Apakah Time Management Anda sudah tepat? Simak Ulasannya

apakah time management sudah tepatSeberapa banyak Anda menemukan kondisi kehabisan waktu, apakah mingguan, harian atau hitungan jam.  Pada kenyataannya banyak orang yang selalu kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya.  Pengelolaan waktu adalah kunci utama Anda agar tetap bekerja dalam kontrol dan monitoring yang tepat akurat.  Dengan kontrol waktu akan mengurangi beban kerja atau stress.  Tentunya Anda lebih berharap waktu ekstra setiap harinya, namun dengan mustahilnya 24 jam berubah menjadi 26 jam sehari, Anda hanya perlu bekerja lebih cerdas pada prioritas utama dan menentukan daftar (to do list).  Pada akhirnya tujuan dan goal tercapai dengan efektif dan efisien.

1.  Menetapkan Tujuan (Goal Setting)

Mulailah bekerja dengan arah tujuan yang jelas.  Buatlah Goal Setting Anda dalam setiap objective project yang disusun.  Dengan memahami kemana arah tujuan Anda, sedikit banyak akan tergambar apa yang harus dilakukan.  Tanpa adanya tujuan yang “clear” hanya akan membuat bingung dan bimbang keputusan Anda bertindak.  Orang banyak yang cenderung mengabaikan penetapan tujuan diawal, karena membutuhkan waktu dan usaha, padahal hal tersebut dalam menghilangkan beban kerja dan usaha yang lebih besar kedepannya.  Cobalah Anda susun tujuan obyektif dari masing-masing project sehingga lebih jelas langkah dan tahapan yang dilakukan.

2.  Menentukan Prioritas (Prioritization)

Menentukan mana yang harus selesai lebih dulu dan mana yang paling penting.  Inilah esensi dari prioritas.  Tanpa adanya prioritas Anda hanya akan Bekerja “sangat” Keras tanpa mencapai hasil yang diharapkan, sebab yang dikejar bukanlah sesuatu yang strategis dan penting.  Banyak orang membuat to do list, namun bukan merupakan sebuah prioritas kerja, melainkan hanya daftar kerja “yang harus selesai”.  To do list Anda dapat dibuat dengan kategori Atas Bawah, Mudah Sudah, Ringan Berat.  Dengan demikian Anda akan bekerja efisien dan terstruktur baik.  Tidak semua to do list harus selesai, namun pilihlah yang terpenting, penting dan kurang penting.

3.  Mengelola Interupsi (Managing Interruptions)

Dengan kemampuan Anda membuat to do list yang baik, belum tentu semua akan berjalan sempurna.  Masih banyak hal yang terjadi seperti gangguan lingkungan.  Rekan kerja Anda perlu bantuan mendesak, tentunya perlu disegerakan, dan ini mengganggu Anda menyelesaikan prioritas dari to do list.  Sedikit waktu yang Anda miliki untuk fokus pada prioritas, namun disinilah kehandalan Anda diuji dalam pengelolaan gangguan.  Semakin Anda handal mengendalikan interupsi yang terjadi, akan semakin efektif kerja Anda berdasarkan to do list diatas.

4.  Penundaan (Procrastination)

Penyakit banyak orang, tidak hanya dalam pekerjaan, mungkin berbagai hal dalam keseharian adalah menunda hingga batas waktunya.  Last minutes people sering dijumpai dimana saja.  Mengapa hal ini terjadi, dikarenakan salah satunya adalah ketakutan tidak mampu, ketakutan gagal dan bahkan ketakutan sukses.  Penundaan hanya menambah kerja keras Anda dan menguras energi lebih besar.  Sesuatu yang tadinya tidak penting menjadi sangat penting dan genting.  Lakukanlah sesegera mungkin daftar kerja prioritas Anda agar tidak terjadi stress berkepanjangan kelak.

5.  Membuat Jadwal (Scheduling)

Tidak hanya masalah penentuan prioritas, kemampuan menyusun daftar kerja dan mengatasi gangguan, Anda perlu juga membuat jadwal waktu yang tepat.  Waktu Anda menyusun jadwal dari awal hingga akhir sangat berpengaruh terhadap pencapaian.  Apakah jadwal yang disusun akan dapat mencukupi jumlah prioritas kerja ataukah perlu penjadwalan ulang.  Jadwal yang Tepat akan mempertahankan Anda pada jalur kerja yang semestinya, meski dengan adanya interupsi-interupsi.  Penentuan jadwal (time schedule) tidak akan membuat Anda cemas dengan dateline atau target, meski banyaknya daftar atau to do list dan pengaruh lingkungan yang mengganggu.

Leave a Reply