Aturan Rasa Percaya dalam Dunia Kerja Profesional Indonesia

Aturan Rasa Percaya dalam Dunia Kerja Profesional Indonesia
Aturan Rasa Percaya dalam Dunia Kerja Profesional Indonesia

Sulitnya mencari orang yang dapat dipercaya membuat banyak perusahaan akan berani membayar mahal seseorang yang dengan track record yang proven.  Integritas dan Kapasitas harus berjalan seiring dan selaras.  Dan membangun rasa percaya pada orang lain bukanlah perkara mudah, meski Anda mempunyai tabiat tidak berprasangka buruk kepada orang lain, namun tentunya Anda tidak akan mudah percaya dengan orang lain, terlebih orang baru dikenal.  Sedemikian ada Aturan Rasa Percaya dalam dunia kerja profesional Indonesia.  Banyak pertanyaan penting yang menyasar sejauh mana Anda akan memelihara rasa percaya dan membangunnya dalam lingkungan pekerjaan.

Percaya (Trust) adalah landasan bagi pengembangan komunikasi efektif, retensi dan motivasi kerja karyawan, serta menjadi kontributor terhadap kebijaksanaan atau keleluasaan dalam bekerja.  Dengan adanya rasa percaya dalam organisasi, maka setiap apapun akan mudah diatasi dan lebih nyaman untuk diraih.

#Definisi Konstruksi Rasa Percaya

Dr. Duane C. Tway tahun 1993, pada sebuah disertasinya berjudul “A Construct of Trust”, menggambarkan bagaimana keadaan saat ini dalam dunia kerja bahwa Rasa Percaya tidak bisa di desain dan diimplementasikan secara struktural yang berdampak pada peningkatan Rasa Percaya orang-orang.  Rasa Percaya dapat kita rasakan sebagai bagian dari pengalaman, namun kita tidak mampu melihat peningkatan Rasa Percaya itu sendiri.  Hal ini dikarenakan rasa percaya adalah sebuah kesatuan, bukan sebuah performa yang terpisah-pisahkan.

Tway menjelaskan lebih lanjut bahwa Rasa Percaya terbangun dalam tiga komponen, yakni Kapasitas, Persepsi Kompetensi dan Persepsi Niat.  Dengan melihat ketiga faktor tersebut maka akan memudahkan Anda paham akan definisi Rasa Percaya.

  • Kapasitas untuk Percaya adalah Semua Pengalaman Hidup Anda telah mengembangkan kemampuan dan kemauan untuk mengambil risiko percaya pada orang lain.
  • Persepsi Kompetensi terdiri dari persepsi Anda terhadap kemampuan diri sendiri dan orang lain untuk mencapai kompetensi kerja yang saling terkait satu dan lainnya.
  • Persepsi Niat  adalah persepsi Anda bahwa Tindakan, Ucapan, Arahan dan Misi dilakukan dengan tujuan saling melayani bukan demi kepentingan diri sendiri.

#Pentingnya Percaya bagi Kesehatan Organisasi

Rasa percaya sudah terbangun dalam diri setiap orang-orang sejak jaman Aristoteles (322 SM).  Aristoteles percaya bahwa rasa percaya para Pendengar kepada seorang Pembicara terkait dengan 3 faktor, yakni Kecerdasan, Karakter dan Niat.

  • Kecerdasan Pembicara, meliputi kebenaran terhadap Pendapat dan Penilaian, atau Kompetensi tentang apa yang disampaikan.
  • Karakter Pembicara mengenai Keterbukaan dan Kejujuran atau Niatan terhadap apa yang disampaikannya.
  • Niat Pembicara apakah bertujuan untuk menguntungkan pendengar ataukah tidak.

Leave a Reply