4 Cara Mitigasi Risiko terhadap Analisa Pembiayaan Kredit

4 Cara Mitigasi Risiko Analisa Pembiayaan Kredit
4 Cara Mitigasi Risiko Analisa Pembiayaan Kredit

Pembiayaan Kredit sudah menjadi sebuah tren yang tidak terindahkan dari Model Bisnis saat ini.  Begitu banyak model bisnis pembiayaan kredit yang terjadi, tidak hanya melulu mengenai Consumer Financing namun juga sudah menyentuh jenis pembiayaan Modal Kerja, Investasi dan lainnya.  Terlepas dari jenis pembiayaan dan produk yang ditawarkan, secara umum Analisa Pembiayaan Kredit mempunyai tata cara yang baku, yakni melihat potensi calon konsumen pun melihat potensi risiko yang mungkin terjadi di perusahaan Anda. Mitigasi Risiko Pembiayaan Kredit sudah menjadi hal wajib disiapkan jika perusahaan akan berkecimpung dalam bisnis pembiayaan.  Secara global, lepas dari tipe perusahaan dan jenis produk yang dipasarkan, maka berikut ini adalah Mitigasi Risiko terhadap Analisa sebuah Pembiayaan Kredit yang dapat Anda camkan kepada seluruh jajaran organisasi, tidak terkecuali hanya kepada komite persetujuan kredit semata.

1. Kapasitas Pembayaran Nasabah

Dalam bisnis pembiayaan, sudah mahfum dipahami semua pihak, baik tim akuisisi ataupun tim Account Management, bahwa hal prioritas pertama yang menjadi faktor penentu keberhasilan kredit adalah Kemampuan atau Kapasitas Pembayaran dari calon konsumen atau pelanggan.  Tim survei perlu melakukan Analisa Kelayakan dari pendapatan atau penghasilan konsumen, sebelum plafon kredit dikucurkan.  Apakah mereka memiliki rekening koran yang aktif, alur kas keluar masuk yang stabil, ataupun masa kerja pun lama usaha berjalan yang cukup.  Melihat hal-hal tersebut, maka perusahaan dapat menegaskan sejauh mana kemampuan calon debitur ini dalam melakukan pembayaran kredit mereka hingga lunas.

2. Nilai Jaminan Pembiayaan

Langkah kedua dalam mitigasi potensi risiko kredit bermasalah adalah nilai jaminan atau agunan yang diberikan.  Meski banyak model bisnis Consumer Financing tanpa jaminan, seperti Kartu Kredit, Kredit Tanpa Agunan dan jenis lainnya, namun Nilai Jaminan berupa aset bergerak pun aset tidak bergerak adalah bentuk lain dari mitigasi risiko kredit bermasalah.  Setiap perusahaan yang melakukan pembiayaan akan melihat lebih detil jenis jaminan dan nilai jaminan calon debitur mereka.  Dan jenis pembiayaan kredit dengan jaminan masih merupakan primadona, selain menjadi suatu ketenangan bagi kreditur pun akan menjadi sebuah pendorong kewajiban debitur dalam menyelesaikan angsurannya.

3. Buy Back Guarantee

Cara lain yang dapat dilakukan perusahaan pembiayaan adalah dengan membuat persetujuan atau kesepakatan bersama (MOU), dimana calon debitur bersedia membeli kembali produk pembiayaan jika suatu waktu terjadi wan prestasi.  Ini disebut dengan Buy Back Guarantee (BBG), yakni proses pembelian dan sekaligus penghentian fasilitas kredit jika terjadi kredit macet.  Ikatan perjanjian kedua pihak ini menjadi tambahan bagian dari perjanjian kredit yang dilakukan.  Periode BBG biasanya berlaku untuk jenis tunggakan pada periode waktu tertentu, sesuai dengan pola kebijakan perusahaan.

4. Asuransi Kredit

Melihat peluang bisnis pembiayaan yang cukup potensial pada masa-masa mendatang, muncul pula jenis model bisnis baru yakni Asuransi Kredit.  Jika sebelumnya Anda pernah mendengar asuransi umum, asuransi jiwa, maka kali ini pun ada perusahaan yang memiliki jenis produk berupa asuransi kredit.  Asuransi Kredit adalah jenis asuransi yang dilekatkan kepada jenis pembiayaan kredit tertentu dan tunggakan kredit pada waktu tertentu.  Nilai Asuransi Kredit beragam sesuai dengan kesepakatan pihak-pihak antara pihak Kreditur dan Asuransi, disesuaikan pula dengan profil calon Debitur.  Nilai premi asuransi kredit merupakan sejumlah nilai yang akan dibayarkan calon Debitur, sehingga ketika terjadi wan prestasi, maka pihak Asuransi Kredit mempunyai Hak untuk melakukan penagihan kepada Debitur, dan melepas kewajiban Kreditur.

Mitigasi Risiko Analisa Pembiayaan Kredit merupakan bentuk dari pengelolaan bisnis yang baik dan benar.  Adanya beberapa cara analisa calon debitur akan memberikan Anda sebuah keyakinan sebuah kredit lancar dan bahkan dapat berujung pada Repeat Order.

Leave a Reply