4 Alasan seorang Manajer perlu melakukan Coaching lebih sering

lakukan coaching lebih seringCoaching and Counseling merupakan sebuah tool bagi seorang manajer khususnya dalam membangun tim yang solid.  Keberhasilan seorang manajer adalah kemampuan dia untuk membangun tim pendukung yang handal, dan untuk melakukannya diperlukan cara-cara pengembangan diri, motivasi-motivasi dan pemberdayaan individu.  Coaching and Counseling menjadi salah satu alat bantu paling efektif, dan semakin sering seorang manajer melakukannya akan semakin cepat progres pengembangan tim.  Dikutip dari hbr.org tulisan Joseph R. Weintraub seorang professor manajemen dari Babson College, dan sekaligus pendiri Babson Coaching for Leadership and Teamwork Program.

1.  Coaching sebagai Alat Bantu Esensial mencapai Tujuan Bisnis

Tidak ada seorang superman, dan tidak ada robot yang mampu bertahan lama dalam sebuah pekerjaan.  Untuk itulah Anda perlu tangan dan kaki orang lain, pemikiran dan pandangan orang lain serta usaha dan kerja keras orang lain.  Keterlibatan orang-orang dalam sebuah bisnis adalah aktivitas utama bagi keberhasilan sebuah bisnis.  Coaching adalah sesuatu yang “must to have” bukan “nice to have”, jika ingin menghadapi turbulensi pasar, mempertahankan calon pemimpin muda, membangun tim yang solid, dan jika Anda percaya cara sederhana melakukannya adalah dengan meluangkan waktu untuk melatih atau coaching.

2.  Coaching untuk membantu Individu Berkembang

Seorang manajer lebih senang dengan anak buah yang siap bekerja dan siap mengembangkan diri, dibandingkan seseorang yang lebih suka show off layaknya artis.  Seorang manajer yang baik akan melihat bahwa keinginan belajar dan tumbuh serta beradaptasi bagi seorang karyawan merupakan bagian esensial dalam pekerjaan mereka.  Membantu orang lain lebih sukses dengan pekerjaan mereka adalah aturan kunci seorang manajer.

3.  Coaching sebagai obat penasaran

Seorang manajer yang baik akan banyak bertanya mengapa sebuah proses dapat terjadi, apakah yang menjadi masalah orang-orang, apa yang menjadi penghalang dari sebuah kesempatan, apakah yang harus diselesaikan dengan lebih baik, dan masih banyak lagi.  Pada dasarnya Anda sebagai manajer tidak perlu handal dalam bertanya, karena sudah menjadi kekuatan natural mengajukan pertanyaan.  Rasa penasaran ini membuka dialog dalam coaching, give-and-take akan terjadi antar Anda dan Tim, dimana mereka dapat dengan bebas berbagi persepsi, masalah, kesalahan atau keberhailan, sehingga dengan demikian mereka akan dapat merefleksikan apa yang telah terjadi.

4.  Coaching untuk membangun koneksi

Seorang manajer yang baik senang dengan orang-orang, dan akan selalu mengembangkan hubungan baik dengan orang lain, orang baru maupun rekan kerja lama.  Anda perlu senang melakukan coaching karena orang percaya dengan Anda, dengan membangun empati kepada tim, maka Anda akan dapat menyesuaikan kebutuhan mereka dan menerapkan gaya yang tepat.

Beberapa orang dari anggota tim Anda akan datang melakukan coaching dengan pernyataan tegas, namun beberapa akan datang dengan membawa kesimpulan dan cara mereka sendiri.  Disinilah Anda perlu membangun hubungan saling percaya sehingga pendekatan yang dilakukan akan tepat.

Untuk memulai melakukan coaching yang baik, maka beberapa langkah yang Anda harus lakukan adalah

  1. Carilah seseorang yang ahli melakukan coaching dalam organisasi Anda, dan mintalah saran masukan mereka mengenai coaching. Apakah yang mereka lakukan dan Mengapa mereka melakukannya.  Dengarkan dan Pelajari cara-cara mereka.
  2. Pahami mengenai coaching sebelum melakukannya, dengan membangun budaya kepercayaan dan hubungan yang solid dengan orang-orang Anda. Anda tidak akan berhasil dalam coaching jika tidak terhubung dengan orang-orang.  Hubungan personal jauh lebih penting daripada metode coaching terbaik sekalipun.
  3. Pelajari metodologi coaching yang sederhana atau dasar bagi seorang manajer. Dengan demikian Anda akan mengembangkan cara terbaik bagi diri sendiri melakukan coaching.  Coaching bukanlah selalu memberikan jawaban atas pertanyaan orang-orang Anda.
  4. Paradigma dalam coaching adalah fokus pada orang yang tengah Anda coaching, selalu ingat bahwa coaching adalah tentang orang Anda bukan mengenai diri Anda pribadi.

One thought on “4 Alasan seorang Manajer perlu melakukan Coaching lebih sering

  1. rina June 4, 2015 at 7:10 PM

    Susahnya menjadi seorang manajer, karena harus mau melatih orang untuk berhasil.
    Makanya manajer mendapatkan lebih ya daripada staffnya.

Leave a Reply