5 Tips Wawancara bagi Seorang Introvert untuk Memberikan Kesan Terbaik

5 trik wawancara bagi seorang Introvert
5 trik wawancara bagi seorang Introvert

Seorang Introvert yang merasa bahwa malu adalah kelemahan dalam wawancara kerja, maka pikirkan lagi. Melalui pendekatan yang tepat, seorang Introvert dapat membuat kesan pertama mengagumkan dalam wawancara kerja.

Jika Anda seorang introvert, dan terlalu memikirkan stereotip wawancara kerja, maka mudah bagi Anda menganggap bahwa menjadi introvert dan malu adalah kelemahan, bukan kekuatan. Seorang Introvert akan sangat mudah merasa bahwa tidak mungkin membuat kesan pertama yang hebat. Hal itu benar jika Anda menganggap bahwa melakukan wawancara kerja hanya didasarkan pada kekuatan Kepribadian, bukan pada Kualifikasi, Pengalaman, dan Keahlian.  Apakah menjadi ekstrovert adalah prasyarat untuk membuat kesan yang bagus dalam wawancara kerja? Tidak.

Cara terbaik untuk membuat kesan pertama yang hebat dalam wawancara kerja adalah bermain dengan kekuatan Anda sebagai introvert. Jangan mencoba menjadi sesuatu yang bukan dirimu. Sorot semua hal hebat tentang Anda.

Dan ingatlah bahwa beberapa orang yang paling sukses adalah introvert. Bill Gates, sebagaimana Susan Cain, penulis buku Quiet: The Power of Introverts in the World That Can not Stop Talking, berkata, “Bill Gates seorang pendiam dan kutu buku, tapi dia tidak terpengaruh pendapat orang lain tentangnya: Dia seorang introvert , Tapi tidak malu”.  Pun demikian dengan Warren Buffett adalah seorang introvert. J.K. Rowling mengatakan bahwa dia terlalu malu untuk meminta pena untuk menuliskan beberapa ide serial buku Harry Potter saat pertama kali menemukan konsep tersebut.

Jadi, bagaimana seorang introvert mampu membuat mereka begitu hebat dalam bisnis? Mari kita lihat beberapa ciri khas yang biasanya dimiliki introvert yang memberikan mereka keuntungan dalam dunia bisnis yang kompetitif.

1. Fokus pada apa yang telah Anda lakukan, bukan yang Anda pikirkan – karena apa yang telah Anda lakukan paling penting

Jika Anda Introvert, Anda mungkin merasa sulit untuk membicarakan diri sendiri. Tidak masalah: Bicara tentang apa yang telah Anda lakukan. Fokus pada proyek yang telah Anda selesaikan, gagasan yang telah Anda kembangkan, target yang pernah Anda temui. Fokus pada apa, bukan pada siapa.  Bila Anda menggambarkan “apa”, maka “siapa” akan teridentifikasi tanpa mengatakan apa-apa.

2. Luangkan waktu sejenak untuk berpikir – karena bijaksana sangat mengesankan

Banyak Introvert bisa duduk dalam kesendirian berjam-jam setiap saat. Hal ini seperti sebuah keuntungan saat Anda memang perlu memetakan serangkaian langkah penyelesaian tugas besar, namun bukan berarti saat pewawancara mengajukan sebuah pertanyaan Anda merasa perlu segera meresponsnya.

Perlu diingat pula pewawancara tidak mengharapkan Anda mengisi setiap saat dengan diam. Pewawancara ingin mengetahui Keahlian, Kualifikasi, Pengalaman dan juga Pemikiran atau Gagasan Anda. Pewawancara yang hebat tidak keberatan jika Anda membutuhkan waktu beberapa detik untuk mempertimbangkan pertanyaan itu. Pewawancara yang hebat ingin memiliki percakapan yang bagus, bukan serangkaian pertanyaan dan jawaban yang cepat.

