Active Listening sebagai Ketrampilan Dasar dalam Kepemimpinan

Aktif Mendengarkan adalah Ketrampilan Dasar dalam Kepemimpinan
Aktif Mendengarkan adalah Ketrampilan Dasar dalam Kepemimpinan

Dalam dunia komunikasi satu hal yang tidak dapat dikesampingkan adalah sebuah seni mendengarkan. Sebagai personal Anda perlu mendengarkan orang lain, terlebih jika Anda menjadi pemimpin, maka mendengarkan konstituen adalah cara efektif membangun kesamaan visi misi organisasi. Anda perlu mendengarkan dan memahami pesan setiap anggota kelompok. Aktif Mendengarkan (Active Listening) adalah sebuah ketrampilan dasar bagi seorang Pemimpin.

Mendengarkan atau Listening mempunyai perbedaan mendasar dibandingkan Hearing atau Mendengar. Mendengar adalah tindakan memahami suara yang terdengar oleh telinga dan merupakan tindakan pasif. Mendengarkan, di sisi lain, adalah tindakan aktif dalam memahami apa yang orang lain katakan dan rasakan. Dalam Mendengarkan Aktif, penerima mencoba untuk memahami apa dirasakan dan maksud pesannya. Pendengar menempatkan pemahamannya dalam kata-kata sendiri dan memberikan imbal balik sebagai verifikasi kepada Pembicara. Situasi ini akan menciptakan suasana penerimaan dan pemahaman. Mendengarkan secara aktif dan memahaminya bukanlah aktivitas pasif nan sederhana. Hal penting untuk menjadi Pendengar yang Aktif adalah sebagai berikut :

1.  Be There (Hadir)

Anda harus hadir fisik, pikiran dan jiwa orang tersebut. Saat mereka berbicara maka perhatikanlah apa yang mereka ungkapkan. Pikiran dan Perasaan Anda harus seirama dengan kondisi mereka. Jika Anda tidak hendak melakukannya karena tidak ada waktu atau belum mood, maka cobalah menghindar dan tidak memaksakan diri. Anda harus hadir dalam percakapan untuk dapat Aktif Mendengarkan.

2.  Accept (Menerima)

Komunikasi yang baik dimulai dengan penerimaan terhadap lawan bicara. Anda harus menerima orang lain apa adanya tanpa harus memberikan penilaian atau menempatkan mereka pada kategori tertentu.

3.  Trust (Percaya)

Pemimpin harus mempercayai tim mereka dan memberikan kepercayaan kepada mereka. Tanpa adanya kepercayaan maka dasar kepemimpinan akan lemah. Mendengarkan Aktif perlu rasa percaya dimuka, praduga tidak bersalah dan prasangka baik kepada lawan bicara. Tanpa adanya rasa percaya, dapat dipastikan Anda akan enggan meneruskan obrolan atau percakapan.

4.  Listen (Mendengarkan)

Jangan merencanakan apa yang akan Anda ucapkan, atau merencanakan bagaimana Anda melakukan interupsi. Anda tidak perlu pula berpikir bagaimana memberikan solusi masalah, atau menghibur, atau menegur lawan bicara. Yang perlu dilakukan seorang pemimpin adalah Mendengarkan.

5.  Objective (Obyektif)

Jauhkan diri Anda dari prasangka apapun. Dalam percakapan yang efektif Anda perlu menjadi pendengar pasif. Tidak perlu mengganggu secara fisik, mental, atau verbal. Cukup dengarkan dan perhatikan secara obyektif apa isi yang disampaikan. Pemimpin Besar akan bersikap obyektif dengan mendengarkan apa yang disampaikan tim mereka.

6.  Stay With (Terlibat)

Pahami dan rasakan apa yang dirasa oleh lawan bicara Anda. Apa yang mereka ucapkan dan apa yang mereka pikirkan harus menjadi pemikiran Anda pula. Libatkan diri Anda dengan ungkapan dan pikiran mereka, maka cara ini akan membuat Anda mampu menjadi pribadi yang Aktif dalam Mendengarkan.

Kepemimpinan merupakan ketrampilan yang dapat dipelajari, satu diantaranya dengan Aktif Mendengarkan. Sebagai pemimpin Anda perlu belajar Mendengarkan (Listening) bukan hanya Mendengar (Hearing). Aktif Mendengarkan adalah salah satu Ketrampilan Dasar dalam Kepemimpinan.

Leave a Reply