Apakah Anda Produktif Bekerja? Cari Tahu Jawabannya

Apakah Anda produktif bekerja, cari tahu jawabannya
Apakah Anda Produktif Bekerja?

Cukup mudah membedakan antara Sibuk dan Produktif.  Apakah Anda produktif bekerja? Ataukah Anda hanya tampak sibuk bekerja? Sungguh sebuah pertanyaan yang menggelitik bukan?

Kebenaran bahwa keduanya adalah melakukan Check List setiap item kerja yang dilakukan, namun orang yang “sibuk” akan melakukannya dengan sangat agresif sementara orang “produktif” akan berfokus pada cara-cara yang harus memiliki dampak terbesar.  Jadi, Apakah Anda sibuk bekerja? atau, Apakah Anda produktif bekerja? Cari tahu jawabannya, berikut ini

1. Apakah Pekerjaan Anda memiliki Tujuan?

Setiap individu produktif menetapkan tujuan dalam bekerja, sehingga mereka tahu persis mengapa mereka melakukan apa yang dilakukan sepanjang hari. Mereka memiliki tujuan jangka panjang yang direncanakan. Dan, mereka menciptakan tujuan jangka pendek untuk mendukung tujuan jangka panjang tersebut.

Memiliki tujuan membutuhkan disiplin untuk mencapai tujuan yang telah Anda tetapkan. Jika Anda merasa tidak memiliki tujuan, mulailah bekerja untuk mengembangkan DISIPLIN dengan mengetahui PRIORITAS Anda.  Anda juga perlu belajar berkata “tidak”, menjaga kesehatan Anda, keluar dari zona nyaman.  Anda harus terbiasa dengan kegagalan, karena kegagalan pasti akan terjadi, maka belajarlah untuk melaluinya.

2. Adakah Sistem untuk mendukung Tujuan Anda?

Jika Anda pemilik bisnis, tujuan jangka panjang Anda adalah membangun dan mempertahankan kesuksesan. Namun, dibutuhkan sebuah sistem untuk mendukung dan mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini, sistem Anda mencakup Pemasaran, Proses Penjualan, Operasi dan mampu memenuhi Date Line.

Meskipun tujuan sangat membantu ketika Anda harus mencapai target dan menegaskan Milestones, kenyataannya adalah tujuan tidak memberi Anda semua yang dibutuhkan.  Padahal Anda perlu bekerja untuk jangka panjang. Anda mungkin terkejut bahwa menciptakan sistem yang tepat dapat membantu bisnis lebih dari sekadar mencapai sasaran.

Untuk membangun sistem yang tepat Anda perlu FOKUS pada ukuran kinerja dan pengakuan progress Anda sehingga dapat terus bergerak maju.  Sasaran kinerja yang sering disebut dengan KPI adalah pondasi yang akan menguatkan proses kerja Anda.

3. Kapan Waktu Kerja Produktif Anda?

Meskipun Anda berada di tempat kerja sejak jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Tidak berarti Anda produktif, karena kita memiliki produktivitas cenderung merosot sepanjang hari. Tempat pertama yang harus diperhatikan saat menentukan waktu kerja paling produktif adalah menjawab, “Apakah Anda Burung Nuri atau Burung Hantu?”

Jika jawabannya jelas, maka jadwalkan jam kerja Anda berdasarkan hal tersebut. Terlepas dari waktu kapan Anda memulai aktivitas, selalu pastikan PRIORITAS tugas Anda berdasarkan pada kepentingan dan/atau tenggat waktu. Jika ada tugas besar dan waktu yang sensitif pada daftar tugas Anda, kerjakanlah saat Anda memiliki energi paling banyak.

Setelah pertanyaan itu, Anda perlu menentukan apa yang menghambat penyelesaian tugas. Hal-hal seperti tidak menetapkan PRIORITAS, RENCANA yang buruk, GANGGUAN dan MENUNDA sampai menit terakhir untuk menyelesaikan sebuah tugas, adalah contohnya. Mencari tahu informasi ini akan memungkinkan Anda untuk menyesuaikan kebiasaan Anda sehingga bisa lebih produktif.

Akhirnya, perhatikan puncak produktivitas Anda. Tulislah di buku catatan apa yang telah Anda capai selama sehari kerja untuk mengidentifikasi POLA KERJA yang paling produktif.  Sore hari Anda bisa bertanya pada diri sendiri, Apakah Anda produktif bekerja?  Maka catatan tersebut menjadi jawabannya.

4. Apakah Anda Ragu-ragu?

Apakah Anda sulit dalam hal membuat keputusan? Jika iya, Anda mungkin menderita ketidakseimbangan yang ditakuti. Alih-alih membuat keputusan dan melangkah maju, Anda menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkan membuat keputusan yang tepat atau tidak.

Keluar dari masalah Anda dan buatlah keputusan secara OTOMATIS dengan satu pertanyaan sederhana, “Akankah hal ini bisa meraih tujuan saya?” Jika iya, lakukanlah.

Jonathan Fields seorang pengusaha, ahi strategi bisnis, pembicara dan penulis, berujar, “Pada akhirnya, satu-satunya keputusan yang buruk adalah keraguan, karena hal ini menyebabkan kelambanan, dan tanpa adanya tindakan maka tidak ada data yang jadi acuan.  Tidak ada informasi yang dapat dijadikan bahan untuk evolusi, koneksi, kegembiraan, dan kemajuan. Tidak ada Pertumbuhan, Hanya ada abu-abu.”

5. Apakah Anda Multitasking?

Penelitian telah membuktikan berkali-kali bahwa multitasking tidak akan berjalan baik. Sebenarnya, jika Anda beralih di antara berbagai tugas yang dihadapi, Anda akan kehilangan 40 persen produktivitas Anda.

Beralih di antara beberapa tugas hanya untuk menyelesaikannya, fokuslah untuk melakukan sesuatu pada satu waktu hingga berhasil dengan baik.  Anda harus mencurahkan perhatian Anda pada satu bagian. Setelah pekerjaan itu selesai, Anda bisa berpindah ke tugas selanjutnya.

6. Seberapa cepat Anda meminta Bantuan?

Alih-alih menunggu bantuan datang, Anda bahkan terlambat dan tersudutkan dengan dateline.  Untuk produktif Anda harus segera meminta bantuan. Misalnya, jika Anda membutuhkan laporan baru pada akhir minggu, maka seyogyanya Anda meminta tim untuk mengumpulkannya secepat mungkin, bukan berusaha membuat sendiri.

Selain membuat Anda produktif, juga menunjukkan Anda PERCAYA dan HORMAT pada tim sehingga mereka dapat berkontribusi pada laporan berkualitas yang dibutuhkan.

Apakah Anda Produktif Bekerja? Anda lah aktor utama yang dapat mencari tahu jawabannya.  Perhatikan TUJUAN dan SISTEM kerja Anda, agar jelas WAKTU produktif terbesar Anda.  Kemudian jangan RAGU membuat keputusan, sebelum Anda tahu hasilnya kelak.  Semua tugas dilakukan satu per satu tidak MULTITASKING dan jika perlu mintalah BANTUAN tim Anda.

Leave a Reply