Pentingnya Anda Ketahui 10 Kesalahan Seorang Manajer Baru

manager baruSelain hal penting yang perlu dicermati ketika menjalani Hari Pertama sebagai Manajer, perlu juga kiranya Anda sebagai seorang Manajer Baru memperhatikan hal-hal yang perlu dihindari.  Banyak pejabat baru terjebak dengan sindrom posisi baru.  Apa sajakah yang perlu Anda hindari saat menjadi Manajer Baru atau menapaki posisi baru.

Mengatur atau Managing dapat sedikit sulit untuk pertama kalinya.  50% Manajer baru tidak mendapatkan pelatihan (Training) sebelum melakukan tugasnya.  Menurut F. John Reh dari about.com (New York Times Group), berikut dapat kita ringkas beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda dapat menghindari kebanyakan kesalahan Manajer Baru, yakni:

1.       Berpikir Anda Tahu Segalanya

Jangan pernah berpikir Anda mengetahui segalanya, alangkah bijaksana jikalau Anda mengajak anggota tim berdiskusi dan berkomunikasi mengenai hal-hal yang telah dijalani maupun terjadi di organisasi sebelum Anda tiba.  Tetaplah Berpikiran Terbuka dan mendengarkan mereka disekitar Anda.  Hal pokok yang pastinya Anda tidak ketahui adalah Mengelola Manusia (Managing People)

2.       Menunjukkan Siapa Anda

Percayalah bahwa setiap orang dalam organisasi atau departemen Anda mengetahui siapakah manajer baru tersebut.  Anda tidak perlu membuat pertunjukkan tentang “Menjadi Bos”.  Anda hanya perlu melakukan dan mendemonstrasikan perubahan dan perbedaan positif.

3.       Merubah Semuanya

Anda tidak perlu membalik roda berputar dengan ekstrim, cukup perhatikan dan pelajari perbedaan yang ada.  Tidak selalu yang menurut Anda itu salah adalah salah, mungkin cara pandang Anda yang sedikit berbeda dengan mereka.  Bukan berarti mereka tidak melakukannya sesuai cara Anda berarti salah.

4.       Takut Melakukan Sesuatu

Tidak perlu takut berlebihan dengan posisi baru Anda, sehingga khawatir melakukan sesuatu.  Anda mungkin tidak meminta promosi, namun Top Management melihat Anda memiliki potensi dan kapabilitas untuk hal itu, sehingga tetaplah melakukan hal terbaik yang dapat Anda lakukan.

5.       Tidak Meluangkan Waktu mengenal Tim

Kemungkinan Anda akan berkerja cukup lama bersama anggota tim, namun bukan berarti Anda akan mengenal cukup baik mereka sebagai bagian kerja tim.  Pahamilah hal yang berhubungan dengan Ketertarikan Mereka, Motivasi dan Ketakutan serta Kekhawatirannya.  Kenalilah mereka secara pribadi, sehingga akan membuat efektivitas kerja tim Anda.  Berikanlah Waktu dan Perhatian sehingga sasaran Anda dapat tercapai menjadi seorang Good Manager.

6.       Tidak Meluangkan Waktu dengan Atasan

Atasan mungkin paham bahwa dengan posisi baru, Anda memiliki keterbatasan waktu dengan mereka, sehubungan kesibukan sehari-hari.  Namun ketahuilah, bahwa Anda adalah sebagaimana Anda sebelumnya yaitu membantu Atasan dalam pekerjaan, maka luangkan waktu Anda untuk Bertukar Pikiran, Diskusi dan Memberi Laporan.  Mereka akan tetap senang memberikan Pelatihan (Training) dan Petunjuk (Guidance).

7.       Khawatir dengan Masalah

Tidak perlu takut dengan adanya masalah, dan jangan pernah berharap bahwa sistem telah berjalan selayaknya.  Ketika adanya problematika kerja, disinilah fungsi Anda memberikan alternatif solusi dan menyelesaikannya.  Bukan berarti Anda tidak dapat meminta masukan dan inputan lain, namun Anda adalah figur yang memastikan hal tersebut terselesaikan.

8.       Tidak Berlaku layaknya Orang Kebanyakan

Sebagai seorang pimpinan bukan berarti Anda tidak pantas berlaku layaknya orang lain.  Anda dapat tertawa dan menunjukkan emosi dalam percakapan, bahkan jangan takut dengan sesekali kesalahan kecil.

9.       Melindungi Tim Anda

Orang-orang dalam kelompok Anda akan berada di bawah tekanan dari segala arah. Departemen lain mungkin ingin menyalahkan Anda dengan adanya kegagalan.  Atasan Anda mungkin ingin membuang pekerjaan sia-sia di departemen Anda.  Departemen HRD dapat memutuskan klasifikasi pekerjaan yang masuk kategori Overpaid.  Itu tugas Anda untuk membela orang, pastikan mereka diperlakukan adil dan tidak perlu ditutupi.  Sedemikian mereka akan kembali loyal.

10.   Menghindari Tanggung Jawab

Suka atau tidak suka, Anda Bertanggung Jawab dengan segala kejadian dalam grup, baik karena Anda sebagai pelaku, Anda ketahui atau tidak tahu sama sekali.  Setiap individu dalam grup Anda akan mencerminkan Anda secara Struktural (Hierarchy).  Bangunlah komunikasi sehingga semua berjalan tanpa adanya kejutan-kejutan.

Leave a Reply