Bagaimana Anda dapat Menjadi Pribadi yang Mampu Berpikir Kritis

Bagaimana Anda dapat Menjadi Pribadi yang Mampu Berpikir Kritis
Bagaimana Anda dapat Menjadi Pribadi yang Mampu Berpikir Kritis

Meski Anda telah berpengalaman dalam pekerjaan, dan sudah melakoni berbagai macam proyek, serta menghadapi bermacam kendala atau tantangan kerja, namun pola pikir, kemampuan berpikir akan selalu harus diasah, dipertajam, dan dilatih.  Otak pun merupakan bagian tubuh yang dapat menurun kapasitasnya seiring bertambah usia.  Namun kabar baiknya adalah, semakin sering Anda melatih kemampuan otak, meski telah bertambah usia, kemampuan berpikir kritis, bijaksana dan dewasa akan semakin tajam, meski mungkin kecepatan Anda telah menurun.  Membangun kapasitas berpikir sama dengan menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis.  Dan penelitian membuktikan bahwa kemampuan berpikir kritis dapat dilatih sejak dini, sehingga tidak terkait dengan kematangan atau kedewasaan.  Menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis adalah pelatihan logikan dan nalar dalam melihat data, fakta, situasi dan kondisi.

Lepas dari kemampuan pengambilan keputusan, kemampuan berpikir kritis adalah bagian yang perlu dikembangkan dalam setiap proses kerja Anda.  Seorang fresh graduate pun mampu menciptakan ide-ide cermelang dari pola pikir kritis mereka.  Dan bagaimana Anda dapat menjelma menjadi seorang pribadi yang mampu berpikir kritis, berikut ulasannya.

  1. PENGETAHUAN dan WAWASAN (Knowledge)

Perbanyak bahan bacaan Anda, mulai dari komik cerita komedi, cerita romantis, koran dan majalah, berita TV, internet ataupun lainnya.  Lengkapi wawasan Anda dengan berita apapun, ekonomi, politik, sosial budaya, teknologi atau pendidikan.  Otak kita terdiri dari ratusan milyar sel yang masih original dan masih mampu berkembang.  Masih banyak ruang kosong dalam onggokan 1000-an ml otak Anda.  Semakin banyak informasi yang Anda masukkan maka akan semakin banyak komponen otak yang bekerja.

Pengetahuan dan Wawasan yang perlu menjadi bahan makanan otak tentunya yang sangat terkait dengan kepentingan hidup Anda.  Sedangkan yang lainnya dapat sekedar menjadi suplemen tambahan, agar Anda tidak kehilangan pengetahuan umum atau berita utama di lingkungan sekitar.

  1. MENYELURUH dan LENGKAP (Comprehension)

Berpikir kritis dimulai dengan menyiapkan bahan analisa Anda secara menyeluruh atau lengkap.  Sebegitu banyaknya informasi perlu Anda pilah dan pilih yang saling terkait, sehingga metode penilaian nantinya akan obyektif.  Komprehensif berarti setiap informasi saling terkait satu dan lainnya, misalkan seorang marketing perlu mempunyai informasi tentang kondisi pasar, kebutuhan konsumen, tipe produk dan lainnya.

Semakin lengkap informasi terkait yang Anda miliki akan semakin mudah Anda membangun pola pikir kritis nantinya.  Pengambilan keputusan dan Pemecahan Masalah akan menjadi sebuah kesenangan dalam pekerjaan Anda.

  1. PENERAPAN dan IMPLEMENTASI (Application)

Berpikir kritis perlu latihan, satu diantaranya dengan sering praktek.  Implementasi dan Eksekusi dari ide-ide Anda akan membangun kemampuan berpikir kritis.  Jika pengetahuan dan wawasan Anda sangat lengkap dan komprehensif, namun jarang diterapkan dalam kondisi-kondisi tertentu, Anda tidak akan pernah tahu efektivitasnya.  Manfaat pengetahuan Anda hanya menjadi informasi belaka dan tidak berdaya guna dalam pengembangan diri lanjutan.

  1. ANALISA dan PERHITUNGAN (Analysis)

Untuk berpikir kritis Anda perlu melakukan analisa.  Analisa yang dilakukan harus total, dengan memulainya secara partial.  Bagian per bagian harus dianalisa, efek dan dampaknya terhadap bagian lain.  Misalkan seorang Credit Analyst yang tengah mengahdapi pengajuan permohonan KPR.  Satu hal yang wajib dilakukannya adalah melakukan Analisa dan Perhitungan matang.  Apa yang menjadi faktor utama pengambilan keputusan, dimulai dengan analisa per bagian.  Bagaimana kondisi keuangan calon konsumen, bagaimana perilaku keuangannya, dimana lokasi kerja atau lokasi usahanya, sejauh mana aktivitas kerja dan usahanya, dan lain-lain.

Analisa dan Perhitungan merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangan diri dalam membangun kemampuan berpikir kritis.   Semaki n sering Anda berhadapan dengan kasus-kasus, maka akan semakin tajam pula analisa atau perhitungan Anda.  Analisa dan Perhitungan tidak terkait langsung dengan kecepatan pengambilan keputusan.

  1. PENGEMBANGAN (Synthesis)

Setelah Analisa yang matang, selanjutnya Anda akan berlatih bagaimana mengembangan pola pikir dari berbagai kasus yang sudah dialami.  Seorang Auditor akan mencoba berbagai metode sampling sehingga hasil audit akan lebih detil melihat celah-celah kerugian.  Pengembangan dimulai dengan modifikasi proses kerja, sehingga diharapkan akan didapat hasil yang lebih baik.  Seorang Auditor akan mampu melihat apakah proses yang berjalan saat ini sudah efektif atau masih terlalu panjang dan berlebihan.

Pengembangan memberikan sebuah kombinasi baru, perubahan pola kerja, desain unik dan lainnya.  Bahkan dalam banyak hal, pengembangan akan menjadi sebuah ide kreatif dan inovatif.

  1. STANDARISASI dan PENILAIAN (Evaluation)

Lakukan standarisasi kerja dari berbagai hal yang sudah dilakukan.  Dengan demikian Anda akan mempunyai evaluasi yang tepat sasaran dan akan menjadi pembaruan pada level kerja yang lebih tinggi.

Leave a Reply