5 Hal dimana para Pengusaha tidak terlalu Peduli dalam 10 Tahun terakhir

5 hal yang diacuhkan pengusaha dalam bisnis mereka
5 hal yang diacuhkan pengusaha dalam bisnis mereka

Seiring kecepatan majunya teknologi baru, gambaran masa depan pekerjaan terdiri dari kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan robot yang mengambil alih tempat kerja. Namun demikian itu bukanlah masa depan kita.

Sementara masa depan tidak diketahui atau unpredictable, Anda tentu sudah mulai melihat tren yang meramalkan bahwa kita tidak akan mampu semaksimal yang dipikirkan orang. Meskipun robot datang, tapi tidak serta merta akan “mengganti semua pekerjaan” yang orang-orang bicarakan.

Berikut adalah lima prediksi untuk masa depan pekerjaan yang akan membuat Anda sedikit lebih nyaman bekerja setiap pagi dan terbukti banyak pengusaha tidak mempermasalahkannya:

1. Usia tidak masalah

Usia dulu identik dengan senioritas dan jabatan teratas di sebuah perusahaan. Kemudian, berbicara tentang usia yang lebih tua di tempat kerja menjadi identik dengan “diskriminasi usia.”

Tapi teknologi telah mengantar era baru, di mana usia Anda tidak menentukan pekerjaan apa yang dapat atau tidak dapat Anda miliki. 29 tahun bisa memulai Facebook. Anak berusia 37 tahun bisa memulai Netflix. Anak berusia 57 tahun bisa memulai Ice Cream hit berikutnya. Dan wanita berusia 93 tahun bisa bekerja untuk diri mereka sendiri sebagai

2. Anda dapat membuang Gelar

Bergantung pada bidang apa yang Anda putuskan untuk dikerjakan dan pekerjaan apa yang akan Anda ambil, gelar (sarjana dan diploma) mungkin tidak lagi relevan. Untuk pekerjaan penjualan dan pemasaran pada khususnya – dimana Anda belajar di tempat kerja – gelar adalah hal yang paling terakhir yang saya cari sebagai majikan.

Yang penting adalah sikap Anda, kemampuan berpikir kritis dan etos kerja Anda. Apakah Anda mau belajar? Apakah Anda termotivasi? Sudahkah Anda mengerjakan proyek yang sukses di masa lalu? Seberapa efisien / efektifkah Anda bisa mencapai tujuan? Apakah Anda secara proaktif menjalin hubungan dengan orang-orang di bidang yang Anda minati? Hari ini, Anda tidak harus berhutang untuk sekolah atau memiliki selembar ijazah agar sukses.

3. Anda tidak perlu resume tradisional

Kredensial seperti di mana Anda bekerja dan bersekolah menjadi semakin tidak penting.  Munculnya “magang” setelah kuliah adalah bukti sekolah tidak lah cukup.  Majikan mulai berkata, “Anda lulus dari perguruan tinggi? Hebat, mari kita lihat sesuatu yang sebenarnya Anda lakukan di lapangan.” Memiliki portofolio tugas yang telah selesai dan memiliki bukti bahwa pekerjaan itu dilakukan dengan baik adalah cara baru untuk mendarat dalam pekerjaan Anda.

4. Anda tidak akan diberitahu kapan atau dimana harus bekerja

Pengusaha mengadopsi praktik kerja yang fleksibel dan mendorong individu untuk memilih kapan atau di mana mereka bekerja sebagai cara untuk mempertahankan talenta terbaik. Bagi mereka yang bekerja dengan laptop, Anda sekarang bisa Work From Home (bekerja dari rumah). Perusahaan lain seperti Lyft dan Doordash mengantarkan era fleksibilitas untuk pekerjaan di meja kerja.

5. Anda akan memiliki lebih banyak pilihan

Manusia bermimpi besar. Kita menciptakan hal baru dan menjelajah ke wilayah yang belum dipetakan sebelumnya. Semakin kita menciptakan dan mengeksplorasi dunia dan alam semesta, maka akan semakin banyak pekerjaan diciptakan.

Dengan teknologi, pekerjaan itu lebih mudah diakses oleh Anda. Anda sekarang dapat menjelajahi lebih banyak daripada pasar lokal Anda untuk memilih apa yang ingin Anda curahkan untuk hidup Anda.

Kekhawatiran atau paradigma tradisional dimana pekerjaan akan dimulai dari bangku sekolah dan membawa ijazah, akan sedikit demi sedikit terkikis.  Isu usia dan edukasi akan melebur seiring semakin terbukanya dunia informasi bagi banyak orang.  Para pengusaha akan semakin melek mencari talenta dan kandidat terbaik tidak hanya dari lembaran tanda tangan rektorat, namun melihat track record dan prestasi yang sudah pernah Anda capai.

Leave a Reply