Karyawan hebat memikirkan langkah mereka selanjutnya alih-alih terganggu oleh interaksi sosial atau hiburan yang tidak berarti. Kemampuan untuk melakukan hyperfocus pada tujuan Anda yang paling penting adalah sangat vital, karena Anda selalu menggunakan waktu dalam mendefinisikan tingkat kesuksesan.  Jadi berpikirlah sebelum Anda berbicara. Ikutilah dengan respon bijaksana yang telah Anda pikirkan sebelumnya.

3. Secara aktif dengarkan pewawancara – karena kemampuan untuk mendengarkan adalah tanda rekan setim yang hebat

Orang Introvert juga lebih baik, dalam mendengarkan dan berempati kepada orang-orang.  Mendengarkan banyak hal. Semisal seorang klien, karyawan, atau pelanggan marah, seorang Introvert cenderung lebih sensitif terhadap kebutuhan mereka. Alih-alih bereaksi terhadap sebuah isu, Introvert mengambil informasi tersebut, dan kemudian berpikir kritis tentang solusi terbaik yang mungkin dilakukan. (Di satu sisi, kemampuan untuk mendengarkan, dan memahami, adalah salah satu keterampilan orang yang paling penting yang dapat Anda kuasai.)

Dengarkan pewawancara. Ajukan pertanyaan jika Anda tidak mengerti. Mintalah klarifikasi. Yang lebih penting, temukan cara menggunakan keterampilan mendengarkan Anda untuk terlibat dengan pewawancara. Semakin banyak wawancara terasa seperti percakapan, semakin nyaman Anda nantinya.

Dan kemudian menyoroti contoh di mana kemampuan Anda untuk mendengarkan dan memproses telah membuat perbedaan dalam karir Anda. Jelaskan kapan, dan bagaimana, dan bagaimana ternyata.  Sekali lagi, fokus pada apa yang telah Anda lakukan, bukan siapa Anda.

4. Datanglah dengan sebuah ide – karena kemampuan analisis Anda adalah keuntungan utama

Seiring dengan menjadi pendengar yang hebat, para pengusaha introvert selalu mencari solusi terbaik, dan cenderung mengabaikan ego terhadap sebuah penilaian. Waylae Gregoire dari NextShark menulis bahwa sementara ekstrovert ingin mempromosikan rencana bisnis sendiri, “para introvert berfokus pada pemikiran dan tindakan orang lain.  Para introvert secara alami terbiasa menganalisis gagasan orang lain, menawarkan umpan balik yang bijaksana, dan mengatur apa yang orang lain bawakan.”

Gunakan keterampilan itu untuk menunjukkan bagaimana Anda bekerja. Kenali satu atau dua hal penting yang dapat Anda kontribusikan sejak hari pertama. Sejak Anda mengenal perusahaan dan paham apa yang bisa Anda tawarkan, maka segera buktikanlah dengan tindakan.

5. Nyaman untuk rendah hati – karena kerendahan hati adalah atribut yang dihargai setiap tim

Introvert tidak takut untuk mengakui kesalahan, tidak takut memberi kredit kepada orang lain. Introvert cenderung mengecilkan prestasi sendiri.  Jadi mereka adalah rekan tim yang hebat. Tidak ada yang dapat membunuh semangat kerja tim lebih cepat daripada anggota yang tidak mengakui kesalahan, tidak dapat berbagi kredit, dan tidak dapat melihat bahwa kesempurnaan akan mungkin terjadi selama Anda bersedia bekerja untuk itu.

Ketika Anda membuat kesalahan, diskusikanlah – dan kemudian share apa yang telah Anda pelajari dan apa yang telah Anda secara berbeda sejak saat itu. Bicarakan hal hebat yang anggota tim lakukan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Tunjukkan bahwa ini bukan tentang Anda.

Itulah cara membuat kesan pertama yang hebat – dan kesan abadi yang mengagumkan dalam proses wawancara bagi seorang Introvert.

Leave a Reply