20 Kesalahan Konyol Perusahaan Terhadap Karyawan

big compPerusahaan Besar cenderung mampu bertahan karena perlakuan terhadap karyawan khususnya dan pengembangan organisasi umumnya.  Tidak hanya perusahaan kategori kecil yang masih sering salah dalam memperlakukan karyawannya, terkadang perusahaan dengan jumlah pekerja besarpun masih suka keliru dalam penanganan atau pemberian treatment kepada karyawan.

Fokus pada peningkatan kinerja terkadang dilakukan dengan perlakuan program-program instan yang minim analisis sehingga justru mengurangi produktivitas karyawan.  Adakalanya karyawan diperlakukan seperti anak kecil, yang terus-menerus ditanya mengapa gagal dengan tujuan mereka akan berusaha lebih keras. Tidak sedikit juga perusahaan yang memperlakukan satu karyawan berbeda dengan karyawan lain dan masih mendapati bahwa hal-hal negatif tetap terjadi di lingkungan kerja. Ada pula sebagian perusahaan membiarkan karyawan bekerja keras tanpa memberikan feedback positif. Alih-alih meningkatkan kinerja, hal-hal tersebut justru berpotensi menurunkan keinginan mereka untuk berkarya secara optimal.

Pada akhirnya, sebelum menerapkan suatu program peningkatan kinerja, ada baiknya perusahaan terlebih dahulu melakukan analisis mendalam. Sebisa mungkin, hindari 20 kesalahan berikut, yang berpotensi membuat performa menurun, seperti dilansir dari about.com:

  1. Level Hierarki Organisasi yang Banyak dan Semakin Rumit.
  2. Performance Appraisal Individu yang masih dikeluhkan karena Karyawan Tidak Mampu Bekerja dalam Tim (Team Work).
  3. Pengawasan berlebih karena ketidakpercayaan dengan adanya Tim Audit.
  4. Tidak adanya Standar Kerja dan Informasi, namun selalu melakukan Justifikasi dengan Kegagalan Karyawan.
  5. Tidak adanya Fasilitasi Ide dan Masukan dari Karyawan, namun menganggap Karyawan tidak mampu menyumbang Ide Perbaikan bagi Organisasi.
  6. Menerima Ide dan Masukan untuk Perbaikan Perusahaan namun minim dalam Implementasi, sehingga menjadi sekedar Wacana.
  7. Keputusan yang Terpusat namun karyawan diminta memberikan Komentar Positif dengan Kebijakan tersebut.
  8. Kinerja Buruk beberapa karyawan yang di generalisasi, sehingga sesama karyawan saling curiga siapakah Srigala berbulu Domba tersebut.
  9. Membuat Aturan dan Kebijakan Baru yang berlaku bagi semua orang karena kegagalan sebagian orang atau kelompok terhadap peraturan lama.
  10. Menyediakan recognition dengan pola tertentu, misalnya hanya ketika goal perusahaan tercapai.
  11. Memperlakukan karyawan seolah mereka tidak dapat dipercaya. Mengawasi, melacak dan mengingatkan mereka setiap ada kesalahan, sekecil apapun.
  12. Gagal memperingatkan karyawan yang perilakunya menyimpang dari budaya yang dianut perusahaan.
  13. Ketika manager complain bahwa mereka kesulitan mengolah review karena terlalu banyak report, perusahaan mengurangi personal development planning terhadap karyawan. Padahal personal development karyawan tersebut adalah pekerjaan yang krusial bagi manajer.
  14. Menetapkan terlalu banyak kebijakan sehingga karyawan merasa tidak memiliki ruang gerak untuk menerapkan kreativitas dan jiwa kepemimpinannya.
  15. Menerapkan sangat sedikit kebijakan sampai-sampai karyawan merasa terlalu bebas dan berada di tengah-tengah lingkungan yang penuh perlakuan tidak adil.
  16. Menetapkan bahwa semua tugas yang diberikan adalah prioritas utama.
  17. Memberitakan suatu hal sebagai “emergency” padahal sebenarnya tidak. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, karyawan tidak akan percaya lagi ketika kondisi emergency benar-benar terjadi.
  18. Menyuruh karyawan mengubah cara kerja mereka tanpa memberikan gambaran perubahan seperti apa yang ingin dicapai.
  19. Berharap bahwa karyawan dapat melakukan learning by doing dan tidak mengindahkan bahwa ketika mereka gagal, hal itu adalah bagian dari proses belajar.
  20. Membiarkan karyawan gagal karena suatu informasi yang tidak ia ketahui, padahal kita ketahui.

Tidak mudah memang mengelola karyawan dengan keanekaragaman karakter yang mereka miliki. Setidaknya, dengan memperhatikan hal di atas, Anda dapat meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi karena kesalahan konyol dalam membangun hubungan baik dengan karyawan.

ikhtisar.com

2 thoughts on “20 Kesalahan Konyol Perusahaan Terhadap Karyawan

  1. ar!z April 10, 2014 at 9:19 AM

    Secara umum: Jika saya di posisi sebagai karyawan pada perusahaan seperti tersebut di atas, bagaimana cara saya menyikapinya?; Secara khusus: Saya adalah karyawan (berkeluarga, dan berusia di atas 35 thn) pada perusahaan daerah berbentuk bank yang mempunyai pengelolaan (manajement) seperti tersebut di atas. Bagaimana saya memotivasi diri saya? Bagaimana cara saya menghadapi manajemen? Bagaimana saya harus memposisikan diri? Sedangkan, saya tidak termasuk orang yang suka menjilat atau menyuap pada manajemen. Saya (Insya Allah) hanya bisa berusaha bekerja sebaik yang saya bisa dan sesuai aturan. Terimakasih.

    • admin April 12, 2014 at 5:09 PM

      Dear Mas Ariz…Terima Kasih atas atensi Anda.

      1. Perusahaan Bisnis apapun bentuk, jenis dan ukurannya akan mengedepankan Profit sebagai Tujuan Akhir. Karena Tumbuh Kembang adalah ciri Utama sebuah Bisnis.
      2. Profesi Karyawan adalah pilihan Anda, dan perlu disikapi sebagai Aktualisasi Diri, baik sebagai Personal (Ibadah, Kewajiban, Tugas) ataupun Profesional (Pendidikan, Pengalaman, Ketrampilan).
      3. Motivasi Diri selalu terkait dengan Internal Oriented (Personal) Anda, dan Tantangan Kerja selalu terkait dengan External Oriented (Profesi).
      4. Perbanyak hubungan Komunikasi dengan Rekan yang Positive Thinking, jadikan Tugas-tugas dari Manajemen sebagai Pembelajaran meningkatkan Kompetensi (Skill and Knowledge) dan Pererat Hubungan Keluarga Anda (istri dan anak) sebagai Tujuan Hakiki Bekerja.

      Semoga Membantu
      Wassalam

Leave a Reply