6 Kesalahan Terburuk Mengelola Uang Di Usia Muda

6 Kesalahan Terburuk Mengelola Uang Di Usia Muda

6 Kesalahan Terburuk Mengelola Uang Di Usia Muda

Ikhtisar.com – Pada masa usia muda, biasanya seseorang cenderung untuk berperilaku spontan, dan melakukan segala sesuatu yang disukainya tanpa memikirkan dampaknya secara jangka panjang. Hal ini meliputi berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah masalah keuangan. Adanya enam kesalahan terburuk dalam mengelola uang di usia muda yang dilansir dari berbagai sumber, yaitu:

  1. Berpikir hanya untuk hari ini

Umumnya orang dengan pemikiran di atas, jika ia memiliki sejumlah uang maka pola pikirnya adalah bagaimana caranya ia menghabiskan uang tersebut di hari itu. Ia tidak memikirkan bagaimana ia akan bertahan hidup untuk ke depannya jika uang yang dimilikinya habis.

Pemikiran semacam ini juga terjadi pada orang yang konsumtif. Ia hanya lapar mata saat menghabiskan uangnya karena ia tidak bisa mengidentifikasikan mana yang menjadi “kebutuhan” atau hanya sekedar menjadi “keinginan”.

  1. Terbiasa bergantung kepada orangtua

Poin kedua ini relevan dengan poin sebelumnya. Apabila seseorang ini di keesokan harinya merasa tidak memiliki cadangan dana untuk bertahan hidup, maka ia akan meminta bantuan finansial kepada orangtuanya. Situasi ini yang membuat pengelolaan keuangannya semakin buruk karena ia merasa selalu ada tempat baginya bergantung sebagai sumber keuangannya. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak menghargai pentingnya nilai uang yang diperolehnya karena ia mendapatkannya dengan mudah atau tanpa banyak usaha.

  1. Tidak pernah menabung

Menabung merupakan strategi utama dalam mengatur keuangan. Fungsi menabung sebagai dana cadangan yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila ada kebutuhan mendesak, atau dapat digunakan sebagai modal untuk berinvestasi. Jika kita tidak pernah menabung atau hanya mengatur keuangan secara berjangka pendek, maka kita dapat dikatakan belum dapat mengelola keuangan secara baik. Apabila kita mempunyai kebutuhan mendesak sedangkan cadangan dana tidak ada, membuat kita harus mencari pinjaman dana ke orang lain. Meminjam dana kepada orang lain merupakan salah satu indikasi ketidakberhasilan kita dalam memanajemen keuangan.

  1. Memandang hidup tidak realistis

Pada jaman ini dengan beragamnya teknologi, terutama dalam memasarkan produk membuat semua orang ingin tampil kekinian, bahkan cenderung dipaksakan tanpa menyadari bahwa dana yang dimiliki tidak sebanding dengan harga barang yang ingin dibeli. Anak muda cenderung ingin mengikuti mode trend yang sama dengan anak seusianya. Pola pikir yang masih sempit yaitu masih membandingkan dirinya dengan orang lain dan adanya ego tidak mau kalah dari teman sebayanya, terkadang membuatnya melakukan segala cara demi mengikuti trend yang sedang marak. Kurangnya penerimaan akan kondisi diri termasuk kondisi keuangannya, justru akan semakin memperburuk pengelolaan keuangannya.

  1. Tidak pernah mencatat pemasukan dan pengeluaran

Mencatat pemasukan dan pengeluaran terkesan merupakan hal yang sepele. Biasanya kita jarang atau bahkan tidak pernah mencatat pemasukan dan pengeluaran kita. Apabila kita mau menuliskan anggaran dana tersebut secara rinci, maka kita dapat menyadari pengeluaran mana yang tidak begitu penting atau dapat lebih diminimalisasi lagi.

  1. Mempunyai banyak alasan

Banyaknya alasan yang dimaksud adalah alasan untuk menunda belajar mengelola keuangan. Ketika usia muda, kita dapat mengesampingkan tuntutan untuk mengatur keuangan karena masih memperoleh dukungan dana dari orangtua, padahal keterampilan mengatur keuangan sebaiknya dimiliki sejak usia dini agar muncul kebiasaan yang positif dalam mengatur keuangan secara tepat dan efisien di masa usia selanjutnya.

Leave a Reply