5 Kunci Utama mendapatkan Kepemimpinan yang Kuat

5 Kunci Utama mendapatkan Kepemimpinan yang Kuat
5 Kunci Utama mendapatkan Kepemimpinan yang Kuat

Strong Leadership atau Kepemimpinan yang Kuat adalah dasar sebuah keberhasilan Jangka Panjang, dalam bisnis, organisasi masyarakat bahkan urusan kekeluargaan.  Kepemimpinan tidak lepas dalam aliran kehidupan setiap insan manusia.  Tanpa adanya kepemimpinan yang kuat, tonggak kehidupan hanya akan tegak sesaat untuk runtuh pada waktu kemudian.  Strong Leadership mengharapkan terjadinya sebuah proses yang Benar dan proses Berkelanjutan.  Integritas dan Kejujuran adalah syarat utama dalam mengembangkan Kepemimpinan yang Kuat, dan Kunci-kunci Utama dalam hal ini adalah :

1.  Kepercayaan dan Kredibilitas

Saat orang percaya dengan Anda, maka mereka akan mudah mau mengikutinya.  Dan dengan mengikuti apa yang Anda angankan, akan mudah pula bagi Anda dalam menyelesaikan teka-teki kehidupan yang dijalani.  Entah urusan bisnis, sosial, budaya atau politik, semua membutuhkan kejujuran dan butuh sumber daya orang lain untuk membantu.  Kepercayaan perlu Anda bangun dengan mempertimbangkan kebaikan untuk semua – good of all – saat Anda membuat keputusan.  Percaya dengan adanya kolaborasi antar tim, berbagi informasi antar sesama, anggota tim yang saling dukung adalah bentuk dasar pengembangan kepercayaan dan kredibilitas.  Dengan adanya kepercayaan Anda akan memperoleh Kejujuran, Integritas, Kebaikan, Keadilan dan Hubungan Baik.

2.  Berbagi Visi secara Jelas

Pemimpin harus mengungkapkan keinginan dan cita-cita dengan eksplisit, jelas dan mudah dipahami.  Tanpa kejelasan apa yang akan Anda raih bersama tim, maka sulit rasanya membangun Kepemimpinan yang Kuat.  Anda perlu memotivasi dan menginspirasi masing-masing anggota tim sehingga mereka pun akan merasakan dan memahami apa yang Anda rasakan.

Sangat penting tim Anda mengerti visi, dan 100% jelas apa tujuannya. Orang dengan visi bersama akan lebih produktif dan memiliki rasa yang lebih besar untuk berprestasi. Inspirasilah mereka untuk mengikuti proses dan prosedur yang Anda akan gunakan untuk mencapai visi.  Anda pun perlu juga mendengarkan apa yang mereka katakan, mencari tahu ide-ide apa yang aplikatif dan implementatif bagi organisasi.

3.  Lakukan Coaching, Mentoring, Communicating dan Listening

Pemimpin adalah Pelatih, itulah formula awal membangun keberhasilan tim Anda.  Lakukan Coaching dengan cara Anda dan berikan mereka kebebasan bekerja dengan cara mereka.  Pemimpin harus tampil dimuka para pengikutnya bukan hanya berdiam diri di belakang meja.  Keluar dan temukan Kekuatan dan Talenta tim Anda, kemudian lakukan Coaching (Melatih), Mentoring (Mendampingi), Communicating (BerKomunikasi) dan Listening (Mendengarkan).

  • Coaching (Melatih), membantu mereka meningkatkan keterampilan dalam melakukan pekerjaan sehingga berhasil lebih baik. Berikan umpan balik pada kinerja mereka dengan pengamatan dan nasihat yang baik. Gunakan ungkapan khusus daripada komentar umum, meski kondisinya baik atau buruk.
  • Mentoring (Mendampingi), membantu mereka memahami apa yang Anda tahu, membimbing mereka untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik, dan belajar tentang aspek atau fungsi bisnis lainnya.
  • Communicating (Berkomunikasi), berbagi visi dan tujuan, mendorong individu dan kelompok, memberi pujian saat harus dipuji, dan meluangkan waktu untuk tatap muka empat mata.
  • Listening (Mendengarkan), membiarkan mereka berbagi ide, keprihatinan, dan tahu bahwa Anda dapat didekati dan peduli.

4.  Buat Keputusan dan BertanggungJawab

Pemimpin adalah pengambil keputusan, meski masukan dari anak buah mereka.  Jika Anda mengembalikan keputusan kepada mereka, maka Anda akan menampakkan ketidakmampuan dalam memimpin.  Keputusan yang Anda ambil adalah manfaat bagi semua tim dan organisasi, meski tidak populer namun sudah dapat disimpulkan sebagai keputusan terbaik bagi semua.

Sebelum mengambil keputusan maka Anda perlu memahami beberapa hal

  • Cari data untuk fakta dan relevansi.
  • Perhatikan dengan seksama masalah sebenarnya tanpa harus kehilangan gambaran besar.
  • Bicaralah dengan staff ahli jika diperlukan.
  • Jangan membuat keputusan terlalu cepat kecuali jika diperlukan.
  • Pikirkan tentang manfaat dan biaya untuk jangka pendek dan jangka panjang.
  • Setelah keputusan dibuat, jangan plin-plan atau tidak yakin tentang diri Anda.

Sebagai seorang pemimpin Anda diharapkan mengambil beberapa peluang dan mungkin membuat beberapa keputusan berisiko.  Jika Anda gagal maka akuilah sebagai tanggungjawab Anda.  Tidak perlu menyalahkan orang lain, karena risiko Anda adalah kehilangan kredibilitas dan terlihat sebagai pemimpin yang tidak efektif.

5.  Pastikan semua dalam Kontrol Anda dan menuju Arah yang benar

Tujuan dari setiap pemimpin selalu menggunakan pola pikir berjuang sampai Misi Selesai.  Anda, sebagai pemimpin dan manajer, perlu fokus pada apa yang paling penting terkait dengan visi dan tujuan organisasi. Anda perlu untuk menghilangkan chaos dan perlu dikenal sebagai orang yang memiliki otoritas dalam membuat keputusan yang tepat. Anda mungkin memiliki 5 proyek sekaligus, tetapi lebih fokus pada kurang penting dibandingkan yang paling penting akan menghancurkan visi dan tujuan Anda. Pastikan Anda mendapatkan tim selalu fokus pada tugas-tugas terpenting dan kritis untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan visi Anda. Delegasikan tugas kepada orang yang tepat, sehingga visi akan menjadi lebih mungkin tercapai.

Kepemimpinan yang Kuat akan membangkitkan rasa frustasi menjadi agresi, demotivasi menjadi inspirasi dan kelelahan menjadi kekuatan baru.  Kunci utama dalam membangun Kepemimpinan yang Kuat dimulai dari diri Anda.  Sosok pemimpin yang jujur, dapat dipercaya serta jelas dalam berbagi visi dan tujuan merupakan core competencies dalam Strong Leadership.

Leave a Reply