci utama kerberhasilan komunikasi Anda, dan Anda tidak akan memperoleh penyelesaian rasional ketika emosional.

Leave a Reply