21 Hukum Kepemimpinan Sejati..(bag. 1)

21 hukum kepemimpinanBagi Anda yang berkeinginan menjadi pemimpin lebih baik dan melihat jatuh bangunnya daya upaya sehubungan kepemimpinan perlu kiranya memahami 21 Hukum Kepemimpinan Sejati oleh John C. Maxwell ini.  Hukum dan pernyataan yang ada bersifat pasti dan abadi bagi Anda yang ingin dan terpanggil menjadi pemimpin, baik dalam bidang ekonomi, bisnis, sosial atau keluarga.  Hukum kepemimpinan  itu bersifat sebagai berikut :

  • Dapat Dipelajari dan diterapkan
  • Berdiri Sendiri atau Terpisah satu dan lainnya
  • Ada Dampak jika dilakukan atau dilanggar
  • Menjadi landasan kepemimpinan

1.  Hukum Katup

Hukum Katup adalah Tingkat Efektivitas seseorang dalam memimpin, semakin baik kepemimpinannya semakin banyak katup terbuka atau semakin besar efektivitasnya.  Tampak jelas Anda perhatikan dalam sebuah Tim Olahraga, bahwa prestasi Tim bukan di tentukan oleh para pemain namun sejauh mana pemimpinnya (pelatih) mampu membangun serta membuka efektivitasnya dalam mengelola Tim.  Bukan berapa banyak pemain bertalenta yang ada, namun sejauh mana sang pelatih dapat mempertontonkan efektivitasnya sehingga setiap pemain menjadi sumber daya efektif dalam pertandingan.

2.  Hukum Pengaruh

Jikalau Anda tidak memiliki pengaruh maka sudah pasti bukanlah pemimpin dan Anda tidak akan mampu memimpin orang.  Kepemimpinan tidak lebih dan tidak kurang kecuali pengaruh.  Banyak orang berpikir bahwa kepemimpinan terkait dengan posisi, mereka berasumsi bahwa gelar dan posisi harus dimiliki seorang pemimpin.  Terkadang ada benarnya, namun gelar tidak banyak nilainya, karena kepemimpinan sejati tidak dianugerahkan, ditunjuk atau ditugaskan.  Kepemimpinan hanya datang dari pengaruh dan itu harus diraih bukan dimandatkan.

3.  Hukum Proses

Kepemimpinan adalah proses yang bertumbuh dan berkembang setiap hari, bukan dalam sehari.  Kepemimpinan bagaikan investasi yang akan berakumulasi dari hari kehari.  Pemimpin memiliki semangat belajar dan mau belajar, karena Anda harus pahami bahwa untuk menjadi pemimpin esok maka harus belajar hari ini.  Tekun dan Berjuang seumur hidup adalah Prinsip Hukum Proses dalam Kepemimpinan.

4.  Hukum Navigasi

Setiap orang dapat menjadi pengendara mobil, namun hanya pemimpinlah yang menentukan arah dan tujuan.  Pemimpin mampu melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain, mampu melihat lebih jauh dan mampu melihat sebelum yang lainnya melihat.  Pemimpin adalah navigator yang sanggup menyeimbangkan optimisme dengan realitas, naluri dengan rencana serta keyakinan dan fakta.  Hambatan terhadap perencanaan yang sukses adalah Takut Berubah, Cuek, Ketidakpastian Masa Depan dan Kurang Imajinasi, sehingga inilah yang menjadi rahasia Hukum Navigasi yakni Persiapan atau Perencanaan.

5.  Hukum E.F. Hutton

E.F. Hutton adalah perusahaan jasa keuangan terkemuka, dan memiliki motto “jika E.F. Hutton berbicara orang akan mendengarkan”.  Inilah yang mendasari adanya Hukum E.F. Hutton dalam kepemimpinan, yaitu pemimpin sejati adalah seseorang yang ketika dia berbicara maka orang lain akan mendengarkannya dengan seksama.  Pemimpin sejati akan berbicara belakangan, dan hanya membutuhkan pengaruhnya untuk membuat sesuatu jadi kenyataan, serta mampu mempengaruhi orang-orang seisi ruangan.  Orang menjadi pemimpin sejati karena:

  • Karakter (Character)
  • Hubungan (Relationship)
  • Pengetahuan (Knowledge)
  • Pengalaman (Experience)
  • Intuisi (Intuition)
  • Prestasi (Performance)
  • Kemampuan (Skill)

Dan ketika mereka berbicara, dia akan didengarkan banyak orang karena rasa hormat.

6.  Hukum Landasan Mantap

Kepercayaan adalah Landasan Kepemimpinan, maka Anda ketika berada pada posisi itu ambillah sebuah keputusan dengan mantap, menyadari adanya kekeliruan serta mendahulukan kepentingan pengikut atau organisasi dibandingkan kepentingan pribadi.  Tak seorang pemimpin pun dapat mempertahankan pengaruhnya ketika sudah melanggar kepercayaan para pengikut.

7.  Hukum Kehormatan

Orang dengan sendirinya akan mengikuti pemimpin yang lebih kuat daripada dirinya.  Ketika Anda sebagai Individu dihormati maka orang akan kagum, ketika Anda dihormati sebagai Sahabat maka Anda akan dikasihi dan ketika Anda sebagai Pemimpin yang dihormati maka orang akan mengikutinya.  Semakin besar kemampuan memimpin Anda semakin cepat Anda melihat kepemimpinan atau ketidakpemimpinan orang lain.

8.  Hukum Intuisi

Pemimpin mampu membaca situasi dan secara naluriah akan melihat apa yanh harus dilakukannya.  Intuisi dalam kepemimpinan adalah kemampuan membaca keadaan, trend, sumber daya, orang lain dan diri sendiri.  Tingkatan Intuisi Anda dikategorikan menjadi 3 bagian yakni:

  • Secara Alami melihatnya
  • Secara Terlatih melihatnya
  • Tidak akan pernah melihatnya

Tanpa Intuisi Anda akan terkecoh dan itulah hal terburuk yang dapat terjadi dalam kepemimpinan.

9.  Hukum Daya Tarik

Siapa Anda sesungguhnya menentukan orang yang akan tertarik pada Anda.  Semakin baik kepemimpinan semakin baik pula pemimpin yang tertarik pada Anda, dan ketika Anda berharap mendapatkan orang-orang yang lebih baik, maka tiba saatnya Anda introspeksi dan memperbaiki diri.

10.  Hukum Hubungan Baik

Pemimpin yang baik terlebih dahulu menyentuh hati sebelum meminta tolong.  Anda tidak akan mampu menggerakan orang sebelum menggugah emosi mereka.  Perasaan lebih penting daripada rasio dan logika.  Semakin kuat hubungan komunikasi individu akan semakin besar kemungkinan pengikut menolong pemimpinnya.  Binalah hubungan pribadi seerat mungkin secara individual, karena mereka tidak melihat seberapa banyak Anda tahu kecuali seberapa besar Anda peduli.  Dalam memimpin diri sendiri gunankanlah Rasio dan ketika memimpin orang lain pergunakanlah Hati Anda.

No Responses

Leave a Reply