5 Hal Yang Membuat Pekerja Mudah Mengalami Stres

5 Hal Yang Membuat Pekerja Mudah Mengalami Stres
5 Hal Yang Membuat Pekerja Mudah Mengalami Stres

Ikhtisar.com – Memiliki pekerjaan tetap adalah idaman setiap orang. Terutama kaum pria yang notabene akan bertanggung jawab untuk menafkahi keluarganya. Namun sayangnya menjadi pekerja juga tidak mudah. Pekerja bisa menemukan banyak hal yang menjadikannya tertekan bahkan stress saat menyelesaikan job desk-nya.  Hal-hal yang dapat membuat Pekerja mudah Mengalami Stres perlu diwaspadai sehingga tidak berdampak pada kinerja.

Tekanan ini bisa datang dari manapun yang justru akan membuat pekerja menjadi tidak produktif. Berdasarkan berbagai survey yang dilakukan bahwa terdapat 5 hal yang membuat pekerja di bisa mengalami stres. 5 hal tersebut yang dilansir oleh Business Insider adalah :

1.  Kepemimpinan Lemah

Banyak pekerja yang mengalami frustasi pada pekerjaan mereka karena mereka tidak mendapatkan kejelasan instruksi dari atasan. Hal ini membuat para pekerja tidak mengarti secara mendalam job desk nya yang harus dikerjakan. Solusi yang harus dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi dan menanyakan kepada atasannya.

2.  Informasi terputus

Sistem bisnis sangat membutuhkan informasi yang terpadu dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Jika informasi tidak bisa bertukar dengan cepat dan baik, maka bisa jadi para pekerja akan merasa tertekan dan menjadi tidak bisa mengerjakan tugasnya dengan baik.

3.  Deadline terus berubah

Pergerakan waktu, bisnis dan pasar sangat cepat, apalagi dengan adanya teknologi yang memudahkan setiap kegiatan bisnis. Hal ini pula yang menjadikan para pekerja harus bekerja lebih cepat lagi untuk mendapatkan hasil sesuai dengan target. Bahkan deadline pun menjadi semakin cepat dan terus berubah.

4.  Proyek tak Realistis

Setiap pekerjaan pasti ingin diharuskan untuk selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Namun pada kenyataanya, tidak semua pekerja memiliki kompetensi yang sama. Alhasil, beberapa pekerja yang memiliki kompetensi di bawah rata-rata akan kesulitan untuk menyelesaikan proyek yang menjadi tidak realistis baginya.

5.  Gagal menyusun Prioritas

Prioritas sangatlah penting untuk menyelesaikan segala pekerjaan berdasarkan besarnya tingkat kebutuhannya. Jika mereka tidak bisa mengatur waktu dan menyelesaikan pekerjaan berdasarkan skala prioritas inilah yang menbuat sebagian pekerjaan terbengkalai dan pekerja pun merasa tertekan.

Setiap tekanan yang muncul bagi para pekerja sebenarnya bisa diatasi dengan berbagai solusi terbaik. Diantaranya harus adanya komunikasi antara pekerja dan atasannya sehingga bisa mengerti kompetensinya masing-masing dan bisa memberikan job desk sesuai dengan kemampuannya. Selain itu juga harus ada pelatihan bagi para pekerja agar kompetensi itu terus mengalami peningkatan menjadi semakin lebih baik.

Meski fokus pada pekerjaan adalah penting, namun kebutuhan sosial dari pekerja juga perlu untuk diperhatikan. Misalnya kebutuhan akan cuti bulanan, kebutuhan bersosialisasi, kebutuhan dihargai dan kebutuhan sosial lainnya. Jika anda menjadi atasab dan memiliki pekerja yang membantu tugas anda, berbuatlah adil pada setiap pekerja agar mereka tidak merasa dianaktirikan dan menjadi tekanan batin tersendiri saat menjalankan pekerjaan. Pekerja yang mudah Mengalami Stres tidak akan mampu berkontribusi maksimal pada atasan dan perusahaannya.

Leave a Reply