7 Konsep Manajemen Strategi tentang Tugas Pokok seorang Manajer

7 Konsep Manajemen Strategi tentang Tugas Pokok seorang Manajer

7 Konsep Manajemen Strategi tentang Tugas Pokok seorang Manajer

Seorang manajer adalah pilihan dari Top Management dalam mengelola orang, mengendalikan pekerjaan dan mencapai target.  Manajer harus mempunyai kompetensi yang baik, Pengetahuan yang Luas serta Ketrampilan yang lengkap.  Bagaimana mungkin seorang Marketing Manager tidak paham mengenai Product Knowledge, atau Pricing atau Boosting Program yang akan dijualnya kepada Rekanan, Kolega atau Pelanggan?  Apakah ada seorang Marketing Manager tidak tahu Cara Negosiasi Harga kepada calon vendor rekanannya?.  Ketrampilan dan Pengetahuan adalah Pengejawantahan dari Kompetensi, dan sebagai seorang Manajer, Anda akan dituntut sebagai master dalam bidangnya.  Berikut ini adalah Konsep Dasar dalam Manajemen Strategi mengenai Tugas Utama seorang Manajer.

1.  Planning and Decision (Perencanaan dan Keputusan)

Planning atau Perencanaan adalah fundamental atau pondasi dasar dalam manajemen strategi.  Dan tanpa adanya perencanaan yang matang, maka fungsi lainnya tidak akan berjalan efektif.  Perencanaan adalah cara untuk Melihat Ekspektasi Proyek Kerja, cara untuk Antisipasi Potensi Masalah, panduan untuk Pengambilan Keputusan.

2.  Organizing Tasks (Organisasi Tugas)

Manajer harus mengatur untuk melihat rencana mereka membuahkan hasil, sehingga menetapkan tugas kepada individu dan mengatur mereka dalam sebuah kerangka kerja yang memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat.

3.  Staffing Roles (Peran Staff)

Organisasi yang kuat akan berisikan orang-orang yang berada pada posisi yang tepat, Right Man on The Right Place.  Peran penting seorang manajer adalah mampu menempatkan anak buah mereka pada posisi dan kompetensi yang sesuai.  Memberi Peran pada Staff adalah tugas yang krusial seorang manajer, untuk membuat Proses Bisnis berjalan lancar.  Jangan sampai seorang admin fail ditempatkan pada posisi call center, misalnya.

4.  Leading Teams (Memimpin Tim)

Manajer tidak hanya memberikan arahan dan petunjuk kerja yang jelas, dan meminta hasil akhir yang optimal.  Manajer yang baik akan menjadi Pemimpin Tim dalam bekerja, sesuai aturan dan prosedur yang tetap, sehingga tujuan akhir Tim akan tercapai secara bersama-sama.  Pemimpin Tim akan menjalankan proses sesuai perencanaan awal, dan membangun efektivitas masing-masing individu dalam tim.

5.  Knowledge Management (Manajemen Pengetahuan)

Organisasi akan menggunakan pengetahuan untuk melakukan Identifikasi, Pengembangan, Penentuan, Distribusi, dan Penerapan Strategi atau Proses Kerja.  Manajer mampu membuat anggotanya paham akan hal-hal penting dalam pekerjaan mereka, tujuan kerja, Job Description, Alat Bantu Teknologi dan Pengembangan Diri anggotanya.

6.  Controlling Activities (Kontrol Aktivitas)

Tujuan seorang manajer melakukan kontrol terhadap pekerjaan anak buahnya adalah agar organisasi bisnis bergerak sesuai perencanaan dan melakukan tiap-tiap bagian proses kerja secara baik dan benar.  Aturan SOP yang dibuat perlu dijalankan secara konsisten.  Kontrol bertujuan membuat kinerja perusahaan tidak melewati target yang dicanangkan, menghadapi risiko yang toleran serta kualitas yang baik.

7.  Customer Experience Management (Manajemen Kepuasan Pelanggan)

Pada akhirnya sebuah produk atau jasa perusahaan perlu dinikmati pelanggan individual.  Dan pelanggan adalah penilaian terakhir bagi sebuah prestasi kerja tim.  Manajer yang baik akan fokus pada Operasional dan Proses Bisnis yang berpangku pada kepentingan pelanggan atau konsumen.  Tujuan akhirnya adalah membuat Konsumen menjadi Pelanggan, dan Pelanggan menjadi Loyal.

Konsep Dasar Tugas Pokok Seorang Manajer ini akan berkembang lebih jauh dan lebih dalam, dalam kondisi aktual yang dihadapi.  Pada akhirnya seorang manajer yang baik akan menjelma menjadi seorang pemimpin tim yang handal.

Leave a Reply