Apakah Anda mensabotase karir sendiri

sabotase karir sendiriSesuatu yang mungkin tanpa Anda sadari ternyata dapat berdampak pada karir dan masa depan, dan hal ini dapat disebabkan karena perilaku dan tabiat sendiri.  Mungkin karir profesional terhambat karena kondisi perusahaan dan organisasi, namun ternyata adakalanya karir Anda terhambat karena perilaku dan sikap sendiri yang mensabotasenya.

1.  Menunda-nunda Pekerjaan

Penundaan pekerjaan akan menjadikan dateline semakin ketat, dan tingkat kesalahan harus ditekan sedemikian rupa.  Kesiapan fisik dan mental menjadi pertukaran ekstrim dalam penundaan pekerjaan, karena pada waktu yang sangat terbatas Anda harus mampu mencapai hasil yang maksimal.  Jadilah yang pertama memenuhi target yang dicanangkan daripada menjadi peserta terakhir yang diingatkan.

2.  Berharap Kesempurnaan

Tidak ada sebuah hasil yang sempurna, meski perencanaan yang dibuat sudah sedemikian rupa.  Kesempurnaan adalah sebuah target pribadi bagi Anda, namun tidak dapat berlaku bagi tim Anda.  Perlakuan nilai sempurna pada anggota tim hanya akan menjadi sebuah keresahan bagi pencapaian hasil.  Hasil kerja yang dicapai tentu perlu memenuhi toleransi kegagalan yang diijinkan, semisal tingkat kesalahan input data seorang staff administrasi adalah 5% maka hasil yang dinilai adalah apakah jumlah kesalahan input kurang dari 5% ataukah melebihinya, bukan jumlah total inputan data dalam satu waktu.

3.  Tidak peka

Perhatikanlah setiap gerak-gerik dan bahasa tubuh, ucapan dan perkataan, baik dari rekan kerja atau atasan Anda.  Kepekaan diperlukan dalam hubungan kerja, baik personal atau tim.  Terkadang komunikasi tidak berlangsung baik hanya karena cara Anda dalam menyampaikan sesuatu, bukan konten yang disampaikan.  Saat Anda menginginkan rekan kerja membantu, namun dengan ucapan sarkasme, sudah pasti reaksi negatif yang akan muncul sebagai tanggapannya.  Akan berbeda jika Anda meminta dengan perkataan “tolong”, maka dapat dimungkinkan reaksi positif lebih cenderung didapatkan.

4.  Minta dihargai

Tidak mungkin rasanya ketika sikap rendah hati dan bekerja keras dapat menggagalkan cita-cita profesional Anda, bahkan akan menjadi booster bagi karir dan pekerjaan.  Pujian dan penghargaan jangan menjadi tujuan Anda, terlebih jika atasan merupakan sosok yang cukup sibuk dengan pekerjaannya.  Keinginan untuk dapat “disebut” dan “diakui” dapat mengganjal performa Anda berikutnya bahkan menjadi hambatan karir kedepan.  Meski jarang mendapatkan penghargaan, perubahan sikap dan perilaku tidak sewajarnya terjadi, karena sekali Anda gagal mempertahankan ritme kerja, karir dan pekerjaan menjadi taruhannya.

5.  Tidak mengaku salah

Akui bahwa kesalahan tersebut karena sikap dan tindakan yang Anda ambil, dan tidak perlu menjadikan kambing hitam orang lain.  Tidak perlu ragu mengaku salah dan segera memperbaikinya, sehingga seketika itu juga orang lain melihat Anda sebagai sosok yang gentle dan bertanggung jawab.

Isu utama sabotase karir sendiri adalah perilaku dan sikap yang tanpa sadar Anda lakukan.  Jangan beranggapan perilaku tersebut hanya hal kecil dan terabaikan, karena pertaruhan masa depan jauh lebih penting, dan tidak perlu takut untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

Leave a Reply