7 Langkah Meningkatkan Percaya Diri Anda sebagai Pemimpin

7 Langkah Meningkatkan Percaya Diri Anda sebagai Pemimpin
7 Langkah Meningkatkan Percaya Diri Anda sebagai Pemimpin

Tidak mudah menjadi pemimpin, meski hanya memimpin beberapa orang. Seorang Supervisor dengan 3 orang staff lapangan atau staff operasional adalah contoh pemimpin dalam level bawah, yang dapat belajar meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam memimpin. Langkah untuk Meningkatkan Percaya Diri Anda sebagai Pemimpin harus dimulai dari diri sendiri. Pemimpin adalah contoh atau Role Model, dan mereka harus Walk The Talk, Bertindak Sesuai Ucapan mereka.

Banyak pemimpin awal selalu berkata bahwa mereka ingin memperbaiki kemampuan dan ketrampilan dalam memimpin tim. Sebagai Pemimpin tentunya Anda paham bahwa Percaya Diri dan Harga Diri adalah penting bagi seorang Pemimpin Besar. Dikutip dari ulasan Marshall Goldsmith, penulis pada NYT dan WSJ, berikut adalah cara sederhana memperbaiki dan meningkatkan Percaya Diri Anda sebagai Pemimpin dan membentuk pribadi yang otentik dan kolaboratif.

1.  Putuskan Jika Anda memang ingin menjadi Pemimpin

Menjadi teknisi mungkin lebih mudah bagi seorang MBA sekalipun, dibandingkan harus memimpin orang lain. Kepemimpinan akan selalu penuh dengan Ketidakpastian dan Kebingungan yang mengemuka menjadi gangguan bagi diri Anda. Jika Anda seorang yang berhasrat menjadi Pemimpin maka putuskan terlebih dahulu sebelum Anda mahir dengan pekerjaan teknis yang dilakukan.

2.  Berdamai dengan Ambiguitas Pengambilan Keputusan

Sulitnya menjadi pemimpin adalah saat Anda harus memutuskan kebijakan. Banyak diantara pemimpin yang menyerahkan Keputusan atau Kebijakan pada level operasional anak buah mereka. Seorang CEO pun harus mampu menebak dan memutuskan hal terbaik yang harus diambil organisasi, manakala terjadi beberapa pilihan.

3.  Kumpulkan Data Pendukung

Dalam memimpin Anda perlu adanya data pendukung, dan orang-orang yang terlibat didalamnya. Selanjutnya ikuti kata hati Anda dan lakukan apa apa yang Anda anggap benar.

4.  Menerima Kenyataan bahwa Anda akan Gagal

Jangan takut gagal pada kesempatan pertama atau kedua. Setiap kegagalan adalah proses belajar dan proses menjadi lebih baik. Adalah hal yang manusiawi terjadinya ketidakberhasilan.

5.  Have Fun! Hidup ini Singkat

Pemimpin akan berhadapan dengan banyak hal danmasalah. Mengapa Anda harus selalu berharap anak buah langsung Anda akan menunjukkan antusiasme positif, jika mereka tidak melihatnya dalam diri Anda? Anak buah Anda akan mencerminkan perilaku dan sikap mereka sebagaimana Anda menunjukkannya. Jika Anda tetap dengan penampilan yang loyo, lesu dan tidak bergairah, maka jangan harapkan tim Anda akan berparas manis dan ceria setiap waktu.

6.  Setelah Anda membuat Keputusan, Komitmen dan Lakukan

Jangan terus memberikan pilihan-pilihan kepada diri sendiri. Jika Anda harus mengubah arah, maka ubahlah arah tersebut dan lakukan. Jika Anda tidak berkomitmen melakukannya, maka Anda hanya akan selalu berubah arah tanpa tujuan.

7.  Tunjukkan Keberanian meski Anda merasa Takut

Perubahan akan membawa konsekuensi, seperti rasa takut. Tiap orang akan menunjukkan sisi manusiawinya manakala berhadapan dengan sesuatu, yakni rasa takut. Jika Anda memimpin orang-orang dalam masa-masa sulit, Anda akan perlu tunjukkan keberanian lebih dibanding rasa takut. Ketika anak buah melihat rasa khawatir pada wajah seorang pemimpin, mereka akan mulai kehilangan kepercayaan pada kemampuan memimpin Anda.

Percaya Diri sebagai Pemimpin akan berangsur-angsur membaik manakala sejak awal Anda telah memutuskan akan bertanggungjawab dengan kepemimpinan tersebut. Percaya Diri dan Harga Diri Anda sebagai Pemimpin pun akan meningkat berkat kepercayaan dari tim.

Leave a Reply