5 Alasan Karyawan Tidak Bicara dan Cara Memperbaikinya

Alasan Karyawan tidak Bicara dan cara Memperbaikinya
Alasan Karyawan Tidak Bicara dan cara Memperbaikinya

Diam itu EMAS, dan BICARA pada waktunya adalah BERLIAN.  Pepatah ini sering Anda dengar tentunya.  Terlebih sangat berguna ketika ada meeting atau rapat.  Namun kadang, Anda akan sulit manakala ada karyawan yang diam saja dan tidak mau bicara.  Alasan karyawan tidak bicara dan cara memperbaikinya adalah tantangan sebagai atasan.  Komunikasi akan mati jika anggota tim Anda diam pada saat yang penting.

Kita semua mengatakan sepaham dengan stigma menghargai ‘pendengar yang baik’. Namun bagaimana cara Anda bisa menjadi pendengar yang baik agar karyawan mau bicara. Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk menjadi pendengar yang dibutuhkan karyawan Anda untuk mendorong mereka mau berbagi.

Setiap orang ingin didengarkan, terlepas apakah itu masalah pelayanan pelanggan atau sekedar berbicara mengenai perbaikan proses kerja di kantor.  Fungsi Anda sebagai penengah dalam banyak kasus antar karyawan sangat krusial. Alasan karyawan tidak bicara bisa juga karena ada konflik pribadi.

Perusahaan tentu ingin semua orang terlibat dan mengetahui bahwa suara mereka memiliki peran penting di masa depan perusahaan. Jadi, kenapa mereka tidak bicara dengan Anda?  Jadi, kenapa mereka menahan diri berbagi permasalahan, meski itu urusan pribadi? Ujung-ujungnya kinerja tim menjadi pertaruhan.

Berikut ini adalah 5 Alasan Mengapa Karyawan Tidak Bicara dan cara memperbaikinya

1. Takut balas dendam atau terlihat bodoh

Karyawan mungkin memiliki ketakutan akan pembalasan karena kurangnya kepercayaan, atau merasa gugup karena terlihat bodoh jika mereka tidak memiliki semua informasi yang benar.  Ada saja rekan kerja yang merasa tersaingi dengan ide dan pendapat rekan mereka.  Kondisi ini sedikit kanak-kanak, terlebih jaman milenial, yang membebaskan tiap orang berpendapat.

Takut terlihat tidak pintar atau ide yang buruk, juga menjadi alasan karyawan tidak bicara.  Tugas Anda adalah membuat suasana jadi SANTAI dan TERBUKA.  Tujuannya agar orang merasa bebas berkreasi dengan ide mereka.

2. Penampilan otoritas yang menantang

Asuhan mereka mungkin telah mengajarkan mereka untuk tidak pernah mempertanyakan otoritas, membuat mereka percaya bahwa selalu ada politik yang baik untuk menyetujui bos tersebut.  Masa lalu orang berbeda, dan kadang ada masa dimana mereka dididik untuk selalu “yes-man” kepada atasan.

Jika Anda sebagai pemimpin yang handal, maka situasi ini harus segera diubah. Gaya komunikasi Anda harus HANGAT dan TERBUKA dengan semua masukan tim.  Ini menjadi cara memperbaiki alasan diamnya karyawan Anda.  Mulailah dengan pembukaan yang RAMAH dan AKRAB, dan ini cukup menstimulasi percakapan yang mengalir.

3. Pengalaman buruk sebelumnya

Seorang supervisor yang inferior, atau seseorang yang pernah diberikan umpan balik namun tidak pernah bertindak atasnya, dapat berakibat mereka percaya bahwa ini tidak sebanding dengan usaha tersebut.  Pengalaman buruk ini membuat karyawan tidak bicara dan memilih diam.

Atasan yang baik, akan melakukan perubahan dengan memberi umpan balik dua arah.  Karyawan dilibatkan dalam pengelolaan umpan balik, baik untuk individu ataupun untuk tim.

4. Tidak terampil dengan keterbukaan praktis

Karyawan yang tidak terbiasa dengan praktik memberi umpan balik dengan cara yang dapat dipercaya namun jujur ?? Mungkin merasa bahwa komentar mereka kasar atau tidak disukai.  Karyawan yang spontan berbicara dengan benar.  Namun jika mereka berhadapan dengan status quo, kadang mereka jadi MINDER.

Kemampuan penyampaian informasi masing-masing orang berbeda.  Ada yang langsung pada inti masalah, ada pula yang berputar-putar, ada pula yang tidak jelas.  Peran pemimpin tim menjadi fasilitator jika kondisi ini terjadi.

5. Pintu Anda tidak benar-benar terbuka

Meminta orang memberi umpan balik kepada Anda, dan yang bersedia untuk mengambilnya tidaklah sama. Pastikan bahwa ketika Anda mengatakan bahwa pikiran Anda terbuka, Anda benar-benar sungguh-sungguh! Bahkan lebih baik lagi, jangan pernah menyebutkan bahwa “pintumu terbuka”, tapi justru Anda akan mendatangi mereka mendapatkan umpan balik.

Apapun masalahnya, penting untuk melatih pemimpin Anda menjadi pendengar yang luar biasa dan meniru perilaku ini sendiri untuk mendorong karyawan berbicara dalam pikiran mereka.

Berikut adalah 6 Cara Mendorong Berbicara Terbuka

1. Beritahu orang-orang bahwa Anda menginginkan umpan balik dan sering memintanya

Buat contoh umum kasus yang baik untuk menghormati mereka yang berbicara, agar orang lain mengerti bahwa kepercayaan itu ada jika mereka merasa perlu untuk datang kepada Anda.

2. Latih dasar-dasar mendengarkan aktif

Ada kalanya orang hanya ingin mendengar karena menunggu saat gilirannya bicara.  Padahal dalam proses mendengar yang baik perlu juga mengulang bagian percakapan mereka. Jangan hanya menunggu giliran bicara.

3. Letakkan ponsel Anda

Saat terjadi komunikasi maka letakkanlah telepon genggam Anda dan jika perlu maka tutup laptop Anda.  Pastikan Anda serius mendengarkan dan memperhatikannya.

4. Lakukan Balasan secara jujur

Jelaskan manfaat dari ide tersebut dan ajukan pertanyaan tentang hal-hal yang dapat menyebabkan hambatan, daripada bersikap meremehkan.

5. Tanggapi dengan cepat

Pendengar yang baik bukan berarti hanya diam semata, namun juga mampu kapan merespon pembicaraan.  Bahkan jika Anda butuh waktu untuk memikirkannya, Anda perlu menjawab pertanyaan.

6. Jadilah Sedia setiap saat

Jika Anda selalu berada di luar kantor, dalam rapat, atau di ruangan tertutup, umpan balik tidak akan sampai kepada Anda. Setiap orang harus didorong untuk menghubungi Anda dengan cara apa pun yang diperlukan, entah itu email, telepon, atau pribadi.

Saat menumbuhkan budaya Speaking Up, pastikan untuk membiarkan tim Anda tahu bahwa membawa masalah adalah tanda kekuatan, sementara menyembunyikan masalah merupakan tanda kelemahan.  Semakin Anda mendengarkan, semakin Anda bisa mengidentifikasi siapa yang bisa dipercaya untuk terhubung dengan Anda dan membantu bisnis saat keadaan tidak berjalan dengan baik. Atau, bahkan lebih baik lagi, saat mereka mendapat “Big Thing” berikutnya untuk dibagikan dengan Anda. Anda tidak sabar untuk mendengarnya!

Leave a Reply