8 Langkah Efektif untuk membangun Kreativitas dalam Tim Superior

langkah efektif membangun kreativitas tim superior
langkah efektif membangun kreativitas tim superior

Sebuah keberhasilan tidak luput dari partisipasi, kontribusi dan prestasi dari setiap anggota tim kerja.  Jika salah satu anggota tim kerja mampu menunjukkan kinerja yang brilian, dan mampu memberikan pengaruh pada lainnya, maka secara tidak langsung akan mengangkat moral anggota tim lainnya dan mampu memberikan hasil lebih maksimal bagi sukses sebuah tim.  Keberhasilan dalam kerjasama akan membuka wawasan dan pemikiran lebih dalam dan lebih jauh, atau kita sebut kreativitas, yang sangat signifikan menunjang performa. Berikut ini 8 Langkah dalam membangun Kreativitas bagi sebuah Tim yang Superiror, sehingga tujuan dan proses yang dilakoni akan sesuai dengan perencanaan.

1.  Pastikan Keragaman Tim yang Kuat dan Produktif

Masing-masing anggota tim mempunyai keragaman dari latar belakang yang bermacam-macam.  Keunikan setiap individu adalah bagian dari sebuah harmonisasi yang patut Anda berdayakan.  Kelebihan dan kelemahan tiap anggota perlu saling menutupi dan mendukung satu sama lain.  Pengalaman dan pengetahuan masing-masing tim akan membuat sebuah kesempatan munculnya ide-ide brilian bagi perkembangan tim Anda.  Mungkin bekerja dengan anggota yang sudah berpengalaman lama akan lebih mudah, namun ide-ide dari sudut pandang lain akan sulit ditemui.  Cukupi tim Anda dengan orang-orang yang mempunyai kompetensi berbeda, sehingga akan saling melengkapi bagi kreativitas tim.

2.  Pertahankan Anggota Tim yang saling respek satu dan lainnya

Tim yang kreatif mungkin mempunyai kebiasaan adanya debat atau saling adu argumen.  Meski demikian, Anda perlu memfasilitasi kondisi ini agar kontributif dan produktif, dan setiap anggota akan saling mengedepankan rasa hormat dan kepercayaan.  Tanpa rasa hormat maka respek tidak akan tercipta dan akan melebarkan gap antar individu.  Respek tidak bisa dipaksakan, namun akan muncul dari dalam pribadi, dan untuk itu Anda perlu melakukan pendekatan personal kepada masing-masing anggota tim, dan terus memonitor perilaku mereka.  Jika disinyalir adanya anggota tim yang tidak respek terhadap lainnya, maka segera pisahkan dari team member lainnya.

3.  Ciptakan Waktu Kebersamaan

Kerjasama tim adalah kerja antar individu dengan individu lainnya.  Secara natural kedekatan fisik akan mampu memperkuat ikatan emosi pula.  Respek tidak muncul tiba-tiba, pun demikian kepercayaan satu sama lain membutuhkan waktu untuk membangunnya.  Studi lanjutan membuktikan bahwa respek dan rasa percaya terbangun dalam kurun waktu 3 tahun kemudian jika diawal sudah tidak adanya respek satu sama lain.  Inilah mengapa penting Anda mempersiapkan masing anggota tim saling respek dan saling percaya.

4.  Mediasikan adanya Persahabatan diluar pekerjaan

Kepercayaan terbangun melalui respek dan ini dimulai dari hubungan personal yang positif.  Kebersamaan diluar urusan kerja akan mempercepat terbangunnya respek dan percaya tim.  Kebersamaan akan membuat masing-masing saling terbuka berbagi nilai yang sama, dan sebaliknya jika anggota tim Anda jarang mau turut rembuk bersama, maka akan semakin lama waktu untuk membangun kepercayaan tim.  Persahabatan tidak mungkin dipaksakan, akan tetapi Anda dapat mendorong terjadinya hal tersebut.

5.  Cegah terjadinya Kompetisi Internal

Kompetisi adalah hal yang umum terjadi, dan berpotensi mencegah seseorang untuk berbagi ide dan pendapat, karena berharap merekalah yang akan mendapat kredit poin, promosi atau apresiasi.  Inilah mengapa tidak jarang seseorang akan berbagai ide mereka langsung dengan pimpinan atau manajemen dibandingkan bercerita kepada tim.  Kompetisi yang terjadi dalam tim Anda akan dapat dimanfaatkan anggota diluar tim Anda untuk melakukan manuver yang tidak sehat.  Sekiranya ada kondisi tersebut terjadi, segeralah Anda sebagai pemimpin tim berbicara dengan pimpinan tim lain.

6.  Kondisikan sebuah Acara Tim Building

Sebagian besar perusahaan akan membuat evn acara untuk mentrigger adanya kebersamaan sehingga akan terbangun personal relationship antar anggota.  Meski konteksnya berupa permainan namun invetasi waktu dan biaya ini akan berguna mendongkrak performa dan kinerja tim.  Semakin sering terjadinya acara-acara kebersamaan tim akan semakin intens komunikasi dan berbagi rasa mereka satu sama lain, dan akan semakin efektif Anda menciptakan situasi respek dan saling percaya.

7.  Tetap Aturan Dasar dalam Tim Anda

8.  Berikan Pra Penerimaan terhadap Anggota Tim

Leave a Reply