5 Alasan Mengapa Karyawan Tidak Mampu Bicara dan Cara Memperbaikinya

alasan karyawan Anda sulit untuk berbicara dan cara memperbaikinya
alasan karyawan Anda sulit untuk berbicara dan cara memperbaikinya

Kita semua mengatakan bahwa kita menghargai ‘pendengar yang baik’. Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk menjadi pendengar yang dibutuhkan karyawan Anda untuk mendorong mereka mau berbagi.  Setiap orang ingin didengarkan, terlepas apakah itu masalah pelayanan pelanggan atau sekedar berbicara mengenai perbaikan proses kerja di kantor.

Perusahaan tentu ingin semua orang terlibat dan mengetahui bahwa suara mereka memiliki peran penting di masa depan perusahaan. Jadi, kenapa mereka tidak bicara dengan Anda?

Berikut ini adalah 5 Alasan Mengapa Karyawan Tidak Bicara

1. Takut balas dendam atau terlihat bodoh

Karyawan mungkin memiliki ketakutan akan pembalasan karena kurangnya kepercayaan, atau merasa gugup karena terlihat bodoh jika mereka tidak memiliki semua informasi yang benar.

2. Penampilan otoritas yang menantang

Asuhan mereka mungkin telah mengajarkan mereka untuk tidak pernah mempertanyakan otoritas, membuat mereka percaya bahwa selalu ada politik yang baik untuk menyetujui bos tersebut.

3. Pengalaman buruk sebelumnya

Seorang supervisor yang inverior, atau seseorang yang pernah diberikan umpan balik namun tidak pernah bertindak atasnya, dapat berakibat mereka percaya bahwa ini tidak sebanding dengan usaha tersebut.

4. Tidak terampil dengan keterbukaan praktis

Karyawan yang tidak terbiasa dengan praktik memberi umpan balik dengan cara yang dapat dipercaya namun jujur ??mungkin merasa bahwa komentar mereka kasar atau tidak disukai.

5. Pintu Anda tidak benar-benar terbuka

Meminta orang memberi umpan balik kepada Anda, dan yang bersedia untuk mengambilnya tidaklah sama. Pastikan bahwa ketika Anda mengatakan bahwa pikiran Anda terbuka, Anda benar-benar sungguh-sungguh! Bahkan lebih baik lagi, jangan pernah menyebutkan bahwa “pintumu terbuka”, tapi justru Anda akan mendatangi mereka mendapatkan umpan balik.

Apapun masalahnya, penting untuk melatih pemimpin Anda menjadi pendengar yang luar biasa dan meniru perilaku ini sendiri untuk mendorong karyawan berbicara dalam pikiran mereka.

Berikut adalah 6 Cara Mendorong Berbicara Terbuka

1. Beritahu orang-orang bahwa Anda menginginkan umpan balik dan sering memintanya

Buat contoh umum kasus yang baik untuk menghormati mereka yang berbicara, agar orang lain mengerti bahwa kepercayaan itu ada jika mereka merasa perlu untuk datang kepada Anda.

2. Latih dasar-dasar mendengarkan aktif

Ada kalanya orang hanya ingin mendengar karena menunggu saat gilirannya bicara.  Padahal dalam proses mendengar yang baik perlu juga mengulang bagian percakapan mereka. Jangan hanya menunggu giliran bicara.

3. Letakkan ponsel Anda

Saat terjadi komunikasi maka letakkanlah telepon genggam Anda dan jika perlu maka tutup laptop Anda.  Pastikan Anda serius mendengarkan dan memperhatikannya.

4. Lakukan Balasan secara jujur

Jelaskan manfaat dari ide tersebut dan ajukan pertanyaan tentang hal-hal yang dapat menyebabkan hambatan, daripada bersikap meremehkan.

5. Tanggapi dengan cepat

Pendengar yang baik bukan berarti hanya diam semata, namun juga mampu kapan merespon pembicaraan.  Bahkan jika Anda butuh waktu untuk memikirkannya, Anda perlu menjawab pertanyaan.

6. Jadilah Sedia setiap saat

Jika Anda selalu berada di luar kantor, dalam rapat, atau di ruangan tertutup, umpan balik tidak akan sampai kepada Anda. Setiap orang harus didorong untuk menghubungi Anda dengan cara apa pun yang diperlukan, entah itu email, telepon, atau pribadi.

Saat menumbuhkan budaya Speaking Up, pastikan untuk membiarkan tim Anda tahu bahwa membawa masalah adalah tanda kekuatan, sementara menyembunyikan masalah merupakan tanda kelemahan.  Semakin Anda mendengarkan, semakin Anda bisa mengidentifikasi siapa yang bisa dipercaya untuk terhubung dengan Anda dan membantu bisnis saat keadaan tidak berjalan dengan baik. Atau, bahkan lebih baik lagi, saat mereka mendapat “Big Thing” berikutnya untuk dibagikan dengan Anda. Anda tidak sabar untuk mendengarnya!

Leave a Reply