2 Hal Rahasia Manajemen terpenting, The Pygmalion Effect dan Galatea Effect

pygmalion_effectEkspektasi Anda sebagai pemimpin perusahaan atau atasan banyak orang, dan ekspektasi para karyawan yang Anda bawahi adalah faktor utama bagi setiap individu akan mencapai kinerja terbaik mereka. Dikenal dengan The Pygmalion Effect dan Galatea Effect, dua hal prinsip fundamental ini adalah sesuatu yang akan mengangkat ekspektasi performa dan potensial peningkatan kinerja.  2 hal inilah yang menjadi Rahasia Manajemen Terpenting bagi organisasi Anda.

Pygmalion Effect adalah kinerja seseorang akan dipengaruhi dari ekspektasi mereka akan performa tersebut. Diambil dari mitos Yunani, Pygmalion seorang pematung yang jatuh cinta pada patung hasil pahatannya. Pygmalion Effect adalah kekuatan yang timbul dari harapan yang ada, dengan kata lain, karyawan akan termotivasi terhadap “janji” atau “ekspektasi” yang sudah diberikan kepada mereka.

Berikut ini adalah contoh dari Pygmalion Effect dalam dunia kerja profesional, sebagaimana dikutip dari about.com.

  1. Semua Supervisor akan sangat berharap (ekspektasi) orang-orang dalam lini organisasinya memberikan laporan kerja secara rutin.
  2. Seorang Supervisor akan melakukan komunikasi secara alami, dengan sadar atau tidak sadar.
  3. Orang-orang akan menangkap adanya ekspektasi dari supervisor mereka, baik sadar ataupun tidak sadar.
  4. Orang-orang akan berlaku konsisten demi ekspektasi mereka yang sudah didapatkan dari supervisornya.

Pygmalion Effect pertama kali didefinisikan oleh J. Sterling Livingston tahun 1988, pada sebuah artikel berjudul “Pygmalion in Management”, pada Harvard Business Review. Sterling menggambarkan bahwa seorang manajer akan bekerja memperlakukan orang-orang mereka secara halus dengan pengharapan mereka.

Leave a Reply