Apresiasi Karyawan Anda dengan Cara yang Sederhana

ungkapan terima kasihSebagai seorang karyawan akan sangat tersanjung manakala mendapatkn apresiasi, ungkpan terima kasih, atau sekedar tepukan dipundak oleh atasannya.  Hal ini adalah penunjukkan rasa hormat dan menghargainya seorang atasan kepada bawahan.  Sifat ini adalah manusiawi dan sangat mudah dilakukan oleh sorang atasan.  Pengaruh apresiasi dan ungkapan terima kasih atas kinerja seseorang sangat berdampak besar dalam performa dan kontribusi karyawan diwaktu berikutnya.  Kesulitan seorang supervisor adalah memberikan ungkapan yang sangat mudah ini kepada tim mereka, karena standar kerja yang berbeda.  Untuk itulah perlu kiranya menggunakan cara-cara sederhana untuk belajar mengapresiasi karyawan Anda, sehingga meningkatkan motivasi kerja mereka.

Peningkatan kinerja perusahaan dengan memaksimalkan potensi karyawan tidaklah berbanding lurus, karena manusia mempunyai faktor psikologis yang bersifat intangible, seperti emosi, perasaan, keinginan, hasrat dan lainnya.  Factor ini yang harus diberdayagunakan secara maksimal oleh perusahaan, khususnya para pemimpin untuk mem-boosting performa tim.

Dikutip dari huffingtonpost.com, prestasi seseorang dalam pekerjaan akan tampak dalam beberapa bulan pertama atau kuartal awal hingga akhir semester.  Masa inilah yang menjadi pertaruhan mereka dalam kelanjutan karir professional.  Masa ini pulalah yang perlu diantisipasi oleh para atasan untuk meretensi semangat kerja mereka untuk bertahan hingga akhir tahun dan tahun-tahun berikutnya.  Jika Anda sebagai atasan lupa akan hal ini, maka setelah mereka lepas dari masa percobaan, selanjutnya pekerjaan hanya akan menjadi sebuah “gugur kewajiban” dan mereka hanya akan mengerjakan jobdesc tanpa mau meliht potensi lebih yang dimiliki.

Masalah utama dari sebuah performa individu adalah sejauh mana mereka bahagia dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya.  Bukan hanya masalah materi dan kompensasi, namun faktor kesenangan dalam pekerjaan sangat dominan berpengaruh pada prestasi.  Lingkungan kerja yang friendly akan mendukung produktivitas secara signifikan, dan berdampak pula terhadap kemudahan retensi karyawan.

Ungkapan Terima Kasih akan Membuat Karyawan Melakukan Lebih

Percayakah Anda, bahwa dengan ucapan terima kasih yang tulus dan jujur, akan sangat mendominasi perasaan seseorang dan membuat mereka akan semakin giat melakukan pekerjaannya.  Ambil contoh sederhana, mintalah anak Anda melakukan sesuatu semisal membersihkan kamar mereka, tentu dengan cara bagaimana anak kecil diperintah, yakni Anda turut serta melakukannya bersama-sama, kemudian setelah beberapa saat kamar bersih, dan Anda tampak puas dengan hasilnya, ucapkanlah dengan jujur, “Hebat, anak Mama membuat kamar ini jadi wangi”.  Lihatlah raut muka mereka, pastilah akan sangat apresiatif mereka dengan ucapan Anda.  Dan yakinlah mereka akan dengan antusias berkata, “Ma, besok kita bersihin lagi ya setelah bermain..?”.

Hal inipun berlaku untuk semua orang, tentu dengan cara yang berbeda dan hasil yang berbeda pula.  Anda sebagai pemimpin tim harus mampu mengucapkan terima kasih dengan berbagai cara dan gaya, yang penting dilakukan dengan tulus dan jujur.  Keberhasilan kecil atau kegagalan besar jangan menjadi penghalang bagi Anda mengungkapkan terima kasih.  Jika berhasil meski kecil, tepuklah pundak mereka dan ucapkan terima kasih, sedangkan bila mereka gagal, cobalah berbicara secara personal dan membahas kendala yang terjadi, bukan menghakimi hasil yang mereka capai.  Saat karyawan Anda melakukan kesalahan, hindari pernyataan yang menyalahkan seperti, “Kamu lamban eksekusinya,” “Kamu terbalik mengerjakannya”. Fokuslah pada penyelesaian masalah dengan pertanyaan seperti, “Apa yang menghambatmu dan bagaimana saya dapat membantunya”, “Kamu butuh support apa untuk berhasil”.

Berikut ini beberapa cara mengungkapkan terima kasih kepada karyawan agar mampu meningkatkan kinerja dan performa individu mereka:

1.  Amati ketika karyawan melakukan hal yang benar

Ungkapkan apresiasi Anda terhadap hasil kerjanya tersebut. Memberikan mereka apresiasi ketika melakukan kegiatan positif akan lebih efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan ketimbang terus-menerus menunjukkan kesalahan mereka. Kesalahan perlu diperbaiki bukan dihakimi.

2.  Komunikasikan secara jelas Tugas dan Kewajiban

Bagaimanapun juga, akan sangat sulit ketika seseorang harus melakukan sesuatu yang tak mereka tahu.  Anda perlu memberitahukan apa saja yang menjadi Tugas  dan Tanggung Jawab kerja mereka, sehingga mereka mampu merencanakan pekerjaan dengan baik.

3. Pastikan Tim Anda memiliki sarana, waktu dan kapasitas cukup

Saat karyawan tak memiliki sumber daya yang cukup untuk menyelesaikan tugas, mereka merasa kurang diapresiasi sehingga semangatnya juga berkurang.  Sebuah laporan dapat Anda mintakan secara bulanan, dan jika memang perlu laporan dadakan, mintalah yang seiranya mereka mampu sediakan dalam waktu terbatas.

4.  Karyawan seharusnya tidak perlu review akhir tahun

Sepanjang tahun, berilah review, masukan atau evaluasi tentang kinerja mereka secara teratur sehingga peningkatan terus bisa dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun.  Tatap muka harian lebih efektif daripada review bulanan atau bahkan tahunan yang justru menjadikan mereka sungkan dan enggan bertemu Anda.

Karyawan dengan hasil kerjanya yang dihargai akan berkontribusi lebih banyak terhadap pekerjaannya. Sebaliknya, kurangnya penghargaan terhadap karyawan kerap kali membuat mereka kurang berdedikasi. Penghargaan yang Anda berikan tidak harus selalu berupa kenaikan gaji, bonus, tunjangan atau lainnya, tetapi dapat berupa hal-hal kecil yang intangible seperti pujian atau ungkapan terima kasih.

Leave a Reply