5 Hal yang Membuat Karyawan Anda Bahagia di Tempat Kerja

5 Hal yang membuat karyawan Anda bahagia di tempat kerja

5 Hal yang membuat karyawan Anda bahagia di tempat kerja

Dunia kerja akan berisikan orang-orang dari berbagai latar belakang pendidikan, pengalaman, sikap dan perilaku dan pastinya gender atau jenis kelamin yang berbeda pula. Dunia laki-laki mungkin berbeda dengan dunia wanita, namun jika keduanya adalah bagian dari organisasi Anda, maka Anda perlu membangun sebuah budaya perusahaan yang mampu membuat karyawan Anda bahagia di tempat kerja.

Tempat kerja akan menjadi faktor pengaruh utama bagi kebahagiaan karyawan mereka, tidak melihat gendernya, apakah seorang pria ataukah seorang wanita. Ada hal-hal umum yang berlaku bagi keduanya. Perusahaan yang sukses selain berbicara keberhasilan finansial dalam jangka panjang, juga berbicara mengenai kombinasi pertumbuhan personal dan profesional yang seimbang.

Beberapa hal yang perlu dipahami terkait dengan kombinasi gender dan pertumbuhan personal maupun profesional adalah sebagai berikut:

1.  Hasil Akhir, bukan Lama Waktu Kerja di kantor

Mungkin atasan Anda suka dengan karyawan yang rajin datang pagi ke kantor dan pulang larut malam, meski mungkin produktivitasnya rendah dan tidak berdampak pada pertumbuhan perusahaan. Sedangkan dalam mengantisipasi isu gender – pria atau wanita – yang terpenting Anda prirotaskan adalah hasil kerja yang sudah dicanangkan kepada masing-masing individu. Waktu lebih (Input) dalam bekerja tidak berkorelasi langsung dengan Hasil Akhir (Output). Anda perlu memberikan apresiasi kepada karyawan yang Efektif, Efisien dan Cerdas dalam bekerja.

2.  Biarkan Karyawan Anda bekerja dengan Cara Terbaik mereka

Cara kerja masing-masing orang akan berbeda satu dan lainnya, meski Anda berikan tugas yang sama. Tidak perlu Anda memberitahukan cara terbaik dalam menyelesaikan pekerjaan, namun berikan arahan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan. Fleksibilitas adalah isu utama untuk seluruh gender karyawan, tidak peduli seorang pria yang agresif atau seorang wanita yang administratif. Orang-orang akan lebih produktif manakala mereka tidak terganggu, gangguan atau distraksi sangat menguras sumber daya kerja, baik pikiran atau tenaga.

3.  Jangan Salah Arti tentang Keseimbangan

Work Life Balance tidak mengartikan Anda memboleh seseorang pekerja wanita membawa anak kecil dalam lingkungan kantor, atau seorang pria harus sambil mengasuh ikan peliharaannya diatas meja. Integritas dalam pekerjaan adalah kemampuan membedakan urusan pribadi dan urusan profesional. Tidak mencampuradukkan kehidupan individu dengan perkara kantor adalah bentuk mengembangkan keberhasilan dalam dunia kerja. Work and Play adalah hal yang berbeda, bukan berarti Anda berhak bermain dalam pekerjaan atau Anda jadikan pekerjaan sebagai permainan.

4.  Rencanakan dukungan Jangka Panjang

Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi banyak yang sering lupa dengan efek jangka panjang bagi karyawan mereka, seperti engagement dan satisfaction. Anda perlu berbagi visi dan nilai perusahaan sehingga mereka akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan budaya perusahaan.

5.  Sadarilah bahwa setiap Gender butuh Dukungan Pribadi

Masing-masing karyawan Anda pasti mempunyai cita-cita pribadi yang ingin diraih. Dukungan Anda akan membawa efek yang besar dalam pengembangan perusahaan jangka panjang. Orang-orang dengan talenta mumpuni adalah aset utama perusahaan, dan Anda perlu mendedikasikan diri membangun lingkungan kerja yang superior bagi tiap-tiap individu. Banyak wanita terpecahkan fokusnya jika berbicara karir dan keluarga, demikian pula dengan para pria. Budaya perusahaan yang mendukung hasrat pribadi akan lebih berkembang dengan adanya fleksibilitas kerja karyawannya.

Karyawan Anda, baik wanita ataupun pria mempunyai keinginan-keinginan yang bersifat pribadi atau profesi. Keduanya bagi mereka adalah penting, dan dukungan Anda sebagai pimpinan akan sangat membahagiakannya. Jika Anda berhasil membangun berbagai perilaku dan budaya perusahaan yang membuat karyawan bahagia di tempat kerja, maka isu gender, pendidikan atau pengalaman kerja bukanlah halangan dalam tumbuh kembang perusahaan.

Leave a Reply